• I am an introvert who like to read books and also writing, interest in politics and photography a master student of Industrial Engineering of Syiah Kuala University

  • Do not give up just because it failed at the first opportunity. Something precious you will not have it easily. Keep trying

  • Happiness is a choice. You can choose to be happy. There’s going to be stress in life, but it’s your choice whether you let it affect you or not

  • Kebaikan dalam kata-kata menghasilkan kepercayaan diri, Kebaikan dalam berpikir menghasilkan kebesaran, Kebaikan dalam memberi menghasilkan cinta – Lao Tzu

  • Saya percaya bahwa setiap kejadian dalam hidup terjadi dalam kesempatan untuk cinta, bukanlah ketakutan - Oprah Winfrey

Penggerebekan & Jam Malam Bagi Putri Banda Aceh

Baru baru ini Kota Banda Aceh dihebohkan dengan aksi Walikota Banda Aceh Illiza Sa’adudin Djamal yang melakukan penggerebekan kebeberapa tempat hiburan malam didalam kawasan Banda Aceh, dalam sederetan aksinya malam itu, yang cukup mengejutkan dan menghebohkan adalah penggerebekan salah satu Toko Galeri Kafe dan Musik di kawasan Simpang Lima, Banda Aceh Sabtu Malam sekitar pukul 23. 30 Wib.

Penggerebekan yang dipimpin langsung oleh Walikota tersebut menghebohkan masyarakat, dalam waktu singkat masyarakat tumpah ribuan orang menyaksikan penggerebakan tersebut, (Lihat Video Penggerebekan) usai penggerebekan, media social juga kembali dihebohkan dengan berbagai statement atau argumentasi menyuarakan aspirasinya atas aksi yang dilakukan oleh Walikota tersebut.
Share:

Apakabar Syariat Islam ?

Kita boleh saja bangga, bahwa sebuah Negeri Aceh, yang kehidupannya di atur secara khusus dan tertuang dalam Undang Undang Pemerintah Aceh Nomor 11 tahun 2006, meski Aceh hanya sebuah provinsi, tapi kekhususannya membuat Provinsi ini berbeda dari pada provinsi lain, ada banyak perbedaan yang provinsi lain merasa iri hati untuk dapat menjadi seperti provinsi Aceh. Dalam UUPA Nomor 11 tahun 2006, ada banyak kekhususan yang mengatur tentang Aceh diantaranya masalah Lambang, Bendera, Pengelolaan Migas, Pemerintahan, Syariat Islam dan banyak lainnya, dimana provinsi lainnya tidak memiliki hal akan itu.
Share:

Sejarah Pembantaian Etnis Muslim Rohingya

Masyarakat dunia dibuat terperangah, di jaman modern ini masih terjadi pembunuhan besar-besaran terhadap sebuah etnis untuk dimusnahkan dari sebuah bangsa. Etnis yang paling teraniaya di dunia saat ini adalah Etnis Muslim Rohingya. Pembakaran perkampungan dan pengusiran mereka yang terjadi di Provinsi Rokhine, Burma, merupakan aksi yang tidak bisa dibiarkan oleh dunia internasional. Pembantaian terhadap 10 warga etnik Rohingya baru baru ini merupakan puncak perlakuan diskriminatif yang sudah lama berlangsung terhadap etnik Rohingya, yang beragama Islam.
Share:

Bom Atom Tak Mampu Meruntuhkan Mesjid Ini

Masjid Kobe, juga dikenal sebagai Masjid Muslim Kobe, didirikan pada bulan Oktober 1935 di Kobe dan merupakan masjid pertama di Jepang. Pembangunannya didanai oleh sumbangan dari Komite Islam Kobe dan dimulai sejak tahun 1928 hingga dibuka pada tahun 1935. Masjid ini sempat ditutup oleh Angkatan Laut Kekaisaran Jepang pada tahun 1943, tetapi sekarang sudah aktif dipakai kembali sebagai masjid. Karena memiliki ruang bawah tanah dan struktur bangunan yang kuat, masjid ini selamat dari bencana gempa bumi besar Hanshin pada tahun 1995.

Masjid ini terletak di distrik Kitano di Kobe. Arsitekturnya dibangun dalam gaya Turki tradisional oleh arsitek Ceko Jan Josef Švagr (1885-1969), seorang arsitek yang juga membangun sejumlah bangunan peribadatan Barat di seluruh Jepang.
Share:

Bentuk Provinsi Inong Aceh Dan Provinsi Agam Aceh

Baru baru ini tepatnya pada tanggal 02 Mei 2015 pada koran Harian Serambi Indonesia halaman pertama kita dihebohkan dengan sebuah Qanun yang baru saja disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Utara (DPRK Aceh Utara), munculnya Qanun tersebut menuai pro kontra dikalangan masyarakat, baik yang mendukung dan baik yang kurang setuju dengan Qanun tersebut, kedua pihak tersebut memiliki pendapat dan argumentasinya tersendiri. Qanun yang membahas tentang kemaslahatan dan ketertiban umum yang salah satu isinya mengatur pemisahan ruang belajar laki-laki dan perempuan mulai tingkat SMP sederajat hingga bangku kuliah. Pemisahan juga berlaku untuk pengunjung wanita dan pria pada objek-objek wisata yang ada di Aceh Utara.

Terlintas dibenak saya, jika hal itu benar benar dilakukan, maka tentu saja gedung gedung sekolah harus ditambah pembangunannya, tapi jika kemudian nanti penerapannya berkembang kekantor pemerintahan, maka tentu saja kantor kantor pemerintahan juga harus ditambah pembangunannya. Mengapa tidak Aceh kita pisahkan saja menjadi 2, ada Provinsi Inong Aceh dan ada Provinsi Agam Aceh. Jangan ada lagi perkembangan isu Provinsi Ala dan Provinsi Abas. Cukup dua Provinsi Saja yaitu Inong Aceh dan Agam Aceh, biar kita benar benar bersyariat secara fisik (cover), bukan isinya (manusianya).
Share:

Ulee Lheue Saksi Bisu Perjuangan Teuku Hasan

INI adalah cerita pahlawan Aceh yang namanya tidak seharum Teuku Umar, Panglima Polem, Cut Nyak Meutia, atau Cut Nyak Dhien. Namun perjuangannya di pesisir Aceh, tepatnya di Banda Aceh, cukup merepotkan Belanda. Namanya Teuku Hasan. Dia merupakan putra Teuku Paya, pejuang Aceh lainnya yang mengambil bagian memimpin pasukan di Pidie.

Teuku Hasan yang mendapat restu ayahnya mengambil bagian di Banda Aceh. Dia dipercaya mampu melakukan sabotase terhadap tangsi atau bivak Belanda di Ulee Lheue.
Share:

Legenda Gua Aulia 7 Yang Tembus Ke Mekkah

Pada suatu masa di tanah Aceh, tersebutlah tujuh pemuda yang berniat menunaikan ibadah haji ke Makkah. Tapi mereka sama sekali tak punya uang untuk mengongkosi perjalanan itu. Ketujuh pemuda itu pun kemudian berembuk.

“Wahai saudaraku, apa kalian punya ide bagaimana caranya agar kita bisa sampai ke Makkah?” tanya salah satu dari pemuda itu kepada rekan-rekannya. Lama tak ada yang menjawab. Semua diam seribu bahasa. Dan, pada akhirnya pemuda tadipun mengusulkan, “Bagaimana kalau kita pergi ke bandar, tempat berlabuhnya kapal yang akan mengangkut jamaah haji.”
Share: