• I am an introvert who like to read books and also writing, interest in politics and photography a master student of Industrial Engineering of Syiah Kuala University

  • Do not give up just because it failed at the first opportunity. Something precious you will not have it easily. Keep trying

  • Happiness is a choice. You can choose to be happy. There’s going to be stress in life, but it’s your choice whether you let it affect you or not

  • Kebaikan dalam kata-kata menghasilkan kepercayaan diri, Kebaikan dalam berpikir menghasilkan kebesaran, Kebaikan dalam memberi menghasilkan cinta – Lao Tzu

  • Saya percaya bahwa setiap kejadian dalam hidup terjadi dalam kesempatan untuk cinta, bukanlah ketakutan - Oprah Winfrey

Sulitnya Jadi Pribadi Introvert

Perkara kepribadian manusia memang macam macam, namun hal tersebut terbagi dalam tiga istilah yaitu, Introvert, Ekstrovert dan Ambivert. Kepribadian Introvert adalah pribadi yang pendiam dan hobinya menyendiri, susah bergaul dan kurang suka dengan keramaian. Kemudian pribadi ekstrovert adalah pribadi yang hobinya bicara terus, suka ngumpul dan mudah berkawan dalam waktu singkat, sedangkan pribadi Ambivert adalah gabungan dari dua kepribadian itu, yaitu kadang kadang suka kumpul dan ngobrol dengan banyak orang, kadang pula ingin menyendiri dan mengasingkan diri. Dari ketiga kepribadian itu, pribadi yang sempurna adalah Ambivert, ia menjadi sosok yang sempurna dalam hal kepribadian karena mampu beradaptasi dengan hal dan siapa saja.

Menjadi pribadi Introvert adalah yang paling sulit, kerap kali sosok Introvert ini di cap sebagai orang sombong,  kemudian susah sekali beradaptasi dengan lingkungan baru, ia juga menjadi pribadi yang misterius, sulit ditebak, tapi dibalik itu semua, jika orang sudah dekat dengan sosok yang berkepribadian Introvert bakal mengetahui mengapa ia bersikap seperti itu dan dengan perlahan lahan orang yang dekat dengan pribadi Introvert, label sombong akan menghilang sendirinya.

Menjadi sosok Introvert memang tidak mudah, apalagi jika terus harus beradaptasi dengan lingkungan baru, sulit sekali untuk cepat akrab dengan orang yang baru, apalagi sifat pendiam yang kadang membuat orang enggan untuk mengajak bicara. Pribadi Introvert juga pemikir yang terlalu dalam pada suatu hal tindakan, sebelum ia bertindak maka ada banyal hal yang ia pikir dampak positif dan negatifnya, pikirannya terus menerawang yang kadang bagi orang ekstrovert itu gak penting banget untuk dilakuin. Tapi begitulah sifat dan kepribadian dari Introvert.

Dalam dunia politik, orang orang Introvert tentu tak banyak, karena politik adalah seni untuk beradaptasi dengan cepat, sedangkan Introvert adalah orang yang tidak mampu melakukan hal tersebut, bagi Introvert beradaptasi adalah pekerjaan terberat, tapi bukan berarti tidak ada, di Aceh Selatan misalnya ada Bupati yang saat ini menjabat yaitu Teuku Sama Indra yang memiliki kepribadian Introvert, kemudian Muzakir Manaf mantan Wakil Gubernur Aceh, tokoh politik nasional ada Anas Urbaningrum mantan Ketua Umum Partai Demokrat, mereka adalah orang orang beruntung yang berkepribadian Introvert namun berhasil berkarir dalam dunia politik. Sedangkan tokoh tokoh dunia yang berkepribadian Introvert adalah seperti Bill Gates, Albert Einstein, Mahatma Gandhi, Abraham Lincoln dan ada banyak tokoh dunia lainnya yang berkepribadian Introvert. 

Sosok berkepribadian Introvert ini adalah sosok yang lebih banyak menghabiskan waktu menyendiri, sosok ini lebih banyak mengekpresikan diri dengan tulisan dan gagasan gagasan lainnya. Sosok ini adalah pemikir yang dalam dan matang dalam berbagai hal tindakan, ketika ia ingin melakukan hal sesuatu adalah yang ia pikir efek dari itu, maka dari itu karena terlalu dalam pemikirannya, kepribadian Introvert sangat sulit untuk beradaptasi secara cepat, ia butuh waktu dan proses.

Introvert ini kerap kali dihadapkan pada lingkungan yang tidak mengenakan, karena kepribadiannya yang kerap salah diartikan oleh banyak orang, sebagai pendiam dan tidak pandai bergaul menjadi sosok introvert kerap kali terasing dalam dunia keramaian, maka seperti kegiatan pesta, konser, dan kegiatan keramaian lainnya ibarat neraka bagi seorang Introvert, karena tentunya ia tak menikmatinya sama sekali. Ramai tapi kesepian, maka tak jarang orang orang Introvert ini jika dalam kegiatan seperti itu ia terlihat murung dan tak menikmati suasananya.

Bagi sosok introvert, menemukan pasangan Ektrovert adalah harapan, karena pertemuan Introvert dan Ektrovert diharapkan mampu mencairkan suasana hidup, tak selalu dalam kekakuan, dan mampu mengisi kekurangan kepribadian Introvert. Nah,,,, pahitnya lagi, bagi sosok introvert, menemukan pasangan juga perkara yang sangat sulit, apalagi bagi seorang cowok.

Share:

Gubernur Aceh Keren

Pasca dilantik 05 Juli 2017 yang lalu, Irwandi Yusuf resmi menjadi Gubernur Aceh yang kedua kalinya setelah pensiun 5tahun yang lalu karena kalah dalam pertarungan Pilkada 2012, pasca kekalahan tersebut ia menghabiskan waktu untuk berbenah diri, yang artinya ia fokus dalam beberapa hal, diantaranya membangun konsolidasi dan citra dirinya yang kadung jelek bahkan sampai pada label "Penghianat", akhirnya ia berhasil merebut citra dirinya kembali dan dipercayakan kembali oleh masyarakat

Selain itu, 5tahun pensiun ia juga menghabiskan waktu untuk belajar menerbangkan pesawat dan kemudian ia membeli pesawat mini jenis Shark Aero yang muat dua orang dengan harga 50% dari harga asli, ia diberikan diskon karena menjadi agen untuk penjualan pesawat jenis tersebut, Irwandi juga mengklaim bahwa dia adalah orang pertama yang memiliki pesawat tersebut di Asia

Kini setelah menjabat kembali sebagai Gubernur Aceh, ia menjadi satu satunya Gubernur di Indonesia yang mampu menerbangkan pesawat, bahkan ia sudah melakukan perjalanan dinas dengan pesawatnya ke Sabang dan Aceh Utara, perjalanan dinasnya ke Aceh Utara untuk melantik Bupati Aceh Utara dan Walikota Lhokseumawe mendapat perhatian dari berbagai media nasional, bahkan kompas, media indonesia dan media lainnya mengulas hal tersebut

Maka patut lah berbangga, Aceh memiliki Gubernur yang mampu memberikan warna dan perhatian bagi publik, semoga kehadiran kembali Irwandi Yusuf dapat memberikan kesejahteraan bagi kehidupan perekonomian masyarakat Aceh. Ada begitu banyak harapan yang diemban kepada Gubernur terpilih itu

Selamat bekerja Kapten... 
Terbangkan 5juta lebih rakyat Aceh menuju negeri kejayaan 
Share:

Rusaknya Moral Ureung Aceh

Informasi yang paling cepat berkembang dan trending di Aceh adalah terkait dua hal, pertama tentang mesum, kedua tentang politik dan pemerintahan. Dua hal tersebut kerap kali menjadi perbincangan hangat dalam media online maupun media sosial. Isu negatif yang sering mewarnai dunia internet tersebut memberikan pesan moral yang tak baik pula bagi masyarakat Aceh. Artinya kita masih dihadapkan pada simbolisme keagamaan, tapi minim dalam segala tindakan kehidupan yang mencerminkan nilai nilai Islam itu sendiri. Kita dengan muda melihat orang orang menumpahkan sumpah serapahnya dalam dunia maya misalnya, padahal perilaku tersebut jauh sekali dari peradaban yang seharusnya syariah yang sedang kita galakkan di bumi yang pertama kali datangnya Agama Islam ke Nusantara ini.

Disatu sisi kita begitu bangga dengan sebuah lebel "Serambi Mekkah" kemudian ditambahkan lagi dengan aturan penerapan Syariat Islam, setidaknya dua nama besar yang kita sandang itu menjadi kiblat kehidupan ummat muslim di Indonesia, bahkan di Asia, tapi perilaku perilaku manusianya jauh dari sifat sifat yang Islami, yang juga diajarkan oleh Baginda Nabi Besar Muhammad SAW yang kita sanjungi dan juga menjadi suri tauladan bagi ummat manusia di akhir zaman ini.

Sebagai contoh misalnya, yang paling sering kita temui, jika suatu kasus yang menyangkut dengan pelaku mesum, orang orang kita dengan senang hati dan berbangga melakukan penyebaran informasi yang sangat vulgar keranah media sosial, bahkan aib orang begitu bangga kita sebarkan, menghujat, menghina, memaki sampai pada sumpah serapah dan kata kata tak pantas acap kali keluar dari mulut kita.

Yang kita lakukan adalah mengabaikan bahwa perbuatan riya diatas aib orang adalah perbuatan yang juga tak diperbolehkan dalam agama Islam, kita melupakan perihal itu karena terlalu bereforia pada kesalahan orang, sehingga melupakan kesalahan kita sendiri, kita terlalu sibuk dengan aib orang sehingga melupakan bahwa janji Allah, siapa yang mengumbar aib orang, akan diumbar pula aib nya, menutup aib orang lain, ditutup pula aib kita.

Ada pula sebuah pepatah dalam Islam yang mengatakan “Siapa yang membuka aib orang lain, sama dengan memakan bangkai”. Kita lupa pada hal hal seperti ini. Betapa mengerikannya moral generasi Aceh, jika orang tua dan pemerintah tak bisa mendidik generasi Aceh, maka apa gunanya dua nama besar yang kita sandang di Aceh saat ini, tapi aklak dan moral generasi kita sudah jauh melenceng dari kehidupan sebagaimana layaknya masyarakat Muslim.

Kemudian soal politik dan pemerintahan, acap kali kecurigaan dan sumpah serapah atas ketidakpuasan batin kita diumbar kemedia sosial misalnya, dengan berbagai sumpah serapah yang jauh sekali cerminan sebagai seorang muslim. Kita lebih senang menghujat, menghina dan mengkritik dibandingkan melakukan upaya bantuan terhadap pemerintah agar negeri ini dapat berkembang, nafsu syahwat kita akan sebuah impian yang namanya "perubahan dan kesejahteraan" tidak dibarengi dengan perbuatan kita untuk menuju kearah itu, maka puncak dari itu yang selalu kita salahkan adalah pemimpin. Disamping itu kita melupakan bahwa mencintai pemimpin adalah bagian dari perintah dalam agama Islam, maka tak heran berbagai berita hoax dan kekurangan pemimpin kita umbar dengan berbangga hati, seolah olah kepuasan kita terletak pada menghina orang lain dan merendahkan martabat orang lain.


Bagi yang berpikir jauh, tentu nama besar yang kita sandang dan mencerminkan kehidupan muslim agaknya memalukan, ada ketidakpantasan simbol yang kita sandang jika dibanding dengan perilaku ini, setidaknya akibat dari perilaku moral kita menambah daftar panjang tercorengnya agama yang mulia dan telah benar diajarkan oleh Baginda Nabi Muhammad.

Mudah mudahan orang tua dan pemerintah, sudah mulai serius membangun dan mendidik generasi Aceh untuk beraklak dan bermoral layaknya berperilaku sebagai Muslim yang benar, tidak lagi disibukkan pada simbol simbol besar yang akhirnya akan memberikan dampak negatif kepada Aceh dengan dua status besar yang disandangnya.

Mengerikan...!!!
Share:

Cerita Hidup Dari Sosok Nenek & Kakek

Nenek dan Kakek, kira kira umur mereka sekarang berkisar 88tahun dan sudah melalui kehidupan dengan 4 fase bendera yaitu (Jepang, Belanda, RI, Aceh), mungkin juga ini satu satunya pasangan suami istri yang masih hidup sehat setidaknya untuk dikampung ini, memiliki Cucu berkisar 25 orang dan sudah punya cicit berkisar 5 orang. Beliau juga menjadi saksi sejarah yang melihat langsung kekejaman Jepang yang datang ke Aceh pada tahun 1942, Kakek bercerita dengan baik setiap kejadian atas perlakuan Jepang terhadap rakyat Aceh kala itu, begitu pula nenek pernah saya mendengar langsung beliau berkisah tentang perlakuan tentara Jepang terhadapnya yang kala itu masih anak anak, bahkan Kakek semalam juga bercerita tentang Jepang ketika ada tamu yang menanyakan perihal penjajahan Jepang kala itu. Kondisi Kakek saat ini beliau masih bisa berjalan tapi harus dengan bantuan dipapah.

Berbeda dengan Nenek yang beberapa hari in bicara kadang kadang ngacau, kadang ia kerap bicara hal yang sudah berlalu. Menurut penuturan Cecek (Adik Ibu - Bibi), Nenek sudah mulai bicara ngaur sejak berapa bulan ini, daya ingat beliau melemah, bahkan sering barang yang beliau simpan tidak lagi beliau ingat dimana letak disimpannya, ia juga tak mampu lagi berjalan sama sekali, akibat kakinya yang sudah melemah, jika penglihatan Kakek sekarang sudah mulai rabun jauh, tapi Nenek masih bisa melihat dengan jelas.

Dalam puasa tahun ini, Kakek hanya sanggup berpuasa enam hari, sedangkan Nenek jauh lebih sanggup, Nenek hanya tinggal beberapa hari puasanya. Dan Alhamdulillah pada puasa terakhir ditahun ini bisa berbuka puasa bersama Nenek, menjelang berbuka Nenek berucap "Wahyudi (panggilan akrab keluarga masa kecil), duduk disini, saya dari kemarin ingin berbuka puasa dengan kamu" ujarnya dalam bahasa Aceh. Hampir disetiap kepulangan ku kekampung ia selalu mengucapkan rindu ingin bertemu, maklum saja kedekatan ku dengan Nenek seperti Anak dan Ibu.

***
Saya menghabiskan masa kecil disini, dari kecil diasuh oleh Nenek dan Kakek, bahkan katanya ASI pun dari Nenek, maka tak heran saya memanggil mereka berdua dengan sebutan Mamak dan Bapak. Pernah pula cucu cucu lain protes karena perlakuan Nenek terhadapku berbeda dengan cucu lainnya, Nenek sering menjawab, pantas saja aku memperlakukan ia berbeda karena aku adalah orang yang membesarkannya sejak bayi, dan soal disindir dari cucu serta termasuk anaknya (Abang dan Adik Ibu) sebagai "cucu kesayangan" kerap kali kudapat dan kudengar.

Nenek kerap kali senyum senyum saja jika ada yang menyindir aku sebagai cucu kesayanganya, karena ia pun tak menafikan kenyataan itu, bahkan Kakek juga melakukan hal yang sama.

Saya juga menjadi saksi bagaimana kehidupan dan geliat keramaian rumah ini ketika mereka berdua masih dalam keadaan sehat dan bugar. Rumah yang dikenal pantang sepi ini karena begitu banyak orang yang tinggal dan sekedar singgah dirumah ini. Nenek dikenal dengan orang yang sangat senang menerima tamu dan datang kerumah, banyak saudara juga yang tinggal dan singgah disini.

Jika lebaran tiba, dari lebaran pertama sampai ketiga kala itu tak pernah sepi baik siang dan malam, bahkan keluarga kerap kali kualahan menerima tamu sampai tak bisa bertamu kerumah lain akibat sibuk menerima tamu dirumah, dan juga ketika anak beliau yang laki laki salah satunya meninggal akibat penyakit yang diderita, rumah ini tak sepi orang yang datang baik berkunjung maupun rombongan tahlilan, dari hari pertama sampai ketujuh, dalam sehari bisa ada 3-5 kali rombongan tahlilan datang kerumah ini. Secara pribadi saya sungguh mengagumi sosok beliau berdua ini. 

Kakek seorang yang berkarakter keras tapi penyayang dan memperhatikan hal-hal kecil, bahkan jika barang beliau ada yang memegang tanpa se izin beliau, maka beliau dengan mudah mengetahuinya, karakter yang disiplin dan melakukan aktivitasnya dengan sangat teratur setiap hari, mulai bangun subuh sampai pekerjaan beliau sampai sore hari, dan juga penyayang binatang kucing dan anjing. Jika ada yang mengganggu binatang kesayangan beliau siap-siap saja dimarahinya, bahkan kami tak pernah diizinkan untuk memukulnya, bahkan mengganggunya sekalipun, tak jarang ia memarahi anaknya jika ada yang terlambat kasih makan kucing ketika beliau tak ada dirumah, jika Kakek makan dirumah hal yang pertama ia lakukan sebelum makan adalah memberi makan kucingnya terlebih dahulu baru kemudian ia makan.

Sedangkan Nenek berkarakter lembut dan penyayang, beliau sangat menyukai anak anak, bahkan jika ada keluarga yang jarang mengunjungi beliau, maka beliau pasti menanyakan perihal itu dan beliau juga orang yang sangat menyukai bepergian, tak pernah ia lewatkan undangan sanak familinya, jika ia tak bisa pergi maka pasti ada keluarga yang diutusnya. Begitulah beliau menjaga hubungan baik dengan keluarga besar, termasuk keluarga jauh sekalipun yang kadang saya pun tak mengenal sama sekali, bahkan beliau dengan mudah dan mengenal semua silsilah keluarga yang padahal hubungannya pun kadang sudah sangat jauh.

Tapi, keramaian itu perlahan lahan berubah, saya merasakannya beberapa tahun belakangan termasuk tahun ini, setelah semua anaknya menikah, rumah sudah mulai sepi, suasana rumah ketika lebaran jauh berbeda, bahkan suasana hari hari biasa pun sudah jauh berbeda dan sangat sepi, tidak seramai dulu, jika dulu tak pernah sepi, sekarang lebaran ketiga rumah sudah sepi dan hari hari biasa juga jauh lebih sepi.


Semoga beliau berdua tetap dalam keadaan sehat wal afiat dan masih bisa bertemu pada bulan Ramadhan mendatang... Amiiinnn
Share: