23 Kab/Kota Di Aceh Terjangkit Virus Hiv

Komisi Penanggulangan Aids Kota Banda Aceh Rabu (15/11/2014) mengadakan workshop warga peduli aids di Aula Balai Kota Banda Aceh. Acara yang diikuti oleh 120 orang tersebut merupakan perwakilan dari 9 kecamatan yang ada dikota banda aceh dan unsur pemuda serta mahasiswa.

Dalam sambutannya Walikota Banda Aceh, Illiza Sa’adudin Djamal menyebutkan angka penderita virus HIV/AIDS dikota Banda Aceh bagaikan fenomena gunung es, sampai saat ini Banda Aceh telah menemukan 30 orang kasus penderita HIV/AIDS, 7 diantaranya sudah meninggal, angka tersebut melonjak tajam dibandingkan tahun tahun sebelumnya dan 21 orang diderita oleh laki-laki sedangkan 9 lainnya diderita oleh perempuan.

Kepala Dinas Kesehatan Banda Aceh, dr. Media Yuliza, MPH mengatakan, saat ini di Banda Aceh telah membuka pelayanan konseling dan tes HIV/AIDS, misalnya di Pukesmas Kuta Alam kita telah membuka layanan Voluntary Conseling and Testing (VCT) dan Infeksi Menular Seksual (IMS) sedangkan di Pukesmas Meuraxa dan Pukesmas Kopelma Darussalam baru ada pelayanan Infeksi Menular Seksual (IMS). ujarnya

Ketua Perhimpunan Keluarga Berencana Indonesia, Asmawati Ahmad menyampaikan sekarang tidak ada satupun Kabupaten/Kota di Aceh yang terbebas dari Virus HIV/AIDS, seluruh Aceh penderita HIV/AIDS melonjak tanjam dan Banda Aceh termasuk dalam kategori tinggi penderita HIV/AIDS kemudian diikuti oleh Aceh Utara dan Aceh Tamiang. Tahun 2014 Aceh hanya menemukan 1 kasus, sedangkan tahun 2014 ini kita telah menemukan 300 kasus HIV/AIDS di Aceh.

Pengelola Program KPAK Banda Aceh Munzir mengatakan, workshop warga peduli AIDS ini dilakukan kepada perwakilan kader seluruh kecamatan yang nantinya para kader juga dapat mensosiliasisasikan lagi ke setiap mayarakat yang ada di wilayah mereka

Kita berharap warga peduli aids ini ikut berpartisipatif bekerja bersama dengan kita untuk menghambat lajunya pertumbuhan penderita HIV/AIDS dikota banda aceh. Ujarnya


Salah satu permasalahan dimasyarakat saat ini adalah, kurangnya kepedulian masyarakat terhadap jalur masuknya virus HIV/AIDS, seperti pergaulan bebas remaja yang semakin meningkat dan pengguna narkoba. Dan cara paling efektif untuk menghambat lajunya pertumbuhan HIV/AIDS ini hanya dapat dilakukan melalui pengawasan orang tua terhadap anak-anaknya. tutupnya
Share: