7 Fenomena Unik Para Caleg

Tahun politik seperti ini banyak hal yang kita temui, khususnya yang menyangkut sistem ataupun roda perputaran politik, mulai dari model dan taktik yang dilaksanakan oleh berbagai calon maupun partai, kemudian  metode perebutan konstituen pun dijalankan dengan berbagai trik. Namun kali ini mengenai 7 fenomena unik para caleg akan kita bahas adalah tentang berbagai hal yang dilakukan oleh para caleg di Facebook menjelang tahun politik seperti ini baik itu dilakukan pada awal tahun 2013 sampai dengan awal tahun 2014. Karena pasti akan berbeda ketika nantinya anda para facebooker membuka facebook akhir akhir tahun 2014. Fenomena fenomena yang sering kita temui dalam tahun tahun seperti ini adalah ada 7 macam menurut hemat saya dan jika pun anda menemui fenomena fenomena lain silahkan anda tulis sendiri untuk menambahkannya.

1.     Akun Facebook Mendadak Aktif
Nah ini para pembaca saya temui juga dalam pertemanan akun facebook saya, dimana salah seorang anggota dewan yang saat ini masih aktif dan masih menjabat memiliki sebuah akun facebooknya namun sudah lama tidak beliau aktifkan (tidak aktif dalam menulis status) karena kesibukannya, bahkan mengirim pesan untuk sebuah pertanyaan pun tidak ditanggapinya. Tapi menjelang tahun tahun politik seperti ini terjadi sebaliknya. Akunnya mendadak eksis dan aktif dalam melakukan like kepada semua status orang, mengomentari status orang dan aktif dalam meng update status terutama mengenai status kinerjanya.

2.     Update Ketimpangan Sosial
Kalau ini pemainnya adalah pemain baru, terutama para caleg muda, biasanya mantan aktifis yang kemudian memilih jalur politik untuk menyalurkan hasratnya. Tapi anehnya para pembaca, dari tahun 1998 dimana kita ketahui bahwa telah terjadinya reformasi sampai saat ini yang sudah mencapai 15 tahun, dalam parlemen tersebut nyatanya yang mewakili rakyat itu adalah para mantan mantan aktifis yang dulunya sering meneriakkan tentang ketimpangan sosial dan kesejahteraan, akan tetapi setelah mendapatkan kursi empuk tersebut suara atau pun mengenai status di facebook tentang ketimpangan sosial pun hilang bagaikan ditelan badai.

3.     Share Photo
Fenomena ini sering kita temui pada akun facebook caleg, dengan maksud agar para facebook yang berteman dengan facebook si caleg dapat bersimpati terhadap kepedulian si caleg. Para si caleg tersebut selalu meng upload foto foto tentang kemiskinan, bahkan foto foto yang didapat dari internet juga kemudian di upload dengan sedikit keterangan gambar tentang tidak adanya pehatian pemerintah kepada rakyat yang miskin.

4.     Auto Like
Nah jika ini entah apa maksud si caleg meng like status semua orang yang berteman dengannya, apakah si caleg tersebut membaca atau tidak terhadap isi status facebooker sebelum melakukan like. Yang pasti setiap ada status terbaru dari facebooker pasti lansung dilike. Entah si caleg membentuk tim untuk melakukan like like status para facebooker.

5.     Fanpage atau Facebook Baru
Kalau ini para si caleg biasanya akan banyak akun akun facebook baru atau pun fanpage yang baru dibuat untuk kepentingan kampanye pastinya. Bahkan ada juga kemudian setelah di buat akun dikelola oleh tim suksenya agar grafik pertemanan dapat segera meningkat.

6.     Status Religius
Para caleg ada yang tiba tiba terkesan jadi religius, mulai dari sering ke mesjid, dan shalat dari mesjid ke mesjid lainnya setiap hari sampai status status di facebook mengenai hadist hadist yang statusnya panjang panjang membahas mengenai keagamaan. Ada yang berbunyi seruan untuk berbuat kebaikan sampai kepada hadist hadist yang menjelaskan tentang pemimpin.

7.     Chatting & Coment Mengomentari
Para caleg menjelang pemilu 2014 mendadak menjadi sok akrab dengan masyarakat sebagai konstituen, baik itu secara pertemuan maupun di jejaring sosial yang dominan oleh pemilih pemula dan pemuda. Para caleg aktif melakukan chatingan dengan para facebooker dan juga aktif mengomentari status para facebooker, tentunya tidak lain adalah tujuannya untuk mengakrabkan diri dengan para facebooker yang juga konstituen mereka.

Memang fenomena ini sebenarnya bukanlah masalah bagi masyarakat, bahkan menjadi lebih baik jika para caleg mau mendekatkan diri dengan masyarakat agar tau atas kebutuhan masyarakat jika nantinya dia terpilih sebagai anggota dewan, tapi fenomena ini malah menjadi tidak baik jika para caleg hanya memanfaatkan media sosial ini hanya untuk kebutuhan kampanye dan jika mereka sudah terpilih nantinya, akun facebook, chatingan, coment mengomentari, status religius, auto like, share foto, status ketimpangan sosial hilang seiring dengan eforianya menjadi dewan dikursi empuk itu.


Semoga para caleg tidak memanfaatkan facebook hanya untuk ajang kampanye, melainkan juga untuk mendekatkan diri dengan masyarakat ketika sudah terpilih nantinya, agar mereka tau apa yang sebenarnya menjadi kebutuhan masyarakat.
Share: