• I am an introvert who like to read books and also writing, interest in politics and photography a master student of Industrial Engineering of Syiah Kuala University

  • Do not give up just because it failed at the first opportunity. Something precious you will not have it easily. Keep trying

  • Happiness is a choice. You can choose to be happy. There’s going to be stress in life, but it’s your choice whether you let it affect you or not

  • Kebaikan dalam kata-kata menghasilkan kepercayaan diri, Kebaikan dalam berpikir menghasilkan kebesaran, Kebaikan dalam memberi menghasilkan cinta – Lao Tzu

  • Saya percaya bahwa setiap kejadian dalam hidup terjadi dalam kesempatan untuk cinta, bukanlah ketakutan - Oprah Winfrey

Pembantaian Gaya Baru Ala Hitler Aceh

Masyarakat Indonesia tidak lama lagi akan melaksanakan pesta demokrasi 5 tahunan itu, meski dibungkus dengan nama pesta rakyat tapi sebenarnya perebutan kekuasaan elit politik kata yang paling tepat untuk kita sebutkan dan pelaksanaannya pun memakan waktu, tenaga, bahkan korban jiwa. Aceh misalnya pada tahun 2014 ini sebagai tahun yang panas akan suhu politik berapa banyak sudah korban, baik itu kekerasan fisik, pembakaran gedung dan kehilangan nyawa. Ditingkat pejabat kelas tinggi pun hanya mampu memberikan pernyataan lewat media, misalnya Gubernur Aceh yang beberapa kali menyampaikan imbauannya untuk menjaga perdamaian dan saling menghargai antar sesama pendukung partai, agar kekerasan dan perusakan dapat dihindari. 

Kemudian seperti Kapolda Aceh baik yang lama maupun yang baru dibeberapa kesempatan pun menyampaikan akan segera menangkap dan mengejar pelaku serta mengusut tuntas segala tindakan yang bersifat politis itu. Tapi faktanya mulai tahun 2009, 2012 dan saat ini 2014 setiap pelaksanaan pemilihan legislatif maupun ekskutif, tindakan kekerasan yang bersifat politis itu tidak semua terungkap, bahkan banyak kasus yang kemudian menghilang dan seperti dihilangkan pengungkapannya.


Pada tahun 2014 ini sederetan peristiwa kekerasan terjadi, belum lama suasana mencekam terjadi di Takengon, ratusan simpatisan salah satu partai turun ke Takengon untuk mencari seseorang yang di anggap sebagai provokator, akibat sebelumnya ada terjadi pengrusakan kantor partai tersebut, disini kita melihat bagaimana kekuasaan elit hukum lumpuh, penegak hukum yang seharusnya bertindak untuk melerai aksi aksi tersebut melempem, lemah syahwat, bahkan ketika aksi balas dendam oleh simpatisan partai itu pun, para penegak hukum lagi lagi terdiam lesu tak bisa berbuat apa apa.

Sederetan kasus kekerasan yang bermuatan politis tersebut memang terkesan ada pembiaran yang dilakukan oleh para Polisi dan TNI, sehingga aksi kekerasan itu terjadi berulang ulang. Pihak pelaksana pemilu pun seperti menutup mata atas sederetan kejadian kejadian itu yang jelas jelas dilakukan oleh simpatisan partai tertentu, sampai saat ini kita tidak melihat secuil peringatan dari pelaksana pemilu untuk menghentikan segala bentuk penghakiman sendiri, tapi lihat bagaimana ketika salah satu partai nasional yaitu PKS menghadirkan banyak anak anak pada kampanye perdanannya di Gelora Bung Karno, media massa baik lokal dan nasional bahkan komisi perlindungan anak heboh mengecam atas kampanye tersebut sehingga ada pihak pihak yang meminta PKS didiskualifikasikan dari peserta pemilu, padahal mereka hanya menghadirkan anak anak dan tidak satupun anak anak tersebut yang meninggal akibat hadir di Gelora Bung Karno, tapi lihat perlakuan para simpatisan partai lokal di Aceh, berapa banyak sudah korban akibat main hakim sendiri itu.

Tidak adanya tindakan tegas terhadap para simpatisan maupun partai yang melakukan kekerasan maka kejadian tersebut selalu berulang ulang, belum lagi selesai masalah di Takengon, kekerasan kembali terjadi di Aceh Utara, arogansi para partai lokal itu tentu mencoreng nama baik Aceh, seolah Aceh terkesan sebuah daerah yang hanya memperebutkan kekuasaan, apalagi kekerasan yang dilakukan dominannya oleh para mantan GAM itu, kemudian muncul opini di masyarakat bahwa mantan GAM itu sebenarnya hanya merebut kekuasaan, bukan memperjuangkan martabat bangsa Aceh.

Pembantaian gaya baru itu tentu mengundang sederetan pertanyaan dikalangan masyarakat, misalnya dari pihak LSM yang mengatakan "ada yang bermain di Aceh" seolah olah kata tersebut memunculkan banyak spekulasi di masyarakat seperti kehadiran orang ketiga yang sengaja memunculkan konflik baru di Aceh, tapi apakah benar bahwa memang sederetan kasus kasus yang terjadi di Aceh itu dilakukan untuk kepentingan tertentu atau memang di ciptakan untuk kepentingan politik tertentu "politik adu domba". 

Kemudian pernyataan Pangdam beberapa waktu lalu dalam pertemuannya di Serambi Indonesia tentang "sikit sikit lex spesialis", saya memang tidak mengetahui maksud dari pernyataan Pangdam itu, seharusnya seorang Pangdam tidak layak mengeluarkan pernyataan tersebut, karena bagi masyarakat seperti saya dan lainnya tentu memunculkan berbagai spekulasi tentang pembiyaran yang dilakukan selama ini dengan pernyataan tersebut, belum lagi adanya dugaan penyewaan senjata yang dilakukan oleh oknum TNI untuk kemudian digunakan menembak posko Partai Nasdem di Aceh Utara.

Saya sebagai orang awam bukan dari kalangan TNI menyadari bahwa tidak mungkin seorang prajurit TNI serta merta memberi senjatanya disewakan kepada oknum tertentu untuk melakukan tindakan kejahatan, apalagi kejahatan yang akhirnya bermuatan politis. Saya dapat menebak bahwa tidak seperti itu kronologis sebenarnya, tapi pasti ada peristiwa lain yang dimainkan oleh orang orang tertentu di Aceh ini.


Apakah kemudian ini yang disebut sebut dengan pembantaian gaya baru, yang dimainkan oleh para elite elite, tidak cukupkah ratusan tahun darah Aceh berceceran, apakah Aceh diciptakan sebagai bangsa untuk dibantai oleh kepentingan kepentingan elite, jika begitu ambil saja Aceh ini, tapi berikan kami sebuah negeri yang tidak ingin kau kuasai, agar kami bisa hidup tenang meski tak memiliki sumber daya alam yang melimpah. Kami tidak ingin tanah yang memiliki sumber daya alam melimpah ini akhirnya membuat kami menderita karena pertempuran elit terus saja dimainkan di Aceh, agar kami rakyat kecil ini tidak bisa tenang untuk hidup.
Share:

Fenomena Gay dan Lesbian di Negeri Syariah

Tidak akan ada yang menyangka jika faktanya kelompok Gay dan Lesbian menjamur di Negeri Syariah ini, Kota Banda Aceh sebagai pusat ibu kota Provinsi Aceh hidup ratusan kaum Gay dan Lesbian. Penampilan mereka yang tidak mencolok dengan masyarakat normal lainnya, membuat kelompok mereka sulit untuk terdeteksi oleh masyarakat. Kita tidak akan mengetahui keberadaan mereka, jika kita tidak memperhatikan setiap gerak  gerik mereka dengan seksama, mereka hadir ketengah tengah masyarakat seperti orang orang normal lainnya pada siang hari, tapi mereka akan selalu hadir dan menebar pesona kemesraan mereka ketika waktu menjelang pukul 12.00 dini hari di tempat tempat keramaian seperti cafe, tempat tongkrongan dan lainnya.

Gay atau "homo" adalah istilah untuk laki laki yang memiliki kecenderungan seksual kepada sesama pria juga bisa disebut pria yang mencintai pria baik secara fisik, seksual, emosional atau pun secara spiritual. Sedangkan Lesbian adalah istilah bagi perempuan yang mengarahkan orientasi seksualnya kepada sesama perempuan atau disebut juga perempuan yang mencintai perempuan baik secara fisik, seksual, emosional, atau secara spiritual. Jumlah mereka di Kota Banda Aceh memang tidak ada data yang pasti, tapi menurut sumber yang saya dapat, mereka tersebar di beberapa tempat dengan jumlah keseluruhan mencapai ratusan pasangan, tempat tempat tongkrongan mereka mulai dari hotel, cafe cafe dan juga taman taman yang ada dikota Banda Aceh.

Awalnya saya juga tidak percaya bahwa Gay dan Lesbian punya tempat di Aceh, tapi ketika pembicaraan masalah Gay dan Lesbian telah menjadi rahasia umum di Kota Banda Aceh, saya berinisiatif untuk membuktikannya dengan mencoba nongkrong didaerah yang disinyalir tempat mereka nongkrong ketika waktu sudah menunjukkan pukul 12.00 dini hari. Suatu malam ketika itu saya berada di salah satu cafe yang ada di Kota Banda Aceh, waktu menunjukan pukul 12.45 dini hari, tiba tiba datang segerombolan para lelaki duduk secara berpasangan dan tidak jauh dengan tempat saya duduk. Melihat mereka bagaimana memperlihatkan pesona kemesraannya di hadapan publik memunculkan ribuan pertanyaan di benak saya, “ternyata selama ini saya tertidur melihat fenomena kehidupan sosial di negeri syariah”.

Akibat dari bertambahnya pasangan Gay dan Lesbian di Kota Banda Aceh, menambah catatan negatif masyarakat terhadap keberlansungan syariat islam di Aceh, akibatnya syariat islam menjadi serba salah penerapannya, jika kemudian pemerintah mengusir atau menindak tegas pasangan Gay dan Lesbian ini, maka pemerintah kota Banda Aceh harus bersiap siap mendapat serangan kritikan dari berbagai kalangan di luar Aceh, apalagi dunia barat, pasti akan mengecam habis habisan Kota Banda Aceh dengan tuduhan pelanggaran Hak Asasi Manusia.

Jika kemudian pemerintah kota Banda Aceh tidak melakukan tindakan tegas terhadap keberadaan kaum Gay dan Lesbian ini, maka masyarakat Aceh dan masyarakat luar Aceh juga menilai Kota Banda Aceh yang menjadi ikon pelaksanaan Syariat Islam di Aceh dipandang tidak serius dan hanya sebatas lebel Syariah.

Mayoritas dari kaum Gay dan Lesbian ini adalah bukan masyarakat pribumi, tapi melainkan pendatang yang mencoba hidup dan berkembang di Kota Banda Aceh, mereka para Gay dan Lesbian ini biasanya terorganisir dan tergabung dalam sebuah komunitas, mereka ini tersebar di seluruh kecamatan yang ada di Kota Banda Aceh dan mereka muncul di pusat pusat keramaian yang ada di Kota Banda Aceh.
Share:

“Politik Aneuk Mit” Partai Lokal

Politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan, khususnya dalam negara. Kemudian Politik juga disebut seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional maupun nonkonstitusional. Sedangkan yang disebut dengan anak (Aneuk Mit) adalah seorang lelaki atau perempuan yang masih belum memiliki umur yang cukup. Jika pun akhirnya kita menggabungkan Politik Anak (Aneuk Mit) berarti kita dapat menyimpulkan bahwa sesuatu proses atau perebutan kekuasaan yang dilakukan dengan cara cara tidak dewasa.

Dalam tahun tahun politik 5 tahunan ini dapat kita melihat bagaimana fenomena sesungguhnya sebuah demokrasi yang diterapkan di Indonesia, pasca reformasi demokrasi sebebas bebasnya menjadi sebuah harapan bagi masyarakat Indonesia. Seperti apa yang menjadi tuntutan para kaum intelektual 98 tersebut. Akhirnya tuntutan tersebut memang membuahkan hasil, lengsernya Soeharto sebagai Presiden membuat ruang demokrasi semakin terbuka sehingga 48 Partai Nasional ikut sebagai peserta pemilu, dimana mayoritasnya terdiri dari partai partai baru.

Setelah 7 tahun pasca reformasi terjadi di Indonesia, akhirnya sebuah perundingan yang kemudian dikenal dengan MoU Helsinky terjadi di Firlandia antara Pemerintah Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), hasil perundingan tersebut terjadilah beberapa kesepakatan yang menjadi kekhususan Aceh, diantaranya adalah Pendirian Partai Lokal.

Pada tahun 2009, pemilu pertama di Aceh setelah lahirnya MoU Helsinky akhirnya melahirkan 6 partai lokal di Aceh yaitu diantaranya Partai Rakyat Aceh, Partai Aceh, Partai Bersatu Atjeh, Partai Suara Independen Rakyat Aceh, Partai Aceh Aman Seujahtera, Partai Daulat Atjeh. Meskipun akhirnya Cuma 2 partai yang memiliki kursi di DPRA (Dewan Perwakilan Rakyat Aceh).

Saat ini pemilu kedua akan segera dilaksanakan, yaitu pada tanggal 09 April 2014, pada pemilu 2014 ini hanya 3 partai lokal yang akhirnya lolos dan ikut bersaing memperebutkan kursi parlemen yaitu Partai Aceh, Partai Damai Aceh dan Partai Nasional Aceh. Dua diantaranya di anggap sebagai partai baru karena tidak memenuhi ambang batas yang ditentukan pada pemilu sebelumnya.

Pada saat partai lokal hanya sisa 3 pada pemilu kedua, pertempuran yang terjadi antar partai lokal menjadi lebih hebat, pertempuran tersebut memperlihatkan bagaimana tidak dewasanya cara cara politik yang dimainkan oleh para kader atau pengurus partai lokal. Partai nasional pun akhirnya seperti penonton layar tancap, yang menonton para wong cilik bermain lawakan, meski serius tetapi sekali kali tetap mengundang tawa karena aksi konyol yang dilakukan oleh para politisi aneuk mit (anak kecil) itu.

Sejuta harapan baru yang diharapkan pada partai lokal di Aceh pasca lahirnya MoU Helsinky seperti nya akan menjadi harapan kosong, pertikaian antar partai lokal lebih dominan terlihat dari pada sebuah perubahan yang diciptakan oleh partai lokal yang saat ini menguasai legislatif dan eksekutif. Kekerasan dan pembunuhan antar masyarakat Aceh hanya karena beda partai semakin lebih sering muncul ketimbang sebuah program yang menyentuh lansung permasalahan krusial masyarakat.

Perebutan kekuasaan lebih dominan diperlihatkan dari pada memperjuangkan kebutuhan masyarakat. Yang terjadi akhirnya kekecewaan masyarakat terhadap partai lokal semakin besar, kebencian menjadi bumbu bumbu diskusi warung kopi. Harapan baru pun kembali tenggelam bersama kerakusan yang diperlihatkan oleh partai lokal.

Jika saat ini kita memasuki lorong lorong di perkampungan, kita akan melihat bagaimana fenomena politik aneuk mit dimainkan oleh oknum oknum yang secara indetitas telah diketahui dan menjadi rahasia umum masyarakat. Alat alat peraga kampanye para caleg di sepanjang jalan terlihat rata rata dirusak, tapi disamping itu ada banyak alat alat peraga kampanye dari partai lokal tertentu yang tidak tersentuh dan tidak mengalami pengrusakan.


Inilah yang disebut dengan politik aneuk mit, cara politik yang tidak bisa menunjukkan sikap dewasa, politik yang tidak bisa bersaing secara sehat dan fair. Akhirnya otot menjadi kekuatan politik, bukan lagi otak yang dimainkan untuk mengatur strategi dan memainkan peran agar mampu merebut hati pemilih.
Share:

Ancaman “Gerakan Perubahan”

Gerakan adalah  aktivitas sosial berupa gerakan sejenis tindakan sekelompok yang merupakan kelompok informal yang berbentuk organisasi, berjumlah besar atau individu yang secara spesifik berfokus pada suatu isu-isu sosial atau politik dengan melaksanakan, menolak, atau mengkampanyekan sebuah perubahan sosial. Sedangkan perubahan  merupakan yang terjadi pada lembaga lembaga atau kelompok dengan mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk nilai, sikap sosial dan pola perilaku di antara kelompok masyarakat.

Kemudian yang dimaksud perubahan sosial menurut Mac Iver Perubahan sosial adalah perubahan-perubahan yang terjadi dalam hubungan sosial (social relation) atau perubahan terhadap keseimbangan (ekuilibrium) hubungan social. Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa Gerakan Perubahan adalah suatu sikap sosial masyarakat baik individu maupun kelompok yang bertujuan untuk mempengaruhi kondisi lingkungan, apakah kemudian melalui pengambilan sikap politik maupun gerakan sosial tanpa muatan politik.

Di masa masa tahun politik seperti ini, Gerakan Perubahan menjadi ikon sebuah Partai yang memang mengusung Gerakan Perubahan, jika pun kita melakukan pencarian di google dengan mengetik keyword “Gerakan Perubahan” maka halaman utama yang akan muncul adalah “Partai Nasdem”, satu satunya partai baru yang muncul pada tahun 2014 dan menimbulkan kepanikan banyak partai partai lama akibat sebuah konsep yang cukup menarik di usung yaitu “Restorasi Indonesia”. Yang jika saat ini kita menyebut kata “Restorasi” orang pasti akan beranggapan itu adalah Partai Nasdem, kemudian didalamnya terdapat pula banyak tokoh tokoh muda meskipun diantaranya juga terdapat para pemain lama.

Slogan, Manifesto, visi dan misi serta cara cara yang dilakukan oleh Partai Nasdem telah mendapat simpati para anak muda. Yang kemudian berduyun duyun pemuda hadir dan bergabung bersama partai yang mengusung tema “Gerakan Perubahan” itu. Partai Nasdem yang kemudian dikenal dengan komunitas nya para anak muda ini telah memberikan warna tersendiri bagi politik di tanah air.

Pasca Partai ini lahir banyak hadir inovator baru, yang kemudian membawa partai ini menjadi partai yang diperhitungkan dalam bursa pemilu tahun 2014 ini. Strategi strategi yang dimainkan oleh partai ini melalui pemikiran pemikiran baru pemuda yang mayoritas tergabung dalam partai ini menjadi ancaman tersendiri bagi partai partai lama. Terlihat bagaimana peran peran pemuda di mainkan sehingga menjawab tema Gerakan Perubahan yang di usung.


Setelah pemilu april 2014 mendatang, semua Slogan, Manifesto, Visi dan Misi Gerakan Perubahan akan benar benar menjawab semua pertanyaan masyarakat. Apakah benar Gerakan Perubahan akan terjawab sebagai mana konsep Restorasi Indonesia yang di usung. Mari kita memberi harapan agar terjawab sebuah Gerakan Perubahan.
Share:

Hentikan Manifesto Goblokisasi Di Aceh

Manifesto adalah suatu pernyataan sikap kelompok di hadapan publik yang sering bermuatan politis sedangkan pembodohan (goblokisasi) adalah sesuatu hal yang dilakukan secara sengaja atau pengurangan tingkat intelektualitas seseorang terhadap isi, cerita, gagasan maupun materi yang disampaikan baik antar personal maupun dihadapan publik. Kedua makna ini terdapat hubungan yang erat, jika manifesto yang dilakukan adalah sebuah pembenaran yang mengada ngada maka terjadilah pembodohan.

Tingginya tingkat persaingan para politisi untuk menduduki kursi Dewan Perwakilan Rakyat baik ditingkat Kabupaten, Provinsi maupun pusat maka untuk memuluskan rencana itu sering kali para politisi melakukan berbagai cara baik itu dengan cara cara yang benar maupun dengan cara cara yang tidak benar yaitu salah satunya peng goblokisasi masyarakat Aceh.

Demikian halnya dengan partai partai politik yang menjadi peserta pemilu, para pengurus partai politik sering kali melakukan pernyataan sikap (manifesto) yang terkesan sebuah pembohongan publik atau mengada ngada dan berlebihan, meski itu dilakukan secara terang terangan namun dalam ketentuan undang undang tidak ada yang melarang sebuah pernyataan sikap asal masih pada norma norma dan ketentuan yang berlaku. Kemudian sifat klaim meng klaim dilakukan atas dasar tujuan menarik simpati masyarakat sebagai pemilih.

Tujuan partai politik itu sendiri pada umumnya adalah berorientasi kekuasaan, yaitu merebut kedudukan politik secara konstitutional agar dapat melaksanakan kebijakan kebijakan sesuai dengan tujuan partai mereka. Menurut Carl J. Friedrich, partai Politik adalah sekelompok manusia yang terorganisir secara stabil dengan tujuan merebut atau mempertahankan penguasan pemerintah bagi pemimpin partainya, dan berdasarkan penguasaan ini memberikan kepada anggota partainya kemanfaatan yang bersifat ideal maupun materil.

Jika lahirnya partai politik adalah dengan tujuan merebut kekuasaan, layaknya perebutan kekuasaan tersebut tidak dilakukan dengan pembohongan politik, manifesto manifesto yang dilakukan sejatinya haruslah bersifat relefan dan pendidikan politik cerdas harus terus dilakukan secara berkesinambungan kepada masyarakat, agar masyarakat Indonesia tidak lagi di goblokisasi oleh oknum oknum politikus yang akhirnya menambah catatan catatan kemuakan masyarakat terhadap partai politik dan politikus.

Gerakan gerakan perubahan harus benar benar dilakukan agar benar benar membawa perubahan, karena faktanya masyarakat Indonesia memang membutuhkan gerakan perubahan, jika kemudian gerakan perubahan benar benar terjadi maka kecintaan masyarakat terhadap kaum gerakan perubahan layaknya pahlawan sejati.


Share:

Rakyat Aceh Ketipu Lagi

Pasangan Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf (Zikir) adalah pasangan yang paling fenomenal janjinya, mulai dari menjadikan Aceh seperti Singapura bahkan sampai pembagian 1juta/KK/bulan yang diterima dari hasil migas, jika pasangan Zikir mampu menunaikan ke 21 janjinya dapat dipastikan rakyat Aceh akan mengalami perubahan. Rakyat Aceh akan mengalami kejayaan, dimana ekonomi tumbuh besar dan kemudian dipastikan tidak akan ada rumah yang terlihat mereng akibat pondasi kayu yang mulai lapuh, tidak lagi kita temukan masyarakat Aceh yang rumahnya bocor akibat atap yang bolong, apalagi kita melihat masyarakat Aceh yang makan singkong akibat tidak mampu membeli beras.

Tapi janji tinggal lah janji, para tim pembuat janji, para perumus janji, para penebar janji, para tim sukses, mulai membersihkan tangan, seolah olah tidak pernah berjanji, bahkan jika pun kemudian masyarakat menuntut janji maka akan dikatakan sebagai provokator dan pesanan partai tertentu,  inilah akibat masyarakat yang termakan janji, inilah akibat masyarakat bereforia terhadap janji.

Memang bagi masyarakat menganggap janji adalah hutang yang harus dibayar, tapi bagi mereka janji adalah rencana untuk memuluskan keinginan, mereka memang tidak pernah berpikir bahwa janji itu adalah hutang, tapi bagi mereka janji itu adalah politik (cara) yang harus ditempuh untuk dapat mencapai tujuan.

Apasaja dan bagaimana sudah implementasi ke 21 janji tersebut, mari kita simak dan kita uraikan satu persatu.

Mewujudkan Pemerintahan Aceh yang bermartabat dan amanah
Janji ini tentu satu pun belum mampu dibuktikan, karena untuk memenuhi janji ini pasangan Zikir harus terlebih dahulu menepati 21 janjinya di masa kampanye.

Mengimplementasikan dan menyelesaikan turunan UUPA
Janji ini sampai saat ini masih tersangkut di Pusat, meski permasalahan UUPA dan MoU Helsinky menjadi perhatian khusus bagi Zikir dan Partai Aceh sebagai Partai pengusung pasangan Zikir, tapi turunan UUPA masih bermasalah dan kita perkirakan tidak akan selesai di akhir masa kepemimpinan SBY, mengingat sudah 8 tahun perdamaian terlaksana, pemerintah pusat seperti tidak punya keseriusan dalam hal ini dan pergantian jabatan presiden malah akan semakin mempersulit penyelesaian turunan UUPA.

Komit menjaga perdamaian Aceh sejalan dengan MoU Helsinki
Janji ini kita akui sebagai pemerintah tentu Zikir menjaga perdamaian, karena tidak mungkin seorang Gubernur akan melakukan provokasi kepada masyarakat untuk berontak, tapi melihat fenomena dilapangan apalagi menjelang pemilu april 2014, Partai Nasional Aceh dan Partai Aceh seperti ingin kembali kepada zaman konflik, pertikaian kedua partai mantan kombatan GAM ini telah meresahkan banyak masyarakat dan memakan korban jiwa.

Menerapkan nilai nilai budaya Aceh dan Islam disemua sektor kehidupan masyarakat
Janji ini masih jauh bagaikan seorang “cet langet” karena pada kenyataannya pada masa kepemimpinan Zikir malah Dinas Wilayatul Hisbah yang menangani permasalahan ini semakin tidak bergairah dalam menerapkan nilai nilai syariat. Hotel yang diketahui membuka diskotik secara terang terangan pun tidak menjadi perhatian Gubernur Aceh untuk melakukan teguran atau pencabutan izin.

Menyantuni anak yatim dan kaum duafa
Janji ini secara seremoni memang dilakukan, bahkan bukan saja ditingkat Gubernur, setingkat partai pun sering melakukan santunan Anak yatim terutama pada kegiatan kegiatan ke agamaan dan maulid Nabi. Tapi dalam hal janji, kita ketahui bahwa selama masa kepemimpinan Zikir, uang yang di anggarkan untuk anak yatim pernah sempat bermasalah dan terlambat dicairkan meski pada kemudian hari dicairkan juga.

Mengupayakan penambahan kuota haji Aceh, Pemberangkatan jamaah haji dengan kapal pesiar, Naik haji bagi anak Aceh yang sudah akil baliq
Janji banyak yang membuat orang tertawa ketika membaca, bahkan terkesan mengada ngada, apalagi janji pemberangkatan jamaah haji dengan kapal pesiar, dari 3 janji di atas ini satu pun tidak tersentuh.

Menginvetarisir kekayaan dan sumber daya alam Aceh, Menata kembali sektor pertambangan Aceh
Kedua janji ini sangat penting untuk dilakukan, tapi selama 2 tahun berjalannya kepemimpinan Zikir, kedua janji ini masih jauh dari harapan, meski Menginvetarisir kekayaan dan sumber daya alam Aceh sudah dijalankan tapi menata kembali sektor pertambangan ini masih tidak ada penyentuhan sama sekali.

Menjadikan Aceh layaknya brunai darussalam dan singapura
janji ini malah terkesan mengada ngada dan ibarat mimpi disiang bolong, menjadi Aceh layaknya brunai darussalam dan singapura tidaklah cukup dengan waktu 5 tahun, karena banyak sektor yang harus di ubah, mulai dari kualitas pendidikan, kebiasaan masyarakat, kependulian masyrakat dll.

Mewujudkan pelayanan kesehatan gratis yang lebih bagus, Mendatangkan dokter spesialis dari luar negeri
Kedua janji ini adalah janji yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Aceh, melihat kesehatan adalah modal utama dalam pembangunan kesejahteraan rakyat, janji mewujudkan pelayanan kesehatan gratis yang lebih bagus saat ini memang berjalan tapi program ini tidak lebih sebagai program Gubernur masa lalu sedangkan dokter spesiali luar negeri masih ditunggu tunggu oleh masyarakat.

Pendidikan gratis dari SD hingga perguruan tinggi
Janji ini malah terkesan janji yang dibohongi, karena kita ketahui bahwa sampai saat ini program Zikir tidak mengarah kearah sana, malah banyak mahasiswa mahasiswa Aceh yang saat ini terlantar akibat tidak adanya pemberian beasiswa lanjutan kepada mahasiswa yang sudah pernah dan sedang menempuh pendidikan dari program beasiswa gubernur masa lalu.

Meberikan 1juta/KK/bulan dari dana hasil migas
Janji ini adalah janji terheboh dari ke 21 janji Zikir, bahkan janji ini sering di tuntut realisasinya oleh berbagai kalangan mulai dari mahasiswa, LSM, dan aktifis lainnya. Meski janji ini terkesan sebagai janji yang tidak masuk akal, para komunitas ataupun LSM sampai sampai melakukan pemasangan Spanduk dan pembuatan baju kaos 1jt/KK yang dijual seharga Rp.100.000,- per baju. Meski tergolong mahal tapi baju ini laku keras.

Mengangkat honorer ke PNS
Janji ini saat ini sedang ramai ramainya ditagih oleh para honorer akibat tidak lulusnya PNS pada seleksi K2 beberapa bulan lalu, akibat para guru honorer yang melakukan aksi sempat ada yang memakan korban jiwa, akhirnya 1 guru honorer meninggal dunia akibat menagih janji, tapi pasangan Zikir ini lagi lagi diam tak bersuara dan menunaikan janjinya.

Meningkatkan kesejahteraan rakyat Aceh, Membuka lapangan kerja baru, Meningkatkan pemberdayaan ekonomi rakyat, Memberantas kemiskinan dan menurunkan angka pengangguran
Secara kondisi pasar masyarakat mengetahui bahwa ekonomi melemah dan mengakibatkan kondisi pasar lesu, walaupun di pemerintahan selalu mengatakan bahwa ekonomi meningkat dan lapangan kerja terbuka tapi pada kenyataannya masyarakat menjerit dengan kondisi terhimpit, belum lagi beberapa bulan lalu yang sempat membuat bahan kebutuhan pokok melonjak naik beberapa kali. Tapi badan pusat statistik selalu memberikan data yang mengatakan ekonomi meningkat dan pengangguran menurun.

Mengajak kandidat lain untuk bersama sama membangun Aceh
Yang menarik janji ini adalah sebagai janji sifat kesatrian pasangan Zikir, kita ketahui bahwa ada 5 pasangan yang mencalonkan diri sebagai Gubernur Aceh pada masa itu, tapi dari 4 pasangan yang kalah tersebut kita lihat tidak satupun kandidat yang akhirnya di ajak oleh Gubernur Aceh untuk bersama sama membangun Aceh, bahkan konflik antara Partai Aceh (Pengusungan Pasangan Zikir) dan Partai Nasional Aceh (Partai Irwandi) yang merupakan calon gubernur perolehan suara kedua terbanyak sampai saat ini masih terus berlanjut dan memakan banyak korban jiwa. Konflik kedua partai tersebut bahkan sudah terang terangan. | END
Share:

21 Khayalan Tinggi Rakyat Aceh

Zaini Abdullah dan Muzakir manaf resmi menjadi Gubernur Aceh setelah dilantik oleh Menteri Dalam Negeri Gumawan Fauzi di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh pada tanggal 25 Juni 2012 silam, sebelumnya pasangan yang disingkat Zikir ini mampu mengalahkan 4 pasangan lainnya, bahkan pasangan Zikir mendapat perolehan suara tebanyak berkisar 55% lebih.

Kemenangannya bukanlah semata mata tanpa kerja keras dan iming imingan perubahan, visi dan misi yang disampaikan oleh pasangan Zikir ini adalah menjadi salah satu indikator dirinya dipilih dan keluar sebagai pemenang pada pilkada tahun 2012 silam, banyak janji janji yang di ucapkan pada masa kampanye menjadi harapan yang di inginkan oleh sebagian besar masyarakat Aceh. Masyarakat Aceh menaruh harapan kepada pasangan Zikir ini agar mampu menunaikan janji janji nya sehingga menjadikan masyarakat menentukan pilihannya pada pasangan Zikir ketika itu.

Ada 21 janji sebagaimana pemberitaan Serambi Indonesia yang membuat masyarakat bertanya tanya dan menagih janjinya dan diantara janji janji yang pernah disampaikan oleh pasangan Zikir tersebut saya uraikan dibawah ini sebagaimana uraian berita harian serambi indonesia (1) Mewujudkan Pemerintahan Aceh yang bermartabat dan amanah (2) Mengimplementasikan dan menyelesaikan turunan UUPA (3) Komit menjaga perdamaian Aceh sejalan dengan MoU Helsinki (4) Menerapkan nilai nilai budaya Aceh dan Islam disemua sektor kehidupan masyarakat (5) Menyantuni anak yatim dan kaum duafa (6) Mengupayakan penambahan kuota haji Aceh (7) Pemberangkatan jamaah haji dengan kapal pesiar (8) Naik haji bagi anak Aceh yang sudah akil baliq (9) Menginvetarisir kekayaan dan sumber daya alam Aceh (10) Menata kembali sektor pertambangan Aceh (11) Menjadikan Aceh layaknya brunai darussalam dan singapura (12) Mewujudkan pelayanan kesehatan gratis yang lebih bagus (13) Mendatangkan dokter spesialis dari luar negeri (14) Pendidikan gratis dari SD hingga perguruan tinggi (15) Meberikan 1juta/KK/bulan dari dana hasil migas (16) Mengangkat honorer ke PNS (17) Meningkatkan kesejahteraan rakyat Aceh (18) Membuka lapangan kerja baru (19) Meningkatkan pemberdayaan ekonomi rakyat (20) Memberantas kemiskinan dan menurunkan angka pengangguran (21) Mengajak kandidat lain untuk bersama sama membangun Aceh

Dalam 21 janji tersebut ada beberapa janji yang sangat menonjol dikalangan masyarakat saat ini dan menjadi harapan bagi rakyat Aceh untuk segera dipenuhi oleh pasangan Zikir ini. 

Tapi apakah Zikir berserta para tim sukses nya benar benar menyampaikan janji tersebut kepada rakyat Aceh semasa kampanyenya. Namun menurut catatan serambi Indonesia janji tersebut disampaikan oleh tim kampanye Zikir sebanyak 55 kali kampanye mulai 22 maret – 5 april 2012 ditingkat kabupaten maupun provinsi atau jangan jangan para tim sukses Zikir mulai cuci tangan dengan seolah olah tidak melakukan atau menyampaikan janji janji tersebut. Melihat dari 21 janji yang disampaikan pada masa kampanye tersebut sampai saat ini pada saat masa jabatan yang sudah memasuki angka 2 tahun, tidak satu pun janji tersebut terealisasi se utuhnya. | PART 1
BACA PART 2 |  RAKYAT ACEH KETIPU LAGI
Share:

Media Bayaran

Media dalam komunikasi berasal dari kata "mediasi" karena mereka hadir di antara pemirsa dan lingkungan. Istilah ini sering digunakan untuk menyebutkan media massa, begitulah penjelasan dari wikipedia. Kemudian wikipedia juga menjelaskan tentang kebebasan media adalah hak yang diberikan oleh konstitusional atau perlindungan hukum yang berkaitan dengan media dan bahan-bahan yang dipublikasikan seperti menyebar luaskan berita tanpa adanya perlakuan atau sensor dari pemerintah.


Ditengah kebebasan media yang diberikan secara lebih luas oleh pemerintah sejak jatuhnya rezim orde baru, banyak orang yang mencoba mengambil keuntungan dalam hal kebebasan tersebut, keuntungan yang di ambil berbagai macam mulai dari keuntungan bisnis dan politik untuk menggiring opini publik ke arah tertentu dengan jasa bayaran tanpa harus mengedepankan fakta dan independensi media, sehingga “Media Bayaran” menjadi  istilah umum yang di ungkapkan oleh berbagai pihak yang tidak puas dengan pemberitaan dengan fakta yang sebenarnya.

Sebut saja misalnya kejadian kasus kasus tertentu, kemudian ada pihak yang membayar media untuk menggiring opini publik ke arah kasus tersebut sehingga mengubah stigma berpikir masyarakat, padahal penyampaian media tersebut tidak dijamin kebenarannya. Apalagi banyak media yang dikuasai oleh politisi dan pengusaha sehingga membuat media bungkam dibeberapa kasus kasus tertentu dan blak blakan juga di kasus kasus tertentu, semuanya di atur menurut kepentingan kepemilikan media dan “siapa yang bayar”.

Siapa siapa saja pemilik media nasional di indonesia, dalam hal ini coba kita ungkapkan media media besar yang diperhitungkan pengaruhnya terhadap penciptaan opini publik. Dia adalah Hary Tanoesudibjo raja media yang hampir menguasai rata rata media besar di Indonesia seperti RCTI, MNC, Global TV, Okezone dll yang saat ini menjadi Ketua Pembina Partai Hanura, kemudian Jacob Oetama pemilik Kompas yang merupakan media terbesar di Indonesia, Dahlan Iskan pemilik jawa pos, tempo, JPNN dll seorang Menteri yang saat ini menjadi peserta konvensi partai demokrat,  Surya Paloh pemilik Metro TV dll yang merupakan pendiri partai Nasdem dan merangkap sebagai ketua umum, Chairul Tanjung pemilik Trans Corporation didalamnya ada Trans TV, TV7 dll , Aburizal Bakrie pemilik TV One, ANTV, Vivanews dll yang saat ini menjabat sebagai ketua umum partai Golkar dan juga mencalonkan diri sebagai Presiden Indonesia pada tahun 2014 ini.

Pengaruh media terhadap pengiringan opini publik memang sangat disadari oleh para politisi dan pengusaha pengusaha, untuk memuluskan keinginannya seorang pengusaha dan politisi haruslah memiliki media, seperti apa yang pernah di ungkapkan oleh Sekjen PPP M Romahurmuziy pada Rakernas Perhimpunan Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia di hotel Sultan Jakarta rabu 1/3/2014 "Ingin kuasai Indonesia, kuasai media. Itulah kuncinya" diberitakan oleh tribunnews.com.

Setiap pengusaha dan politisi selalu berlomba lomba untuk menjadi patnernya media, bahkan wartawan peliharaan pun menjamur dikalangan politisi dan pengusaha, akibatnya yang terjadi adalah kebebasan pers yang diberikan oleh pemerintah kepada media disalah gunakan, independensi media semakin hari semakin diragukan, belum lagi banyak lahir media media abal-abalan yang biasanya hanya mengandalkan berita copy paste dan berita bayaran atau media provokasi yang bersifat politis untuk menjatuhkan lawan lawan tertentu.


Lalu sampai kapan pemerintah membiarkan media menjadi alat politik praktis, bukankah pengiringan opini publik yang tidak berdasarkan fakta dan idependensi adalah sebuah kebohongan dan pembodohan publik yang dilakukan secara terang terangan. 
Share:

Jokowi Atau Tri Rismaharini

Tri Rismaharini dan Jokowi adalah dua sosok yang kini paling banyak diperbincangkan oleh masyarakat indonesia. Mereka berdua merupakan pejabat publik yang diperbincangkan berkat kesuksesannya memimpin dan kesederhanaan yang dimiliki oleh mereka mampu memikat hati masyarakat Indonesia

Tri Rismaharini adalah walikota surabaya yang sebelumnya adalah Kepala Dinas Pertanaman dan Kebersihan, kemudian berkat kesuksesannya menjadi kepala dinas beliau dilirik oleh PDIP untuk di usung sebagai walikota surabaya berpasangan dengan Bambang Dwi Hartono, sepanjang sejarah indonesia pasca reformasi, Tri Rismaharini adalah walikota pertama dari perempuan yang dipilih secara lansung di indonesia. Sejak kabar keinginannya untuk mengundurkan diri sebagai walikota menjadi perbincangan hangat diberbagai media nasional membuat berbagai pihak bersuara meminta dirinya untuk tidak mengundurkan diri, warga surabaya ramai ramai menggalang suara untuk mempertahankan Tri Rismaharini sebagai walikota surabaya. Kabar keinginan mundurnya adalah di awali ketika Wisnu dilantik sebagai wakil walikota tanpa persetujuan atau meminta pendapat pada dirinya. 

Kemudian Joko Widodo atau sapaan akrabnya jokowi, merupakan mantan walikota solo, semasa menjabat walikota solo jokowi mampu menarik hati masyarakat solo melalui kesederhanaan dan gaya blusukannya sehingga dipilih oleh masyarakat solo untuk menjabat walikota kedua kalinya, dukungannya pada mobil esemka yang merupakan buatan anak anak SMK solo menjadilan jokowi dikenal luas oleh publik, apalagi ketika mobil esemka tersebut dijadikan sebagai mobil dinasnya, namun pada saat mobil esemka sedang dilirik oleh pasar industri untuk dilakukan produksi massal, jokowi memutuskan untuk mencalonkan diri menjadi gubernur jakarta, pencalonan jokowi sebagai gubernur jakarta tidak mendapat kritikan sedikitpun dari kalangan masyarakat solo, padahal jokowi masih menjabat walikota solo ketika itu, hingga akhirnya jokowi memenangkan pilkada di jakarta dan mengantarnya sebagai gubernur jakarta. Akhirnya pun mobil esemka hilang dan lenyap tidak kita ketahui entah sampai kemana produksinya.

Saat ini Jokowi dan Tri Rismaharini dilirik oleh berbagai pihak, media pun tak segan segan mempopulerkan kedua sosok ini sebagai kandidat capres maupun cawapres terkuat saat ini, yang diperkirakan jika salah satu di antara mereka maju tidak akan ada partai dan sosok manapun yang mampu menandinginya.

Kedua sosok tersebut jika disinggung tentang pencapresan dirinya akan kita dapatkan jawaban yang berbeda beda.

Tri Rismaharini menjawab secara gambling di mata najwa yang disiarkan oleh Metro TV “jadi pemimpin kok main saing-saingan, berat itu lo pertanggungjawabannya” kemudian Najwa Shihab bertanya, tidak ada niatan sama sekali, Tri Rismaharini menjawab secara gamblang “Tidak, saya tau siapa saya, saya engak punya apa apa”


Jokowi dalam berbagai kesempatan yang di cerca wartawan mengenai pencalonan dirinya sebagai Capres, Jokowi selalu menjawab terserah partai saja, tanya partai saja, terserah ibu ketua saja. Jawaban Jokowi sangat diplomatis dan dari segi jawabannya berpeluang besar untuk dicalonkan, namun menurut saya jawaban Jokowi sangat politis, Jokowi tidak mau dirinya di anggap sebagai orang yang gila jabatan, maka selalu menjawab terserah partai, tanya partai saja dan tanya ketua saja dan itu berbeda dengan jawaban Tri Rismaharini yang menjawab secara gamblang tidak mau dicalonkan sebagai capres maupun wapres.
Share: