• I am an introvert who like to read books and also writing, interest in politics and photography a master student of Industrial Engineering of Syiah Kuala University

  • Do not give up just because it failed at the first opportunity. Something precious you will not have it easily. Keep trying

  • Happiness is a choice. You can choose to be happy. There’s going to be stress in life, but it’s your choice whether you let it affect you or not

  • Kebaikan dalam kata-kata menghasilkan kepercayaan diri, Kebaikan dalam berpikir menghasilkan kebesaran, Kebaikan dalam memberi menghasilkan cinta – Lao Tzu

  • Saya percaya bahwa setiap kejadian dalam hidup terjadi dalam kesempatan untuk cinta, bukanlah ketakutan - Oprah Winfrey

Memilih Untuk Bebas Tak Merepotkan

Tak bisa membantu, setidaknya jangan merepotkan, mungkin itu adalah sebuah prinsip yang bermakna biasa untuk di ungkapkan kepada siapa saja. Tapi tidak untuk ku. Banyak orang yang sebenarnya terperangah jika mendengar cerita tentangku, bagaimana hidup dan kenapa tidak tinggal dirumah bersama keluarga. Sejak menamatkan sekolah SMK aku memang sudah terbiasa hidup diluar gubuk keluarga, kemudian banyak orang yang bertanya tanya, "kenapa tidak tinggal bersama keluarga" mungkin ada dua hal yang mendasari aku untuk tidak tinggal bersama mereka, pertama kebebasan dan kedua adalah Tak bisa membantu, setidaknya jangan merepotkan.
Share:

Kota Petro Dolar, Warga Dipayung Kemiskinan

Lhokseumawe adalah kota hasil pemekaran yang sebelumnya menyatu dalam kabupaten Aceh Utara, pada era 90an kota ini dikenal dengan julukan petro dolar, julukan petro dolar yang disematkan pada kota tersebut tidaklah berlebihan mengingat adanya perusahaan raksasa yang menguras sumber daya alam berupa gas dikota tersebut, yaitu PT. Arun NGL. Perusahaan tersebut bertaraf internasional memang telah menjadi ladang dolar untuk pemasukan kebutuhan Indonesia, tapi apa yang kemudian didapatkan oleh penduduk sekitar yang bermukim disekitar PT. Arun atau yang berkedudukan di kota Lhokseumawe tersebut.
Share:

Seulawah, Aku Khawatir Tentangmu

Jariku tak lagi mampu menari dengan tajam sesuai irama yang terpikirkan oleh otakku, tidak, tidak bukan karena keram ataupun kedinginan, tapi karena aku baru saja sadar bahwa gunung yang kubanggakan tidak lagi seperti dulu, ya gunung yang bahkan menjadi nama peusawat pertama yang dimiliki oleh Indonesia “Seulawah” ya seulawah. Aku mulai merasakan kehampaan disini, ingin rasanya aku kembali bernostalgia seperti tahun tahun 2000 silam tentang sejuknya gunung seulawah meski matahari sedang menyinari dengan teriknya.
Share:

Telur Dan Ekonomi Aceh


Bagaimana Aceh makmur secara ekonomi jika kebutuhan telur ayam saja masih dikirim dari Medan, begitulah kira kira kata T. Irwan Djohan dalam diskusi singkat sore hari. Percaya atau tidak memang begitulah fakta, bahwa telur yang telah menjadi konsumsi dasar masyarakat Aceh tersebut masih harus bergantung dari Medan, Aceh sampai saat ini memang belum mampu menyediakan kebutuhan dasar seperti itu, 80% kebutuhan telur di Aceh berasal dari Medan. Harganya pun terus menerus merangkak naik, padahal telur telah menjadi kebutuhan utama masyarakat Aceh, bisa dikatakan hampir semua rumah tangga di Aceh didapurnya menyediakan stok telur.
Share:

Manufer Politik Internal Di Aceh


Panas mulai terasa, percikan api mulai muncul, korek api segera dihidupkan dan pengambil keuntungan akan segera bermunculan untuk menyiram bensin atas dinamika yang sedang berkembang di Aceh, begitulah realitas yang akan terjadi dalam kondisi politik kekinian di Aceh, dalam beberapa minggu ini kita sering melihat dan membaca media media yang membahas kemunculan dan gerakan Badan Penyelamat Pemerintah Aceh atau yang disingkat (BP2A).
Share:

Negeri Janji Janji Yang Kosong


Negeri ku, politik menjadi dasar yang harus diketahui oleh masyarakat, jika tidak ingin secara terus menerus dikelabui atau ditipu oleh politikus, menjelang pemilu, banyak orang, pejabat, tokoh dan politikus yang berkunjung untuk sekedar berdiskusi dan menyebar janji sambil sesekali menyusupi kata kata mohon dukungan dan mengharapkan adanya belas kasihan masyarakat untuk mendukungnya secara iklas, kami sering melihat mereka terkenal akrab dengan orang kampung pasca mendekati pemilih.
Share:

Bangsa Omong Kosong

Aku tinggal di sebuah negeri omong kosong. Negeri dimana mereka lebih suka meributkan sesuatu yang baru akan mereka rencanakan untuk dilakukan. Ketika negeri ini masih sibuk berdebat tentang mau makan apa mereka, maka anak-anak mereka sudah mati kelaparan. Mereka sibuk memperdebatkan sistem yang terus menerus mereka ubah tanpa pernah sempat mereka lakukan.

Mereka lebih suka membanding-bandingkan Pancasila dengan ideologi-ideologi lain semisal sosialis, kapitalis, dan menyebutnya sebagai ideologi banci. Akan tetapi jangankan melaksanakannya, mereka bahkan tidak paham apa yang mereka bicarakan. Mereka adalah orang-orang yang hanya bisa mencemooh apa milik mereka sendiri. Mereka itulah banci sebenarnya.

Mereka yang sibuk menyalahkan UAN karena kualitas pendidikan bangsa mereka tidak meningkat secara signifikan. Ayolah, mana ada siswa yang belajar kalau tidak ada UAN. Janganlah kalian menjadi sok humanis kalau kenyataannya apa yang kalian hadapi belum bisa dikatakan sebagai human (manusia). Kalian lihat bagaimana mereka mencontek saat ujian yang bahkan nilainya tidak dihitung oleh guru mereka. Pendidikan kita hancur bukan karena sistem yang ada.

Tetapi karena kita tidak bisa melaksanakan sistem yang ada. Bahkan sistem yang relatif sederhana pun tidak bisa kita lakukan tetapi kita berharap terhadap sistem yang rumit? Ah, omong kosong.

Mereka yang sibuk mencibir lalu lintas yang semrawut disaat mereka sendiri sering menerobos lampu merah. Mereka yang sibuk mencibir sistem yang ada tanpa pernah mereka mencoba untuk melaksanakannya. Mereka hanya berharap bahwa segala sesuatunya langsung jadi, tanpa harus mereka bersusah payah. Cukuplah pemerintah yang mengubahnya dalam waktu satu dua hari.

Mereka juga yang sering menghina kinerja pegawai negeri sipil di instansi pemerintah karena kurang sigap dalam bekerja. Sementara mereka sendiri, mengerjakan tugas yang diberikan dosen atau guru menjelang hari pengumpulan dengan seadanya. Memang sama saja.

Ah, negeri ini memang negeri kata-kata. Berharap segala sesuatunya bisa diselesaikan dengan kata-kata. Di saat kita sibuk mennyalahkan sistem, namun sebenarnya diri kitalah yang salah karena gagal menjalankannnya. Bukan sistem yang gagal meraih tujuan, tetapi kita yang gagal menjalankan sistem. Sebaik apapun strategi jika tidak kita lakukan tetap saja tidak berarti apa-apa. Tetapi menyalahkan sistem jauh lebih enak dihati daripada menyalahkan diri sendiri bukan?

Memang omong kosong. Kita ini omong kosong. Sudahlah lakukan saja dulu dan lihat hasilnya. Jika menanak nasi saja kita tidak bisa dan tidak mencoba untuk melakukannya, bagaimana kita bisa berharap makan nasi goreng?

Dosen saya pernah berkata, bahwa yang dibutuhkan dalam pembangunan Indonesia sebenarnya hanyalah stabilitas. Lihat saja betapa di negara kita ini suatu sistem dapat diganti dengan mudahnya tanpa pertimbangan yang benar-benar matang. Selain itu pesatnya pembangunan masa orde baru dan pemerintahan SBY kini tidak lepas dari adanya stabilitas itu sendiri.

Misalnya saja dalam dunia pendidikan sudah berapa kali kita mengalami ganti sistem dalam beberapa tahun terakhir ini. Namun pada prakteknya pergantian kurikulum hanyalah sampai pada pergantian nama dan belum sempat menyentuh esensi dasarnya akan tetapi kita telah terburu-buru menggatakan bahwa system tersebut gagal dan langsung diganti.

Lihat saja sejarah KBK yang begitu mulia namun hanya bertahan selama beberapa saat tanpa sempat mengubah esensi dasar yaitu praktek pendidikan di lapangan.

Dalam ilmu manajemen kita memahami bahwa kegagalan suatu strategi dapat disebabkan oleh dua hal yaitu yang pertama adalah strategi iitu sendiri dan yang kedua adalah pelaksanaannya di lapangan.

Apa yang terjadi di negeri ini sebenarnya adalah kegagalan dalam menerapkan sistem yang telah kita susun. Namun apa yang kita lakukan selama ini selalu saja memperdebatkan hal-hal yang sifatnnya perencanaan tanpa pernah kita menerapkannya. Yang terjadi hanyalah ini semua menjadi sebuah omong kosong belaka tanpa penerapan.

Mungkin ada kalanya kita sesekali mencoba menerapkan sesuatu tanpa banyak omong semaksimal mungkin. Jika kita telah berhasil melakukannya, barulah kita evaluasi kesalahan yang ada. Jangan hanya ribut pada isu namun kosong dalam praktek.

)* Dikutip dalam buku Catatan Bangsa Yang Aneh karya Khusni Muttaqim
Share:

Hiburan Aceh Merdeka


Aceh, memang bukanlah sebuah negeri, melainkan sebuah Provinsi yang punya aturan khusus, berbeda dari daerah lainnya di Indonesia. Aceh punya kekhususan yang diakui dan dihormati oleh pemerintahan pusat dalam bentuk Undang Undang Pemerintah Aceh (UUPA) yang lahir pasca perjanjian MoU Helsinky tahun 2005 silam, dalam UUPA kekhususan Aceh di akui sedemikian rupa, bahkan dalam kata lain masyarakat Aceh sering
Share:

Cerita Tentang Kita Di Ujong Pancu Part 2


Bangun pagi terasa sangat sejuk, suara kicauan burung dan suara ombak laut melengkapi suasana pagi ini, sesekali lewat perahu nelayan yang melintasi disekitar ujong pancu. Untung ada teman yang juga bercamping disekitar ujong pancu sehingga pagi ini kami dapat menikmati secangkir kopi, padahal dari tadi malam kami sangat ingin menikmati kopi.

Share:

Cerita Tentang Kita Di Ujong Pancu Part 1

Terbayar sudah, lelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam mendaki gunung dan turun gunung menuju ujong pancu, pantai yang terletak di kilometer nol pulau sumatera ujung barat, dikabupaten Aceh Besar Provinsi Aceh, pengalaman pertama menuju ujong pancu adalah suatu suasana yang paling berkesan, apalagi ditengah hiruk pikuknya perjalanan hidup yang aku alami dalam beberapa minggu ini membuat aku seakan akan merindukan akan sebuah kedamaian bersama alam dengan desiran ombak. Ujong pancu merupakan sebuah pantai terisolir dimana untuk menuju kesini kita harus membutuhkan perjalanan kurang lebih satu jam dengan medan yang menanjak dan tentunya melelahkan bagi kita yang jarang berpetualang.
Share: