• I am an introvert who like to read books and also writing, interest in politics and photography a master student of Industrial Engineering of Syiah Kuala University

  • Do not give up just because it failed at the first opportunity. Something precious you will not have it easily. Keep trying

  • Happiness is a choice. You can choose to be happy. There’s going to be stress in life, but it’s your choice whether you let it affect you or not

  • Kebaikan dalam kata-kata menghasilkan kepercayaan diri, Kebaikan dalam berpikir menghasilkan kebesaran, Kebaikan dalam memberi menghasilkan cinta – Lao Tzu

  • Saya percaya bahwa setiap kejadian dalam hidup terjadi dalam kesempatan untuk cinta, bukanlah ketakutan - Oprah Winfrey

Ketika Kehilangan Pilihan

Belum genap memiliki, tapi hati ini seperti dipaksa berhenti mencintai. Harapan sudah mencapai menara tertinggi, tapi terjatuh, terhanyut dalam nestapa duka yang aku cipta, kesalahan ku hanyalah terlalu tinggi menara harapan yang aku letakkan, kemudian terjatuh dengan penuh persakitan. 

Menyesal?, tentu tidak, tidak mungkin aku menyesali sebuah cinta yang tumbuh dan mekar karena ingin ku, jika kemudian aku dipaksa untuk berhenti, maka aku setia menghentikan semuanya, agar mimpi dan kebahagiaan mu menjadi nyata, karena aku mencinta bukan karena harus memiliki, tapi yang terpenting kamu harus kupastikan bahagia, dengan siapa saja.

Meski tadinya sudah pinta bergegas, menyapa pencipta agar lekas menyatukan kita. Tapi doa-doa itu hanyalah sekedar harap, tapi semua itu menyadarkanku bahwa seharusnya angan-angan berhenti disini saja, agar kamu tak lagi tersakiti. 

Soal doa doa ku itu sah sah saja, tapi yang terpenting bukan “aku dan kamu harus menyatu” tapi “kau harus bahagia”, karena diantara puluhan kali ucapan doa doa ku tentang penyatuan kita, terselip ribuan kali doa doa agar kau bahagia, diantara banyak untaian kata kata dalam doa doa ku, yang paling paling sungguh diantara kesungguhan adalah kebahagiaan mu.

Bukan salah hati ini, jika punya cinta kemudian mampu menghadirkan rindu setengah mati, bukan pula salah hati kita, jika cinta kita kemudian mengundang duka dan air mata, tak ada sesiapa yang salah, karena Tuhan ciptakan cinta tanpa memandang sesiapa, syukuri saja bahwa ini bagian dari nikmatnya yang tak mampu kita cipta. Cinta yang hadir adalah anugrah, karena setidaknya kita pernah bahagia karenanya, kita pernah tertawa karenanya.

Sejak aku memutuskan mencintai mu, sejak cinta ini hadir tanpa kusadari entah kapan ia tiba tiba telah ada. Ada begitu banyak pertanyaan dikepalaku, yang hingga kini aku pun tak tahu jawabannya, yang pasti, aku benar benar mencintai mu.

Meski kupahami semua realita yang ada, kupahami pula bahwa ini akan menemukan jalan kerumitan, resiko yang harus ditanggung oleh kau dan aku. Setiap kali aku bertanya tanya, mencari jalan keluar dari segala arah, disaat itu, setiap kali pula aku harus menahan rindu, menenangkannya dan berteriak meski aku tak tahu dimana tuannya. Sejatinya aku tak tau rindu ini akan diaku oleh siapa.

Tapi aku bahagia, karena bahagia ku adalah saat melihat senyummu, saat saat melihat mu tertawa, meski perasaan ini ada banyak air mata, tapi kebahagiaan mu telah menyapu tetesannya. Aku mengikuti semua perasaan ini secara perlahan, biarkan aliran terlihat tanpa kesalahan, karena ini sedari awal adalah pilihan ku, yaitu; “mencintai mu meski tak memiliki”. Walau hati ini begitu mengingini, tapi aku harus paham batas batas yang bisa aku panjati.

Setidaknya, jika kemudian aku tak bisa memiliki mu dalam realita, aku masih bisa menyebut nyebut nama mu dalam doa doa ku, masih pula aku melihat senyum mu, masih pula aku tau bahwa kau bahagia. 


Jika aku dihadapkan pada pilihan, dari pada aku harus kehilangan semua, semua tentang mu, aku lebih memilih kehilangan untuk memiliki mu, tapi masih bisa melihat mu bahagia.
Share:

Para Politisi Yang Sesumbar

Dalam sepekan ini, Aceh dihebohkan dengan berbagai statement para politisi Aceh yang sedang berada dalam kekuasaan, statement mulai dari mereka mengancam akan mundur ramai-ramai dari jabatannya, baik yang di pemerintahan eksekutif maupun legislatif, kemudian statement itu ditanggapi oleh berbagai pihak di Aceh, termasuk ada yang menanggapi bahwa akan berani loncat dari menara Mesjid Baiturrahman Banda Aceh jika para politisi umumnya dari Partai Aceh itu merealisasikan janjinya. Lalu salah satu politisi Partai Aceh kembali menanggapi bahwa ia berjanji potong jari jika janjinya mundur dari DPR Aceh tidak ditepati.

Begitulah statement-statement tidak menyehatkan yang dalam beberapa pekan ini bergulir hangat keranah publik. Sebagian publik malah menjadikan statement tersebut sebagai guyonan dan hiburan semata.

Statement tersebut berawal dari persengketaan pilkada yang sedang berlangsung hangat di Mahkamah Konstitusi (MK). Para politisi Partai Aceh berupaya memberikan tekanan politik terhadap MK untuk menggunakan Undang Undang Nomor 11 Tahun 2006 (UUPA) sebagai acuan dalam menangani sengketa pilkada di Aceh.

Sejak beberapa tahun ini, Aceh memang berada pada kondisi yang tidak menyehatkan, perselisihan dan perbedaan pandangan terus saja terjadi di Aceh tak ada habisnya, sehingga pemerintah baik eksekutif dan legislatif hanya disibukkan pada hal hal mengurusi urusan politik mereka semata, dengan melupakan fungsi dasarnya untuk mensejahterakan rakyat.

Eskekutif disibukkan pada urusan gonta ganti para kepala SKPA, curiga sana sini dan terus melakukan kebijakan controversial yang diluar akal sehat, yang kemudian eksesnya adalah menghambat proses pembangunan kesejahteraan masyarakat. Sedangkan legislatif disibukkan pada urusan boikot memboikot, urusan politik dan mempolitisir, serta disibukkan dengan kepentingan partainya semata, lalu lupa pada tugas tugas pokok yang sedang mereka emban.

Kembali pada urusan “janji berjanji”, seperti apa yang dilakukan oleh para politisi di Aceh baru baru ini juga pernah trend dan dilakukan oleh para politisi Nasional dulunya, sebut saja Anas Urbaningrum yang pernah sesumbar mengatakan “Satu rupiah saja Anas korupsi Hambalang, gantung Anas di Monas”, tapi faktanya kemudian Anas ditahan dan janji gantung dimonas hingga kini tak juga terpenuhi.

Kemudian lagi, statement nekat pernah juga dilakukan oleh Habiburokhman yang menyebutkan "Saya berani terjun bebas dari Puncak Monas kalau KTP dukung Ahok beneran cukup untuk nyalon”, kemudian diketahui bahwa Ahok mampu mengumpulkan KTP sesuai dengan persyaratan calon independent untuk Gubernur Jakarta, tetapi kemudian Habiburokhman tak juga menepati janjinya.

Bahkan penyanyi terkenal Ahmad Dani juga pernah sesumbar dengan berjanji “potong kelamin jika Jokowi menang sebagai presiden” melalui twitternya, kemudian Jokowi memenangi Pilpres 2014 dan Ahmad Dani tak juga menepati janjinya.

Bukan hanya politisi Nasional, politisi dari Aceh, sebelumnya juga pernah beberapa kali mengumbar janjinya kepada publik yang akhirnya tidak juga ditepati, seperti; Haji Uma alias Sudirman yang pernah berjanji saat kampanye di didepan ribuan masa pada saat acara pengukuhan KPPA sagoe kecamatan Syamtalira Aron Aceh Utara "Perlu diketahui, bahwa saya akan mundur dari calon DPD RI jika bendera Aceh bintang bulan tidak bisa dikibarkan sebelum pemilu 2014 ini", sampai kini bendera bintang bulan belum juga berkibar tapi Haji Uma telah betah diJakarta menikmati kursi DPD RI.

Lalu Iskandar Usman Al Farlaky, politisi Partai Aceh yang pernah berkokok di gedung paripurna DPR Aceh saat rapat kerja Fraksi Partai Aceh se Aceh mengatakan “Jika memang kita sudah sepakat dan siap dengan segala konsekwensi meski harus mendekam di balik jeruji besi, maka sebelum ayam berkokok pada tahun 2016, bendera Bintang Bulan harus berkibar di seluruh Aceh”, sekarang ayam sudah berkokok hingga ditahun 2017, namun bendera tidak juga berkibar dan Iskandar cs masih bebas menikmati kekuasaannya di DPR Aceh, tidak berada dalam balik jeruji besi.

Memang selama ini, para politisi local ini terkenal dengan “sesumbarnya” mereka akan mengatakan apapun untuk kepentingan sesaatnya, tapi pada kenyataan akhirnya, apa yang pernah dijanjikan dengan sesumbar itu tidak juga berani dilakukan dan dipenuhi.  

Lalu bagaimana akhir dari lakon politik yang sedang diperankan oleh para politisi dari Partai Aceh ini, yang beberapa hari ini telah sesumbar dengan berjanji mundur ramai-ramai, bahkan potong jari, apakah akan dipenuhi janjinya, atau juga bernasib sama seperti para politisi-politisi nasional dan local yang dulunya juga pernah sesumbar itu.

Kita tunggu saja. Mundur ramai ramai, potong jari atau loncat dari Mesjid Raya Baiturrahman, setidaknya kita masih memiliki hiburan. Dan jika ada yang bertanya "bagaimana dengan kesejahteraan Aceh", tinggal kita jawab "Gampang, kita salahkan saja Pemeritah Pusat di Jakarta".
Share:

Perang Melawan Muzakir Manaf

Pilkada 2017 membuka mata kita, yang kemudian membuat saya berputar otak untuk melihat sekilas apa yang terjadi ditahun 2012 silam, ketika nama Zaini Abdullah disebut sebagai calon Gubernur dari Partai Aceh. Pertanyaan-pertanyaan siapa Zaini Abdullah menjadi riuh di kampung-kampung, jawaban yang paling dapat diterima oleh masyarakat adalah "Zaini Abdullah Mentro GAM dan orang terdekat Hasan Tiro di Luar Negeri", karena faktanya memang masyarakat Aceh tidak begitu mengenalinya, tapi Partai Aceh punya sosok yang dikenal diseluruh Aceh yaitu Muzakir Manaf, keputusan para tuha peut Partai Aceh menugaskan Muzakir Manaf sebagai calon Wakil Gubernur saya yakini bukan semata mata karena ia ketua Partai Aceh, tapi juga karena dialah yang memiliki pasukan siap kerja dilapangan dan juga orang yang paling dikenal di Aceh.

Akhirnya kerja itu menghasilkan kemenangan, Zaini Abdullah sukses menduduki kekuasaan tertinggi di Aceh. Tak lama setelah berkuasa, desas desus tentang perpecahan senter terdengar, namun tidak ada pernyataan yang membenarkan diantara kedua mereka, kabarnya Zaini Abdullah meninggalkan Muzakir Manaf, ia tidak mendapatkan kekuasaan apa-apa, segala akses ditutup yang membuat Muzakir Manaf tidak bisa berbuat apa-apa. Kabar tersebut berhembus kepublik pasca pemilihan presiden tahun 2014, mereka secara terang-terangan mulai memperlihatkan kepublik jika selama ini tidaklah akur keduanya.

Kemudian berlanjut hingga Pilkada 2017, jika ditahun 2012 mereka pecah menjadi 2 kepingan, kali ini pecah lagi menjadi 4 kepingan besar, yaitu Muzakir Manaf, Zaini Abdullah, Zakaria Saman dan Irwandi Yusuf. Hasilnya menunjukkan bahwa Zaini Abdullah hanya memperoleh suara 6,92℅ sedangkan Zakaria Saman 5,52℅, kemudian Irwandi Yusuf berada pada posisi pertama lalu disusul Muzakir Manaf. Hasil tersebut menunjukkan, pertama; Zaini Abdullah telah gagal merelaisasikan janjinya sehingga ia tidak lagi mendapatkan kepercayaan masyarakat, kedua; bahwa ditahun 2012 Zaini Abdullah mendapatkan kursi Gubernur bukan karena sosoknya yang dikenal masyarakat Aceh, tapi karena ketokohan dan pasukan kerja Muzakir Manaf yang mengantarkannya ke kursi singgasana itu.

Pilkada 2017 tersebut menghasilkan satu pertanyaan besar terhadap saya, yaitu “Perang Melawan Muzakir Manaf”. Mereka Zaini Abdullah, Zakaria Saman dan Irwandi Yusuf adalah terlihat seperti tiga serangkai yang memasang strategi untuk berperang melawan Muzakir Manaf, Zaini Abdullah terlihat sosok yang paling puas terhadap hasil Pilkada, karena tidak dimenangkan oleh Muzakir Manaf dan ia juga sadar bahwa Pilkada 2017 tidak mungkin dimenangkan oleh dirinya, maka ia mencari sosok yang harus menang selain Muzakir Manaf dan ia adalah Irwandi Yusuf.

Maka tidak heran jika kita melihat hasil pilkada, bahwa yang selama ini orang-orang prediksi sebagai basis suara Zaini Abdullah malah dimenangkan dengan suara mayoritas untuk Irwandi Yusuf. Kemudian pernyataan Zaini Abdullah diberbagai media pasca pilkada setidaknya menunjukkan betapa ia bersyukur karena pilkada kali ini tidak dimenangkan oleh Partai dan orang yang pernah mengantarkannya ke singgasana.

Kemenangan Irwandi Yusuf, setidaknya ia tidak perlu was-was dalam mengakhiri masa jabatan dan masa pensiunnya dan tidak perlu pula cemas untuk hadir dalam acara penyerahan jabatan kepada Gubernur selanjutnya seperti apa yang dialami oleh Irwandi Yusuf pada 5 tahun silam ketika penyerahan Jabatan kepada Zaini Abdullah.


Ia, Zaini Abdullah kalah untuk kemenangan
Share:

Muzakir Manaf Tokoh GAM Yang Saya Kagumi

Muzakir Manaf adalah satu satunya tokoh GAM idola saya yang masih hidup, 3 lainnya adalah Hasan Tiro, Abdullah Syafiie & Ishak Daud. Saya telah mengaguminya sejak masih SMP, jauh sebelum wajahnya saya kenali, ketika itu baru mendengar dengar namanya, namun setelah saya melihat wajahnya, kekaguman saya terhadapnya tidaklah berkurang, saya semakin mengagumi Mualem sebagai sosok yang berperawakan khas Aceh, ia sosok yang berwibawa dan memiliki pesona yang tidak dimiliki oleh tokoh GAM lainnya, keras tapi lembut, berwibawa tapi bersahabat.

Kekaguman saya terhadap Mualem itu terlepas dari berbagai image negatif yang kini melekat pada dirinya dan saya menganggap itu hanyalah konsekuensi dari profesi yang ia pilih pasca meletakkan senjata yaitu politisi.

Dari 4 tokoh GAM yang saya kagumi, 3 diantaranya adalah merupakan para pejuang dilapangan dan hanya Hasan Tiro saya kagumi karena telah mampu membangkitkan jiwa nasionalisme di Aceh, mengajak untuk bangkit dari penjajahan modern yang selama itu dilakukan oleh Indonesia melalui pengerukan sumber daya alam dan meninggalkan kemiskinan di Aceh. Kesewenang wenangan pemerintah pusat dan alasan sejarah Aceh lah yang kemudian membuat masyarakat Aceh bergerak melawan penjajahan itu.

Mengapa tidak ada nama seperti Malik Mahmud, Zaini Abdullah, Zakaria Saman, Husaini Hasan dan pentolan-pentolan GAM lainnya, jawabannya karena saya tidak mengenal mereka dan juga tidak tahu apa yang mereka lakukan diluar Negeri. Bagi saya mereka adalah pemikir-pemikir diatas meja, yang kemudian pulang pasca damai, bicara perjuangan diruang ber AC, tapi setidaknya apa yang mereka lakukan selama di luar Negeri ketika Aceh berkonflik, kemudian pulang ke Aceh pasca damai sudah mereka dapatkan manfaat dari itu semua, Malik Mahmud diangkat menjadi Wali Nanggroe, Zaini Abdullah menjadi Gubernur, Zakaria Saman tidak jelas posisinya selain Tuah Peut Partai berkuasa tapi setidaknya ia memiliki istana yang cukup nyaman untuk ia tinggal, kemudian Husaini Hasan memilih tetap di Luar Negeri dan sekali kali menjadi penulis buku.

Tapi bagaimana dengan para pejuang yang ketika itu bertaruh nyawa di hutan, tidak pernah tau bagaimana rasanya berada di ruang AC, ketika terjadi perperangan yang hidup menyaksikan yang mati, bahkan tak jarang didepan mata rekan seperjuangannya tertembus peluru kemudian menghembuskan nafas terakhir, ada pula yang pelurunya bersarang ditubuh, anak-anak yang menjadi yatim, istri-istri yang menjadi janda, gadis gadis yang diperkosa, pemuda-pemuda yang disiksa, rumah-rumah yang dibakar, dan banyak peristiwa mengerikan yang terjadi setiap harinya dengan disaksikan langsung oleh rakyat, jika kita bayangkan betapa pilunya masa itu, jangan kan bicara hidup, harapan pun kadang mati.


Muzakir Manaf menyaksikan itu, setidaknya ia adalah satu satunya Tokoh GAM yang saya kagumi dan saya idolakan dan masih hidup, pernah menjadi saksi sejarah betapa pilunya kehidupan Aceh, setiap harinya ada saja orang tidak berdosa harus meneteskan air mata karena kehilangan orang yang ia saya sayangi.
Share:

Putri Raja Arab Tidak Berjilbab Tampil Fashionable

Sosok ratu dan putri identik dengan paras cantik, anggun, dan pembawaan yang berwibawa tentu membuat para pria sulit untuk mengalihkan perhatian mereka. Jika selama ini, Kate Middleton selalu menjadi pusat perhatian akan sosok putri idaman yang menghipnotis para pria maupun wanita yang melihatnya, namun Kerajaan Arab juga ternyata memiliki para ratu dan putri raja berparas cantik. 

Jika berbicara tentang para putri Raja Arab, pasti umumnya orang orang akan berpikir bahwa penampilannya tidak akan terlihat glamour atau terbuka, pasti penampilannya tertutup dan Islami. Bayangan itu tentu timbul dari pengaruh nama besar Arab yang menjadi kiblat dalam dunia Islam, tapi ternyata sosok ratu dan putri raja ini berbeda dengan bayangan kita. Para ratu dan putri Arab ternyata memiliki perawakan cantik, modis, dan berbusana sesuai tren fashion dunia.

Raja Salman yang berstatus sebagai Raja Arab setelah diangkat pada tanggal 23 Januari 2015 untuk menggantikan saudara tirinya Raja Abdullah dikarenakan meninggal dunia, kemudian setelah itu Raja Salman menunjuk Pangeran Muqrin Bin Abdul Azis sebagai putra mahkota untuk menggantikan posisi dirinya yang telah menjadi putra mahkota sejak tahun 2012, tapi tidak berselang lama Raja Salman mencopot putra mahkota dari Muqrin Bin Abdul Azis tersebut dan memberikannya kepada keponakannya Muhammad bin Nayef.

Raja Salman telah memiliki tiga istri, satu diantaranya telah meninggal dunia dan dari hasil ketiga pernikahannya memiliki 13 anak. dari ke 13 tersebut ia hanya memiliki seorang putri kandung yang bernama Hussa bin Salman, selebihnya merupakan para pangeran yang menjabat dalam pemerintahan Kerajaan Saudi. 

Hussa tak jelas keberadaannya dan sulit diketahui publik tentang anak semata wayang Raja Salman tersebut. Beberapa sumber menyebutkan bahwa Putri Hussa pernah dituduh terlibat pembunuhan kepada seorang pelukis asal Perancis yang sudah lama bekerja di flat mewah milik Hussa, saat itu disebut sebut Hussa marah karena telah memotret secara diam diam hasil dekorasi Hussa, ia menganggap itu merupakan tidak sopan dan menuduh sang pelukis akan menjual kembali hasil karya tersebut.

Sejak saat itu, keberadaan Hussa tidak terekspos kepublik, bahkan sulit ditebak bagaimana penampilan Hussa sekarang apakah sama seperti beberapa keluarganya yang lain. Tapi dari track recordnya sebagai seorang jutawan, pecinta seni dan terjun di dunia fashion yang sering mondar mandir ke Paris kemungkinan besar penampilan Putri Hussa tak jauh berbeda dengan putri-putri keluarga kerajaan Arab Saudi lainnya, yang selalu tampil modern dan fashionable.

Namun disamping itu, Raja Salman memiliki banyak putri dalam keluarga besarnya, ada Putri Ameera binti Aidan bin Nayef Al-Taweel yang merupakan mantan istri Pangeran Al-Walid bin Talal bin Abdul-Aziz al-Saud juga sekaligus keponakan dari Raja Salman, Ameera ini disebut sebut pernah dinobatkan sebagai wanita paling 'indah' yang pernah mengunjungi Maladewa pada tahun 2009 dan penampilannya sangat fashionable seperti masyarakat atau artis eropa umumnya.

Kemudian, Deena Aljuhani Abdulaziz, ia adalah Wanita yang kini berusia 41 tahun dan telah menikah dengan Pangeran Abdulaziz bin Nasser bin Abdulaziz Al Said yang merupakan keluarga dari kerajaan Arab, juga telah dikaruniai tiga orang anak. Meski punya status seorang putri Arab Saudi namun hal tersebut tak mengekang kebebasannya untuk mengeksplorasi kesenangannya di dunia fashion. Dalam kesehariaannya Deena sering bolak balik New York - Riyadh. Hal ini dilakukannya untuk bertemu para desainer dunia dan menghadiri berbagai fashion show yang kini aktif dia geluguti.

Deena Aljuhani Abdulaziz perempuan berambut pendek ini dikenal sebagai salah satu putri kerajaan Arab yang kerap berpenampilan nyentrik. Profesinya yang juga sebagai seorang editor di majalah Vogue Arabia tentunya tidak heran jika istri dari Pangeran Sultan bin Fahad bin Nasser ini selalu tampil fashionable. Foto-foto yang dipostingnya pada akun Instagramnya menegaskan bahwa Denaa sangatlah mencintai dan menikmati dunia fashion.

Deena selalu pandai dalam memadu padankan pakaiannya, ia bahkan akan selalu tampil menarik dimanapun berada. Mungkin sebagian orang akan tidak menyangka jika Deena merupakan seorang putri Raja. Dalam soal berpakaian, Deena sangat terbuka dengan berbagai gaya fashion dari berbagai Negara dan sangat percaya diri meskipun tanpa mengenakan jilbab. Bukan hanya itu, Deena saat ini juga telah menjadi bagian dari tren fashion yang di ikuti oleh kalangan artis-artis barat, karya karyanya dilirik oleh artis-artis papan atas.


Kemudian ada juga Putri Reem Alwaleed yang disebut sebut sangat mirip dengan Kim Kardashian, ia adalah cucu dari Abdullah bin Abdul Aziz, Raja Arab Saudi sebelumnya. Putri Reem anak hasil perkawinan Pangeran Al-Waleed bin Talal dari Istri pertamanya Dalal binti Saud. Saudara sekandung dari Reem adalah Pangeran Khaled. Sosok Reem ini sangat sulit untuk ditemukan tentangnya.
Share:

Wisata Sejarah di Banda Aceh

Kota Banda Aceh adalah salah satu kota di Indonesia yang menyimpan banyak sejarah. Berada paling barat Indonesia, memiliki banyak cerita unik tersendiri, meski pernah dilanda Tsunami ditahun 2004, kota ini bangkit dengan cepat, pembangunan pasca Tsunami berkembang dengan sangat cepat, banyak orang yang terkagum dan terheran-heran melihat perubahan yang dialami oleh Banda Aceh pasca bencana tersebut. Kota yang memiliki julukan Serambi Mekah ini punya catatan sejarah yang layak dijadikan sebagai objek wisata. Kota ini menyimpan beragam situs peninggalan sejarah dari berbagai masa. Mulai dari masa kesultanan, kolonial Belanda, hingga menjadi bagian dari Indonesia sebagai satu kedaulatan. Berikut beberapa diantaranya:

Mesjid Raya Baiturrahman
Masjid Raya Baiturrahman adalah simbol utama kota Banda Aceh yang terletak di sebelah selatan sungai Kreung Aceh. Masjid dengan menara setinggi 35 meter dengan 7 kubah ini paling ramai dikunjungi masyarakat dan wisatawan luar. Arsitektur bangunan yang unik membuat desain masjid ini banyak dicontoh oleh masjid-masjid lain di Indonesia sampai ke Semenanjung Malaysia.

Masjid Baiturrahman dibangun pada pemerintahan Sultan Iskandar Muda pada periode 1607-1636 yang sangat giat mengembangkan ajaran agama Islam dalam wilayah kerajaan Aceh. Dalam sejarahnya, masjid ini pernah digunakan sebagai markas dan tempat pertahanan bagi pasukan perang Aceh melawan pemerintah kolonial Belanda. 

Selain itu, tempat ini juga menjadi saksi bisu terjadinya gelombang tsunami pada tanggal 26 Desember 2004 silam. Sebab, masjid ini menjadi tempat berlindung ribuan pengungsi yang menyelamatkan diri.

Kerkof Peucut
Nisan-nisan dengan beragam ukuran berdiri yang berdiri rapi ini bukanlah pemakaman untuk korban masal bencana alam tsunami, namun makam para pejuang Belanda dan Indonesia yang gugur selama masa penjajahan.

Nama pemakaman ini adalah Kerkoff Peucut yang berarti halaman gereja atau kuburan. Sementara itu Peutjut merupakan nama panggilan untuk putra mahkota Sultan Iskandar Muda yang meninggal setelah dihukum rajam oleh ayahnya karena melanggar hukum kerajaan.

Catatan sejarah mengungkapkan bahwa makam Kerkoff ini sudah ada sejak pendudukan Belanda yang mulai menyerang Aceh dari tahun 1873-1904 setelah penduduk Aceh menolak bergabung dengan Hindia Belanda (kini Indonesia).

Setiap jenazah serdadu Belanda yang dikuburkan di sana berasal dari seluruh daerah di Aceh yang terlibat perang. Para serdadu yang tewas kemudian dievakuasi ke Banda Aceh, dan dimakamkan di atas lahan kosong milik warga Yahudi yang sempat menetap di
Tanah Rencong. Kini, terdapat lebih dari 2000 pejuang yang dimakamkan dan menjadi objek wisata sejarah yang wajib kamu kunjungi selama di Aceh.

Meseum Negeri Aceh
Museum negeri Aceh adalah obyek wisata yang patut dikunjungi karena menyimpan kebudayaan “Tanah Rencong” pada masa lalu. Museum ini berbentuk sebuah rumah tradisional Aceh (Rumoh Aceh) dan memiliki halaman yang hijau yang luas. Terletak di Jalan Sultan Alaidin Mahmud Syah.

Di dalam museum ini terdapat barang-barang kuno seperti keramik, persenjataan serta benda-benda budaya lainnya seperti pakaian adat, perhiasan, kaligrafi, alat rumah tangga dan masih banyak lagi.

Lebih lagi juga terdapat sebuah lonceng besar yang diberi nama “Lonceng Cakra Donya”, sebuah lonceng hadiah dari Maharaja China untuk Kerajaan Pasai yang diantar oleh Laksamana Cheng Ho pada tahun 1414. Lonceng ini juga menjadi salah satu bukti kejayaan Kerjaan Aceh pada masa lalu.

Taman Putroe Phang
Taman Putroe Phang (putri pahang) atau Taman Ghairah ialah taman yang dibangun oleh Sultan Iskandar Muda untuk permaisurinya. Taman ini sebenarnya permintaan dari sang permaisuri agar permaisuri tidak kesepian saat sultan melaksanakan kewajibannya sebagai pemimpin, karena sultan sangat mencintai putri pahang yang tidak lain ialah sang permaisuri yang barasal dari kerajaan pahang, lalu sultan pun membangun Taman Putro phang yang sampai saat ini masih berdiri sebagai icon penting tanah rencong.

Didalam lingkungan istana pun terdapat sebuah taman yang luas, yang disebut taman ghairah, Ditaman ini pun terdapat sebuah gerbang berbentuk kubah yang diisebut pinto khop, yaitu gerbang yang menghubungkan taman putroe phang dengan istana, Pinto Khop ini memiliki sesuatu ciri khas yang unik yaitu arsitektur pintunya memiliki ornamen bermotif sulur dan bagian atasnya berbentuk seperti mahkota. Disana pun terdapat gunongan, yaitu tempat permaisuri mengeringkan rambut setelah selesai berendam. 

Meseum Tsunami
Terletak di Jalan Iskandar Muda, Kota Banda Aceh. Museum ini masih menyimpan banyak kenangan yang tidak pernah luput dari masyarakat Aceh. Puing-puing kenangan yang tersimpan dalam foto, rekaman suara, hingga struktur bangunan yang dirancang M. Ridwan Kamil (sekarang Walikota Bandung) menyibak kesedihan dalam setiap langkah di museum ini. Memiliki empat lantai yang masing-masing berisi ruangan pameran dan instalasi.

Pertama pengunjung akan diberikan suasana dramatis dengan percikan air di lorong gelap. Suasana itu akan terasa mengerikan mengingat tragedi tsunami di Aceh silam menuju pintu masuk museum. Di dalam museum akan dihadirkan podium-podium yang menampilkan rangkaian foto Banda Aceh sesaat setelah tragedi tsunami. 

Rangkaian foto pun akan bergerak otomatis mengganti sejumlah gambar suasana sesaat setelah tsunami. Dari ruangan itu terdapat jalan sempit menuju sebuah ruangan bercahaya redup dengan atap berhias kaca patri berlafal “Allah”. Suasana dramatis semakin terasa karena di sekeliling dindingnya ditempelkan nama ribuan korban akibat tsunami. Khusus untuk lantai 4 diperuntukkan sebagai tempat evakuasi bencana alam bagi para warga. Selama berkunjung pengunjung bisa menikmati semua fasilitas secara gratis.

Makam Sultan Iskandar Muda
Bagi masyarakat Aceh tentunya sudah kenal dengan Sultan Iskandar Muda? Sultan yang arif dan bijaksana ini merupakan tokoh yang sangat penting dalam masa kesultanan Aceh dan bahkan beliau merupakan sultan terbesar dalam sepanjang sejarah kesultanan Aceh yang di pimpinnya pada tahun 1607 sampai tahun 1636.

Makam Sultan Iskandar Muda sekarang dapat ditemukan di dalam komplek baperis, kelurahan peuniti, kecamatan baiturrahman, banda Aceh. Untuk menuju lokasi wisata sejarah makam Sultan Iskandar Muda ini cukuplah gampang, walau tidak ada angkutan umum atau biasa masyarakat Aceh menyebutnya labi labi yang melintas ke jalan ini, namun pengunjung bisa naik labi labi untuk lebih mendekati lokasi ini.

Makam beliau sangat terawat dan bersih, terdapat pagar pembatas yang mengelilingi makam Sultan Iskandar Muda ini serta ditambah atap yang memiliki tingkat tiga menambah kesan makam ini sangat megah. Ukiran ukiran kaligrafi yang terdapat sepanjang sisi makam menambah kesan islami yang pernah berjaya pada masa kepemimpinannya. 

Di luar pagar makam tepatnya disamping makam terdapat pohon besar yang rindang, membuat suasana sekitar tetap sejuk walau cuaca sedang panas. Di bawah pohon terdapat pula meriam yang diletakkan menghadap ke arah depan jalan masuk makam, menambah kesan betapa hebatnya Sultan Iskandar Muda ini dalam masa kepemimpinannya. 

***
Ada begitu banyak wisata-wisata peninggalan sejarah yang bisa dikunjungi di Banda Aceh yang tidak disebutkan diatas, seperti; Makam syiah kuala, Blang Padang, Makam Raja Aceh, Makam Kuno Gampong Pande dan banyak lainnya, karena Banda Aceh pada abad ke 14 adalah lokasi yang dulunya pernah menjadi wilayah ibu kota kesultanan Aceh Darussalam dan kemudian bencana tsunami yang mahadasyat ditahun 2004 telah meninggalkan sejarah itu sendiri, seperti; Kapal Apung, Kapal diatas rumah, kuburan masal, dll.
Share: