Aceh Kaya


Aceh Kaya, begitulah tokoh-tokoh "Zaman" berpidato ketika mencoba mencari simpati terhadap kepentingannya di Aceh, lalu para hadirin terkesima terhadap pujian-pujian para tokoh itu, merasa sangat dihargai karena kekayaan. Apalagi eforia dan histori Aceh dimasa lampau, era kejayaan dimasa kesultanan dan pasca kemerdekaan, masih terlihat segar hingga saat ini.
 
Strategi simpatik ini masih menjadi andalan para tokoh-tokoh politik yang mencoba bermain-main dengan perasaan masyarakat Aceh yang belum bisa move on dengan kenyataan saat ini.
 
Kenyataan saat ini adalah, ketergantungan Aceh terhadap pemerintah pusat bukanlah omong kosong belaka, ketidakmampuan Aceh dalam menggenjot pendapatan sehingga mampu mandiri dari segi keuangan, minimnya sektor swasta dan ogahnya investor untuk berinvestasi serius di Aceh menjadi faktor banyaknya pengangguran dan pendapatan asli daerah yang minim.
 
Efek domino yang ditimbulkan dari hal tersebut berlanjut pada sering terjadi keriuhan politik, akibat satu-satunya sumber rupiah adalah dana pemerintah, kepentingan untuk mendapatkan dana yang bersumber dari pemerintah tersebut menjadi kondisi politik di Aceh sering tidak stabil.
 
Bayangkan saja di tahun 2020, APBA Aceh sebesar 15,8 triliun, dana tersebut hanya 2,6 trilyun yang berasal dari PAD Aceh, selebihnya merupakan dana bagi hasil, otsus, DAU, dsb yang bersumber dari pemerintah pusat. Lalu berapa realisasi yang dicapai dari PAD 2,6 trilyun tersebut? saya tidak mendapatkan literaturnya.
 
Sedangkan APBA tahun 2021 sebesar 16,9 triliun yang bersumber dari PAD tahun 2021 di targetkan 2,4 trilyun, sedangkan dana transfer pusat mencapai 11,7 trilyun dengan perkiraan defisit 2,5 trilyun.
Melihat data-data tersebut, tidak dapat dipungkiri ketergantungan Aceh terhadap dana transfer pusat merupakan sebuah kenyataan, lalu apa yang terjadi saat dana otonomi khusus dihilangkan?.
Sepertinya akan terjadi pemangkasan besar-besaran terhadap belanja saat ini, karena pembagian post anggaran akan semakin kompleks dengan dana yang minim.
 
Sekedar informasi, pada tahun 2020 PAD Jakarta berkisar 63 trilyun, PAD Jawa Timur 17,9 trilyun, PAD Jawa Tengah 14 trilyun, PAD Banten 6 trilyun, jadi sangat tidak bisa di sandingkan dengan kondisi Jawa, tapi justru sangat jarang kita melihat statment-statment Jawa Kaya, mungkin itulah yang disebut "Orang Kaya Tidak Butuh Pengakuan"

Aceh Kaya Aceh Kaya Reviewed by Yudi Kita on September 06, 2021 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.