Cerita Tentang Kita Di Ujong Pancu Part 1

Terbayar sudah, lelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam mendaki gunung dan turun gunung menuju ujong pancu, pantai yang terletak di kilometer nol pulau sumatera ujung barat, dikabupaten Aceh Besar Provinsi Aceh, pengalaman pertama menuju ujong pancu adalah suatu suasana yang paling berkesan, apalagi ditengah hiruk pikuknya perjalanan hidup yang aku alami dalam beberapa minggu ini membuat aku seakan akan merindukan akan sebuah kedamaian bersama alam dengan desiran ombak. Ujong pancu merupakan sebuah pantai terisolir dimana untuk menuju kesini kita harus membutuhkan perjalanan kurang lebih satu jam dengan medan yang menanjak dan tentunya melelahkan bagi kita yang jarang berpetualang.
Tapi yang terjadi adalah, keringat yang bercucuran seakan menjadi manis ketika tiba di ujong pancu, desiran ombak dan suasana alami pantai kita rasakan begitu sejuk. Bersama kawan kawan menuju ke ujung pancu untuk pertama kali dan berkemah disini merupakan suatu pengalaman paling berharga dan bernilai, ini adalah kesan pertama seumur hidup dan berkemah di pinggir pantai yang belum sekalipun aku pergi dan mengetahui suasana disini.

Penat yang terjadi dalam beberapa minggu ini dan berbagai persoalan yang menimpa, rasannya dapat saya lupakan sementara ketika berada disini, rasanya ingin berada disini dalam beberapa hari, tapi tak mungkin, kawan kawan yang sudah punya aktivitas lain pun tak bisa berlama disini, tapi pengalaman bermalam disini satu malam menjadi pengalaman yang indah.


Ketika sampai di ujong pancu, kami langsung memasang dua buah tenda tepatnya paling ujung, kami memilih tempat paling ujung karena ingin menghabiskan waktu disini tanpa kebisingan suara manusia lain, apalagi malam minggu banyak orang orang lain yang ikut camping dan menginap disana, usai memasang tenda, hal kedua yang kami lakukan adalah tentunya mengabadi moment moment disini, usai berfoto kami istirahat sejenak sambil menikmati suasana alam yang asri, tentunya dengan canda tawa, seakan akan hidup ini adalah tidak ada masalah, semua masalah yang terjadi dan sedang terjadi sudah kami simpan dirumah, kami kesini untuk menikmati hidup, bercanda tawa dan menikmati alam.

Sampai disini tentunya perut terasa lapar, bekal yang kami bawa tanpa kalkulasi akhirnya membuat kami harus menghemat, dari air minum, makanan dan rokok tentunya. Rasanya ingin kembali kekota untuk membeli bekal yang banyak, tapi melihat medan yang amat berat untuk kami lalui, mau tidak mau kami harus menahan keinginan itu, tetapi walaupun bekal yang kami bawa pas pasan, tidak membuat kebahagiaan kami berkurang dalam menikmati suasana disini, kami begitu bahagia dengan suasana disini bersama alam yang asri.

Malam pun tiba, sambil beristirahat didepan tenda, ditemani api unggun merupakan kenikmatan yang kami terima dimalam ini, betapa asyiknya canda tawa terlepas dari rasa penat yang ada, seakan akan hidup ini begitu indah, seindah malam ini yang kami nikmati.

Pukul delapan malam kami mulai memasak nasi dan lauk untuk makan malam, meski masakannya sederhana tapi rata rata kami menambah nasinya, rasanya memang begitu nikmat makan disini, dibawah langit yang berbintang dengan cahaya bulan sabit menjadi pelengkap suasana malam ini, kami kumpul didepan tenda sambil bercanda gurau, menikmati musik yang ada di handphone, nikmatnya memang tak akan mampu menggambarkan dengan tulisan sepanjang apapun, karena hanya kita yang berada disini tau betapa nikmatnya suasana disini.

Malam minggu memang banyak tenda disini, karena banyak orang yang bercamping disini, untuk merasakan kenikmatan berada disini, mendengar desiran ombak laut dan ditemani cahaya bintang dan jauh dari hiruk pikuk kebisingan kota. Apalagi udara yang begitu asri, rasanya makan apapun memang terasa nikmat disini.

Cemilan kami malam ini sehabis makan adalah kerang, kerang yang kami kutip dipinggir pantai, rasanya nikmat sekali, apalagi direbus langsung dengan air asin, rasanya memang asin asin lemak, meski makanan itu belum pernah saya makan, tapi ketika kawan kawan merebus makanan itu, sayapun menyantapnya dengan lahap, bahkan kami merebusnya dua tahap. Usai makan nasi kami merebus lagi kerang itu sebagai cemilan sambil menikmati suasana malam ini. Sayangnya kami lupa membawa kopi yang seharusnya menjadi minuman yang menghangatkan suasana disini.

Badan saya sebenarnya memang kurang sehat malam ini, akibat demam yang dari kemarin belum sembuh, sekarang masih terasa pilek, tapi pilek ini menjadi tidak terasa malam ini akibat suasana yang kami alami malam ini. Dibawah bintang saya berbaring sambil menulis setiap waktu yang saya alami saat ini, saya tidak ingin melewatkan suasana yang saya alami saat ini untuk tidak diabadikan dalam bentuk tulisan, melihat dalam beberapa minggu ini saya memang tidak bisa menulis, jiwa saya kosong, inspirasi saya tidak keluar dan tidak mampu saya formulasikan kedalam bentuk tulisan. Mungkin karena suasana hati dalam beberapa minggu ini tidak mendukung, saya senang sampai disini dan menikmati malam ini dan saya mendapatkan banyak inspirasi untuk kemudian saya ceritakan dalam bentuk tulisan ini.

Kami masih menikmati malam sambil berbaring didepan tenda, api unggun menghangatkan tubuh kami, sambil merebus kerang yang akan menjadi cemilan kami, kerang rebus telah matang kami pun menyantapnya dengan lahap sambil melepaskan canda tawa, tentunya rokok tetap menjadi pelengkap dalam setiap waktu.

Sekitar jam sepuluh malam kami menikmati suasana malam diberbatuan besar yang ada dipinghir pantai, berbaring disini menikmati malam sambil bercanda ria, indahnya bintang malam ini melengkapi kebahagiaan kami. Akhirnya kami memutuskan untuk menginap satu malam lagi disini, padahal kami merencanakan hanya menginap satu malam, tapi kemudian kami menyepakati akan menginap satu malam lagi disini. | BERSAMBUNG

Part II : Klick
Share: