• I am an introvert who like to read books and also writing, interest in politics and photography a master student of Industrial Engineering of Syiah Kuala University

  • Do not give up just because it failed at the first opportunity. Something precious you will not have it easily. Keep trying

  • Happiness is a choice. You can choose to be happy. There’s going to be stress in life, but it’s your choice whether you let it affect you or not

  • Kebaikan dalam kata-kata menghasilkan kepercayaan diri, Kebaikan dalam berpikir menghasilkan kebesaran, Kebaikan dalam memberi menghasilkan cinta – Lao Tzu

  • Saya percaya bahwa setiap kejadian dalam hidup terjadi dalam kesempatan untuk cinta, bukanlah ketakutan - Oprah Winfrey

Propagandis Pedang Untuk Islam

Muslim-Muslim di Eropa hingga sekarang masih bekerja keras berkampanye untuk membantah orang-orang skeptis dan non muslim yang mengatakan bahwa "Islam disebarkan dengan Pedang". Sejarawan seperti De Lacy O’Leary di era 40an juga ikut membantu dalam bukunya dengan membuktikan opini yang berkembang tentang "Islam dan Pedang", ia menyebut sebagai "mitos luar biasa fantastis".

Sejarawan terkenal lainnya Thomas Carlyle dalam bukunya “Heroes and Hero Worship” di era 40an juga ikut membantu dengan tegas mengatakan "tentu saja pedang, Itu adalah pedang Intelektual". Ia juga menyebutkan bahwa pada awalnya pastilah sebuah opini minoritas yang ada dalam kepala satu orang saja.

Di era sekarang juga ada dr. Zakir Naik yang selalu berdakwah dan mendapat pertanyaan tentang "Islam dan Pedang" ia selalu berusaha membuktikan bahwa apa yang berkembang dan apa yang dipercayakan orang-orang non muslim terhadap hal tersebut tidak benar adanya, ini hanyalah propaganda media yang dikuasai kapitalis dan non muslim untuk urusan bisnis maupun politik.

Kemudian ada juga gurunya dr. Zakir Naik yaitu Yusuf Estes yang pernah melakukan debat kusir dengan pendeta Amerika yang mengolok dirinya tentang "Islam dan Pedang", akhirnya Yusuf Estes membuktikan dengan gamblang tentang yang disangkakan terhadap Islam selama ini.

Yusuf Estes dan dr. Zakir Naik dalam menyangkal tuduhan-tuduhan dunia barat terhadap Islam yang menyebarkan lewat pedang dengan menjelaskan ayat-ayat Al Quran disamping dengan membuktikan fakta-fakta sejarah yang ditulis dalam buku seperti karya sejarawan terkenal De Lacy O’Leary dan Thomas Carlyle.

Ia juga membuktikan fakta sejarah dengan membuktikan Negara-negara yang pernah dikuasai oleh Muslim seperti Spanyol yang memerintah selama sekitar 800 tahun dan tidak pernah menggunakan pedang untuk memaksa orang berpindah agama. Setelah itu, kaum salibis datang ke Spanyol dan nyaris menyapu bersih kaum muslimin. Tidak ada seorang muslim pun di Spanyol yang bisa terang-terangan mengumandangkan azan.

Kemudian kaum muslimin adalah penguasa tanah Arab selama 1400 tahun. Selama beberapa tahun Inggris berkuasa dan beberapa tahun juga Perancis berkuasa. Secara keseluruhan, kaum muslimin berkuasa di tanah Arab selama 1400 tahun. Namun, saat ini ada 14 juta orang arab yang memeluk Kristen koptik selama ratusan generasi. Apabila orang Islam menggunakan pedang, tentu tidak ada satupun orang Arab yang tetap beragama Kristen.

Kaum muslimin memerintah India selama sekitar 1000 tahun. Dengan waktu yang sekian lama kaum muslim punya kekuatan untuk membuat setiap non muslim India masuk Islam. Kini, lebih dari 80% penduduk India adalah non muslim. Semua orang India non muslim itu adalah saksi bahwa Islam tidak disebarkan dengan pedang.

Sebuah artikel dalam Reader’s Digest ‘Almanac’, tahun 1986, menyampaikan data statistik tentang peningkatan persentase agama-agama di dunia dalam setengah abad, yaitu dari 1934-1984. Artikel ini juga dimuat dalam majalah “The Plain Truth“. dalam artikel tersebut, Islam menduduki tempat teratas dengan peningkatan 235%, sedangkan Kristen hanya meningkat 47%. Peningkatan yang sungguh signifikan itu, tidak ada satupun Negara-negara yang melakukan pemaksaan dan pedang oleh kaum muslim untuk memeluk Islam.

Share:

Habib Rizieq Pulanglah

Saat Ahok melakukan penistaan terhadap Agama Islam (Terpidana 2 tahun) yang kita lakukan adalah melaporkan kepada Kepolisian, mengapa kita melaporkan kepada kepolisian, intinya karena kita percaya melalui proses peradilan Ahok akan diadili, lebih intinya lagi bahwa kita percaya bahwa hakim adalah orang yang berhak memutuskan kesalahan Ahok. Jika kita tidak percaya kepolisian, jika kita tidak percaya pengadilan, jika kita tidak percaya hakim, tidak mungkin kita dalam kondisi yang waras melakukan pelaporan kepada orang yang kita tidak percayai untuk diadili.

Begitu pula dengan kehadiran ummat muslim ke Ibu Kota Jakarta, yang melakukan tuntutan "Adili Ahok", bukan ingin "Mengadili Ahok", artinya secara keseluruhan ummat muslim masih menjadikan Pengadilan sebagai sumber keadilan. (kita tidak sedang bicara keadilan Tuhan). Karena ummat Islam masih menjadikan Indonesia sebagai sebuah negara hukum.

Belum selesai kasus Ahok, kasus baru muncul yaitu Habib Rizieq, sang tokoh fenomenal ini dituduh melakukan dugaan perbuatan asusila, sudah pernah diperiksa dan lawan chatingan ditetapkan sebagai tersangka.

Ada sebuah ketidakwarasan dalam kita menyikapi kasus Habib Rizieq ini, orang orang menuduh Habib Rizieq dikriminalisasi, di fitnah, dan lebih jauh lagi di fitnah dan dikriminalisasi oleh pemerintah yang berkuasa dalam hal ini Jokowi, itulah tuduhan kita atas kasus yang menimpa Habib Rizieq, anehnya orang orang mendukung Habib Rizieq untuk tidak pulang ke Indonesia.

Padahal kasus Habib Rizieq baru sebatas saksi, baru sebatas pemeriksaan, lalu mengapa kita dengan keji menuduh orang lain (Kepolisian, Pengadilan, Pemerintah) melakukan kriminalisasi, melakukan fitnah dan hal lainnya, sedangkan kita tidak tahu dan belum tahu akan seperti apa ujung dari proses pengadilan terhadap kasus Habib Rizieq. Tapi kita telah menjadi Hakim tanpa proses pembuktian dengan yakin menuduh pihak yang berwenang.

Semoga Habib Rizieq pulang dan membuktikan tuduhan atas dirinya dan tetap mempercayai pengadilan seperti percaya ketika ia meminta Ahok untuk diadili seadil adilnya. Jika Habib Rizieq tidak melakukan seperti yang dituduhkan dan tidak melanggar hukum maka saya yakin ia akan bebas. Kita percayakan pada Hakim karena ialah orang yang berhak memutuskan, dan kita percaya bahwa kebenaran pasti menang, begitu pula saya meyakini keyakinan Habib Rizieq.

Jika setiap orang yang merasa dikriminalisasi bisa pergi dari Indonesia untuk menghindari proses hukum, maka akan banyak orang yang terduga koruptor yang nantinya pergi keluar negeri dengan alasan "Kriminalisasi".

Maka, pulang dan buktikan adalah sebuah solusi.


Share:

Awal Perseteruan Ahok vs Habib Rizieq

Firza Husen resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Polisi kemarin dengan berpegang pada 2 alat bukti, terkait kasus Chat Mesum dan foto porno yang diduga bersama Habib Rizieq melalui Watshapp. Habib Rizieq masih berada di Arab hingga saat ini, Pria Heroik ini sudah pernah di periksa dan kemudian ditengah berbelit kasus ia memutuskan untuk Umrah, pasca selesai Umrah ia tak kunjung juga pulang, kemarin tersiar kabar ia terbang dari Arab ke Malaysia untuk menyelesaikan Doktornya, bukannya langsung pulang ke Indonesia, tapi ia kembali terbang ke Arab. Kejadian itu membuat ia kian di tertawakan dan dianggap melarikan diri dari jeratan kasus Hukum yang sedang dihadapinya.

Mari kita tarik kembali memori dari awal peristiwa, yaitu dalam 3 tahun pasca selesai Pilpres 2014, Indonesia mulai dihadapkan pada persoalan serius, pasca Pilpres yang kemudian dimenangkan oleh Jokowi dan secara otomatis dan legal hukum, Ahok (Basuki Tjahaja Purnama) menjadi Gubernur DKI Jakarta menggantikan Jokowi. Pasca pergantian itu, FPI yang dikomandoi Habib Rizieq berulang kali melakukan penolakan terhadap Ahok, bahkan FPI juga sempat melakukan perlawanan dengan membuat Gubernur tandingan, bahkan FPI menyebut Ahok Gubernur Palsu "Jika ada gubernur palsu datang ke kampung-kampung, kita timpukin telor busuk. Tolak gubernur palsu, gubernur kita itu Bang Rozi. Bikin stiker Bang Rozi gubernur kita bukan Ahok” Sebut Habib Rizieq disalah satu media nasional, Senin (1/12/2014),. Tapi upaya upaya yang dilakukan FPI selalu kandas, Ahok terlalu kuat untuk dipatahkan, begitulah kenyataan yang saya lihat.

Perselisihan Ahok dengan FPI kian panas dengan sikap Ahok yang juga melakukan perlawanan terhadap FPI. Bahkan Ahok berulang kali mengucapkan kata-kata kasar terhadap FPI, diantaranya “Kami sudah bosen (FPI) bikin macet Jakarta saja. Udah teriak-teriak kebencian lagi. Dan pengecut juga kan, cuma bisa hasut-hasut orang untuk nimpuk-nimpuk saya segala macem” Ujar Ahok dalam sebuah media nasional, di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (10/11/2014).

Kepulauan Seribu adalah malapetaka terhadap Ahok, pasca beredarnya Video Ahok yang sedang berbicara mengenai surat Al Maidah ayat 51, video tersebut menjadi viral dan memancing kemarahan ummat Islam. Ahok dituduh telah menghina Ayat Al Quran dan terlalu jauh masuk kedalam Agama yang tak ia ketahui. Pasca kejadian tersebut, ummat Islam berulang kali melakukan aksi menuntut Ahok untuk dihukum, ummat Islam yang merasa pemerintah pilih kasih dan memperlakukan Ahok istimewa membuat ummat Islam kian berang, jutaan manusia berpakaian putih kerap kali memenuhi Kota Jakarta dengan membawa tuntutan yang sama "Hukum Ahok".

Peristiwa tersebut bukan saja membuat ummat Islam marah, tapi telah membuat ummat Islam bersatu, dimana sebelumnya kita ketahui bahwa ummat Islam di Indonesia kian pecah belah, Peristiwa Ahok lah yang membuat ummat Islam bersatu.

Peristiwa penghinaan Al Quran yang di barengi agenda politik (Pilkada Jakarta 2017) telah membuat pecah dalam 3 kubu besar, yaitu Kubu Pro Ahok-Djarot yang digawangi Pemerintah dan Kubu Pro Anies-Sandi yang digawangi Prabowo serta Kubu Pro Agus-Silvie yang digawangi SBY, tiga kubu besar ini kemudian dipersempit menjadi 2 kubu besar pasca hasil Pilkada Jakarta putaran pertama, Kubu Agus-Silvie mayoritas merapat ke Kubu Anies-Sandi. Terjadilah pertarungan sengit antara Pemerintah dan Oposisi.

Usai Pilkada, situasi tak kunjung kondusif. Ummat Islam terus melakukan tuntutan "Hukum Ahok", disetiap persidangan Ahok yang sekitar 23 kali, massa ummat Islam terus melakukan pengawalan sambil berunjuk rasa didepan pengadilan. Akhirnya Pengadilan memutuskan Ahok dipenjara 2 tahun. 

Pasca putusan tersebut, massa ummat Islam menyambut suka cita, banyak pula yang menyayangkan karena terlalu ringan, sedangkan massa Pro Ahok ada yang menangis histeris, ada pula yang mengkritik dan berbagai macam reaksi lainnya. Akhirnya massa Ahok melakukan perlawanan dengan melakukan unjuk rassa, muncul lah aksi 1000 lilin misalnya. Dari mulanya, Aksi Pro Ahok melakukan tuntutan pembebasan Ahok, akhirnya beralih kepada "Adili Habib Rizieq".

Inilah yang kemudian menjadi menarik diikuti. Kasus yang membelit Habib Rizieq bukan saja memalukan bagi FPI, tapi memalukan ummat Islam Indonesia, jika kemudian putusan hakim membuktikan bahwa Habib Rizieq bersalah maka ini menjadi aib yang sangat memalukan bagi ummat Islam Indonesia, karena Habib Rizieq terkenal sebagai tokoh Agama yang memerangi Nahi Mungkar, tapi ia malah terjerumus dalam perbuatan maksiat itu sendiri.

Jika ditafsir dalam keuntungan politik, dua peristiwa besar ini, yaitu Ahok dan Habib Rizieq maka ini merupakan jalan pragmatis Prabowo the next Presiden Indonesia 2019. Jokowi dianggap tidak mampu menjaga stabilitas keamanan dan kerukunan masyarakat Indonesia, sosok Ahok dan Habib Rizieq telah menguras energi bangsa sekian banyak dan terjadinya tragedi-tragedi yang terus mengancam kesatuan dan persatuan bangsa.

Dan kita ketahui peristiwa pertarungan sengit antara Jokowi dan Prabowo di tahun 2014 akan kembali berlanjut ditahun 2019, dua tokoh besar ini akan diyakini akan kembali bertarung ditahun 2019, dan diprediksi juga hanya akan ada dua sosok yang bertarung di 2019 yaitu orang yang sama tapi dengan pendamping (Wakil Presiden) yang berbeda. 

Kemenangan Anies-Sandi di Jakarta merupakan kekuatan awal dan unjuk kekuatan Pra Pilpres, sedangkan unjuk kekuatan selanjutnya adalah Pilkada Jawa Barat ditahun 2018, kita tunggu saja hasilnya, namun sengitnya gelombang informasi mulai deras mengalir, setidaknya kita ketahui bahwa partai oposisi tak lagi mendukung Ridwan Kamil, pasca Ridwan Kamil menerima pinangan NasDem yang diketahui sebagai partai pemerintah.
  
Share: