Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434H

Idul Fitri adalah merupakan hari raya umat Islam yang jatuh pada bulan Syawal, setelah umat Islam melaksanakan sebulan lamanya menjalankan ibadah puasa Ramadhan, maka sungguh sangat senang dan bahagia umat Islam di saat datang hari raya Idul Fitri, karena bagi umat Islam hari raya Idul Fitri mempunyai makna yang sangat mendalam dan kehadirannyapun senantiasa disambut dengan penuh antusias. 

Antusiasme penyambutan lebaran idul fitri akan terlihat di Negara Negara mayoritas ummat muslim, eforia akan sebuah hari kemenangan “lebaran” tampaknya akan terus menjadi tradisi ummat muslim, tapi perbedaan antusiasme lebaran di perkotaan dengan diperdesaan akan terlihat semakin berbeda dari tahun ketahun.

Kota yang menjadi tempat berbising dan penuh kendaraan sehingga membuat jalan jalan macet pada hari biasanya berbanding terbalik pada hari lebaran, pada hari lebaran jalan jalan dikota terlihat lengang bak kota tak berpenghuni.

Perdesaan yang hari biasanya sepi dan penuh sunyi dihari lebaran disulap bak kota dadakan, hari lebaran diperdesaan penuh sesak suara kendaraan dari orang orang wajah yang jarang lihat sebelumnya.

Tradisi ini sudah menjadi biasa bagi masyarakat muslim, dimana kota yang selalu sepi ketika hari lebaran Karena ditinggal mudik oleh penghuni kota yang dominan para pendatang sebagai pengadu nasib dikota kota.

10 hari menjelang lebaran jalan jalan dipenuhi oleh para pemudik dengan tujuan keberbagai daerah daerah atau perdesaan.

Idul Fitri merupakan hari yang disongsong dan dinanti oleh begitu banyak manusia, khususnya yang beragama Islam dan terlebih yang menunaikan puasa bulan Ramadan.

Idul Fitri memiliki arti kembali kepada kesucian, atau kembali ke asal kejadian. Idul Fitri diambil dari bahasa Arab, yaitu fithrah, berarti suci. Kelahiran seorang manusia, dalam kaca Islam, tidak dibebani dosa apapun. Kelahiran seorang anak, masih dalam pandangan Islam, diibaratkan secarik kertas putih. Kelak, orang tuanya lah yang akan mengarahkan kertas putih itu membentuk dirinya. Dan dalam kenyataannya, perjalanan hidup manusia senantiasa tidak bisa luput dari dosa. Karena itu, perlu upaya mengembalikan kembali pada kondisi sebagaimana asalnya. Itulah makna Idul Fitri.

Momentum Idul atau Lebaran ini kita mari jadikan sebagai sarana meminta maaf dan memaafkan orang lain dengan bersilaturrahim (menyambung kasih sayang) baik kepada suami atau istri, kedua orang tua, anak, keluarga, sanak kerabat, tetangga serta teman dan relasi kita ketika ada kebencian terhadap mereka.

Semoga kita sebagai muslimin selalu dapat menyambut hari raya idul fitri dengan penuh kemenangan dan suka cita atas rahmat yang diberikan oleh sang kuasa dan menjadikan idul fitri sebagai tempat saling memaafkan antar manusia.



Share: