Fenomena Munculnya Sunda Empire dan Kekonyolan Insan Pers

Ilustrasi

Sunda Empire, sekelompok orang yang mengaku sebagai penguasa tertinggi di bumi membuat geger masyarakat Indonesia, pengakuan mengejutkan tersebut muncul pasca ditangkapnya Raja Palsu Sultan Keraton Agung Sejagat. Akhir-akhir ini fenemona-fenomena kerajaan palsu mencuat di berbagai daerah di Indonesia, bahkan mereka memiliki pengikut dari ratusan hingga ribuan. Tak habis pikir, di era berteknologi dan terbuka ini, masih saja ada kelakuan-kelakuan aneh warga +62 dan banyak pula pengikutnya.

Pasca viral statment para petinggi Sunda Empire, mereka mendapat panggung di berbagai televisi nasional maupun lokal di Indonesia, inilah yang menjadi suatu perkara tidak terdidik di republik ini, lelucon dan kekonyolan seakan-akan menjadi sebuah arena panggung untuk membesarkan nama ataupun kelompok, pertelevisian pun seakan-akan menjadikan komoditas seperti ini sebagai sebuah sarana untuk mengejar rating, sehingga pendidikan publik dan bobot informasi publik menjadi tak bernilai.

Para insan pers seakan-akan mengejar berbagai berita dan statment yang dikeluarkan oleh para kelompok-kelompok aneh seperti ini, yang membuat mereka bertambah besar dan dijadikan contoh oleh pihak lainnya untuk mencuri panggung-panggung publik agar menjadi terkenal.

Pemberitaan terhadap kelompok seperti Sunda Empire ini seakan-akan merupakan berita terpenting dari berbagai peristiwa yang terjadi di tanah air, bahkan mengalahkan berita-berita penting lainnya tentang kejadian korupsi, kriminalitas, apalagi pemberitaan seperti karya-karya generasi bangsa, atau penghargaan anak-anak bangsa, sama sekali tak menarik dan kerap kali dikalahkan oleh pemberitaan-pemberitaan yang aneh seperti fenomena Sunda Empire.

Siaran publik dari berbagai media, baik online, cetak maupun televisi, sama sekali tidak mempertimbangkan bobot dan dampak positif dari pada pemberitaan yang akan mereka ekspos. Rating menjadi satu-satunya target yang harus mereka kejar, meski dampak dari pemberitaan yang mereka lakukan memberikan citra buruk dan negatif itu hanyalah menjadi pertimbangan kesekian dari banyaknya pertimbangan-pertimbangan yang mereka miliki.

Kebebasan pers yang dimiliki oleh media di Indonesia telah memberikan ruang besar bagi mereka yang menjadi media sebagai sarana untuk keuntungan semata, tak ubahnya seperti para kapitalis yang hanya mengejar keuntungan tanpa peduli kerusakan. Padahal pers adalah sarana paling penting dan krusial dalam memberikan dampak positif dan negatif terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.

Baik pers, maka baik pula kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia, sehingga publik menjadi terdidik dalam memilah dan memilih. Namun begitu pula sebaliknya, semuanya menjadi buruk, jika pers memiliki dampak yang buruk terhadap berbangsa dan bernegara. Sehingga kedamaian, kerukunan, kekacauan, kerusuhan, dan sebagainya merupakan keputusan pers dalam memberikan informasi terhadap publik.

Mari kita nikmati kehidupan yang serba complete ini, yang hanya akan kita temukan di negara +62
Fenomena Munculnya Sunda Empire dan Kekonyolan Insan Pers Fenomena Munculnya Sunda Empire dan Kekonyolan Insan Pers Reviewed by Yudi Kita on Januari 24, 2020 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.