21 Tahun Pencarian Arti Nama Berakhir


Memiliki nama unik dan aneh memang menjadi sebuah keunikan sekaligus keminderan jika si pemilik nama itu sendiri tidak mengerti dan mengetahui asal muasal dari nama tersebut, uniknya jika kita memiliki nama yang aneh dan sering menulis dan memposting dalam internet, maka nama kita paling cepat ditemukan, tapi kekurangannya jika banyak orang yang mempertanyakan nama aneh yang kita sandang sedangkan kita sendiri tidak tahu arti dan makna nama yang disandang untuk kita. Inilah yang saya alami sepanjang perjalanan hidup saya yang saat ini sudah berusia 26 tahun. Sejak memasuki bangku sekolah pertama, pertanyaan terhadap seputaran arti dari nama yang saya sandang sudah menjadi hal yang paling sering saya alami, bukan saja antar teman yang mempertanyakan arti dari nama saya itu sendiri, bahkan sang guru sekalipun sering mempertanyakan arti dari sebuah nama yang saya sandang ini, bahkan jadi bahan lucu lucuan pun telah menjadi sesuatu hal yang lazim saya terima seputar pertanyaan tentang arti nama.

Bukan saja pada orang tua, bahkan dunia internet pun selalu menjadi incaran saya untuk mengetahui dan menelusuri tentang arti dari nama saya, jika internet sendiri tidak mampu memberikan arti dan makna dari nama saya, apalagi orang tua saya yang memberikan nama, aneh memang, mengapa orang tua memberikan nama yang aneh ini kepada saya. Bahkan saya juga sering berpikir apa yang melatarbelakangi orang tua saya sehingga memberikan sebuah nama yang aneh ini, dan dari mana mereka menemukan nama yang aneh ini, apakah hanya sebuah kesalahan penulisan di administrasi sehingga nama saya dipaksakan untuk melekat tanpa arti yang jelas. Tentunya saya tidak pernah menanyakan hal tersebut kepada kedua orang tua saya, saya lebih memilih bersyukur dan tidak ingin memusingkan kedua orang tua saya dengan menanyakan tentang arti nama tersebut.

Tapi dibalik itu, sepanjang kehidupan saya, mulai pertama mengenal dunia internet, hingga malam ini pukul 23.35 pada tanggal 19 Desember 2014, selalu saya habiskan waktu untuk membrowsing arti dari nama yang disandang kepada saya, sulit menemukannya, tapi saya tidak pernah mengalah untuk mencari dan terus mencari sehingga malam ini, saya menemukan sebuah jejak yang mengaitkan tentang nama “srabah”. Rasanya ada sebuah kebahagiaan tersendiri setelah pencarian panjang kemudian menemukan sebuah hasil.

Cerita tentang nama “srabah” adalah cerita tentang perjalanan Raja Bedander untuk meladeni tantangan Adipati Minak Sopal, dahulu kala Raja Bedander mempunyai wilayah dikawasan lereng gunung wilis. Karena ambisinya ia ingin mengembangkan wilayah keselatan. Sedangkan wilayah selatan adalah wilayah Adipati Minak Sopal, sehingga terjadilah perebutan wilayah antara Raja Bedander dengan Adipati Minak Sopal.

Adipati Minak Sopal, agar tidak mengorbankan rakyatnya, ia mengajak Raja Bedander adu kesaktian, karena tantangan dari Adipati Minak Sopal, Raja Bedander kemudian berangkat bersama prajuritnya menuju Trenggalek, perjalanan yang melewati lereng Gunung Wilis sangat jauh, akibat kelelahan Raja Bedander kemudian istrihat didaerah “SRABAH” dengan menancapkan payungnya ditanah. Kemudian daerah tersebut saat ini diberi nama “WATU PAYUNG”  yang saat ini telah menjadi lokasi wisata bagi masyarakat, pergantian nama dari SRABAH menjadi WATU PAYUNG, karena dilokasi tersebut saat ini ada sebuah batu yang menyerupai sebuah payung.

Watu Payung adalah Sebuah bukit batu yang berada dalam wilayah Kabupaten Temanggung, Provinsi Jawa Tengah. Watu Payung sekarang telah menjadi bukit wisata sekaligus tempat pertapaan bagi warga sekitar Temanggung,

Sumber kata “Srabah” menjadi “Watu Payung” :  Ditya Fitra Dhana

Share: