• I am an introvert who like to read books and also writing, interest in politics and photography a master student of Industrial Engineering of Syiah Kuala University

  • Do not give up just because it failed at the first opportunity. Something precious you will not have it easily. Keep trying

  • Happiness is a choice. You can choose to be happy. There’s going to be stress in life, but it’s your choice whether you let it affect you or not

  • Kebaikan dalam kata-kata menghasilkan kepercayaan diri, Kebaikan dalam berpikir menghasilkan kebesaran, Kebaikan dalam memberi menghasilkan cinta – Lao Tzu

  • Saya percaya bahwa setiap kejadian dalam hidup terjadi dalam kesempatan untuk cinta, bukanlah ketakutan - Oprah Winfrey

Janji Caleg Dan Mendadak Dermawan

Pemilu sebentar lagi akan tiba waktunya, tepatnya tanggal 9 april 2014, janji demi janji telah mengumbar dimana mana, para caleg telah menebar janji di seantero daerah pemilihannya, murah senyum dan bersahaja telah menjadi kesehari harian para caleg. Pemuda pemuda gampong telah pintar memanfaatkan situasi dan kondisi dengan memanfaatkan para caleg agar dapat mengeluarkan uangnya untuk kegiatan kepemudaaan. Para geuchik, teuku imum, ketua pemuda, tokoh gampong tidak usah takut jika pergi ke warung kopi tanpa membawa uang sepeser pun, karena setelah minum kopi sudah ada orang yang dermawan untuk membayar segelas kopi untuk para geuchik, teuku imum, ketua pemuda, tokoh gampong.

Inilah kondisi sebenarnya, para caleg harus mempersiapkan diri mereka dengan semaksimal mungkin untuk dapat menarik simpati para pemilih (rakyat). Untuk dapat menarik simpati para pemilih agar memberikan hak suaranya kepada caleg memang tidak mudah, butuh perjuangan, wibawa, sosok dan dermawan terhadap konsituen.

Jadi, tidak salah jika para caleg yang sudah siap bertarung untuk mendapatkan kursi diparlemen harus berbenah diri dan keluar dari kebiasaan buruknya agar terlihat sebagai sosok yang pantas untuk duduk diparlemen mewakili rakyat daerah pemilihannya.

Bahkan ada yang tidak segan segan mengeluarkan biaya yang besar agar dapat menarik simpati para pemilih, tapi biasanya pemilih lebih cenderung memanfaatkan finansial para caleg ketimbang memberikan hak suaranya kepada si caleg tersebut.

Dibalik sikap perubahan para caleg yang tergolong pragmatis tersebut tidak serta merta menjadi caleg tersebut terpilih dan mewakili rakyatnya di parlemen. Karena pada kenyataannya para pemilih telah jauh melihat dan menerawang siapa yang sebenarnya  sedang bermain sinetron dan tidak sedang bermain sinetron.

Janji seribu janji, yang bahkan si caleg tersebut tidak mengerti apa yang sedang dijanjikannya kepada rakyat. Karena pada intinya si caleg sedang berusaha sekuat tenaga agar dapat menghipnotis pemilih untuk memberi hak suara kepada dirinya. Banyak caleg yang memberikan janjinya namun melupakan begitu saja.

Sebagai pemilih kita harus cerdas dalam menganalisa setiap ucapan para caleg, apakah si caleg sedang bermain sinetron atau tidak, apakah si caleg menyampaikan janjinya secara objektiv atau tidak. Karena dapat kita pastikan, semakin banyak caleg memberikan janjinya maka semakin besar pula peluang si caleg untuk melupakan janjinya.


“Jangan pilih caleg yang terlalu banyak mengumbar janji”
Share:

Pemuda Sebagai Estafet Pembangunan

Pada tanggal 28 Oktober 2013 kita kembali memperingati hari sumpah pemuda untuk usia ke 85. Selama 85 tahun kita sudah memperingati hari sumpah pemuda sebagai refleksi bahwa pemuda dilahirkan untuk membangkitkan harkat dan martabat bangsa. Pemuda di anggap sebagai orang yang masih memunyai jiwa, semangat, dan ide yang masih segar dan dapat menjadikan Negara ini lebih baik, orang-orang yang mempunyai pemikiran yang visioner dan semangat juang.

Sumpah pemuda yang diperingati pada setiap tanggal 28 oktober sebagai bukti bahwa pemuda telah menjadi bagian dari pencapaian kemerdekaan Indonesia. Bersatunya para pemuda juga merupakan langkah yang tepat sebagai fondasi dasar dalam mencapai kemerdekaan.

Pemuda sebagai generasi yang diharapkan untuk meneruskan generasi sebelumnya. Tapi terkadang pemuda di zaman seperti saat ini tidak menyadari bahwa di diri mereka terbebani menjadi sebagai pengganti generasi sebelumnya. Pemuda seharusnya menyadari bahwa dipundaknya dibebani berbagai macam harapan dan cita cita kemerdekaan, estafet pembangunan harus dilanjutkan sebagaimana cita cita kemerdekaan.

Kondisi pemuda saat ini yang telah mengalami degradasi moral, lupa akan tanggung jawabnya. Pemuda tidak lagi menjadi contoh sebagai kaum perubahan, sikap yang berorientasi pada hedonisme lebih cenderung menjadi karakter pemuda masa kini.

Problematika yang terjadi saat ini juga kian komplek, masalah pengangguran, krisis moral, narkoba, tawuran, budaya pragmatisme kian merebak terbentang dihadapan kita sehingga membuat pemuda terjebak pada lingkungan hedonisme dan anti social.

Peran pemerintah dalam pemberdayaan pemuda harus bersifat konstruktif, melihat problematika pemuda yang kian komplek sudah saatnya pemerintah memberi perhatian lebih serius dalam pemberdayaan pemuda mulai dari daerah sampai tingkat nasional. Memberikan kesadaran kepada pemuda atas pentingnya peran pemuda dalam pembangunan persatuan dan kesatuan bangsa harus menjadi prioritas pemerintah, karena semangat persatuan dan kesatuan akan menglahirkan generasi muda yang mencintai bangsa serta membawa bangsa ini ke gerbang kejayaan.

Peringatan sumpah pemuda yang ke 85 tahun ini harus mampu menjadi momentum sebagai refleksi bahwa sumpah pemuda dilahirkan untuk mengikat persatuan dan kesatuan pemuda Indonesia. Nada pesimis dan sikap pragmatisme yang telah menguasai pemuda saat ini harus segera disingkirkan agar estafet pembangunan bangsa dapat berjalan maksimal.


MUNZIR, S.Pd.I
Sekretaris Umum DPD KNPI Kota Banda Aceh
Dipublikasikan oleh Media Cetak Warta Kota 
Media Pemerintah Kota Banda Aceh
Share:

Rakyat Makin Melarat, Elit GAM Kaya Mendadak

Aceh setelah adanya MOU perdamaian antara GAM dan RI pada tahun 2005 di Helsinki Firlandia telah  memasuki angka 8 tahundua periode telah dipimpin oleh sosok yang mengaku pejuang Aceh, pejuang yang secara gamblang meneriak memperjuangkan harkat dan martabat rakyat Aceh dari perampasan dan ketidak adilan pemberlakuan oleh pemerintah pusat dijakarta.

Kepemimpinan pemerintahan eksekutif, periode pertama dan kedua berasal dari mantan para pejuang aceh merdeka. Kata “sibak rukok teuk aceh merdeka” mungkin selama ini sudah tidak terdengar lagi, namun di era konflik kata-kata tersebut menjadi makna semangat perjuangan para pejuang aceh merdeka.

Memaknai kata merdeka bukan berarti bebas dari suara dentuman senjata dan tidak adanya korban berjatuhan, namun makna merdeka juga bagian dari kesejahteraan dan keadilan bagi rakyat di Negara tersebut. Semangat era konflik dan era perdamaian para tokoh pejuang aceh merdeka sudah mulai dipertanyakan, di era konflik para pejuang aceh merdeka memperjuangkan keadilan bagi rakyat aceh, tapi di era perdamaian para GAM telah sibuk memperjuangkan kekuasaan dan kekayaan bagi dirinya masing masing. Ada GAM yang saat ini masih hidup dibawah kemiskinan karena masih memperjuangkan idealismenya dan tetap konsisten pada maksud dan tujuan kehadiran GAM, sedangkan banyak GAM yang kaya mendadak karena rakus dengan uang dan jabatan sehingga melupakan dasar perjuangan dan maksud keberadaan GAM sebenarnya.

Selama dua dekade para pejuang aceh merdeka memimpin pemerintahan aceh, apa yang sudah diterima oleh rakyat aceh terhadap perubahan pembangunan kesejahteraan rakyat aceh, toh pada kenyataannya masih banyak terlihat rakyat aceh sampai saat ini yang hidup terpuruk dibawah kemiskinan, tidak sebanding dengan kenyataan ketika kita melihat banyak para mantan pejuang aceh merdeka yang hidup dalam kemewahan serba mendadak.

Eforia kemewahan yang diperlihatkan oleh para mantan pejuang aceh merdeka telah melukai rakyat Aceh yang telah mempercayakan mereka sebagai wakil dan pemimpin rakyat. disaat aceh dilanda krisis lapangan kerja, disaat aceh dilanda korupsi berjamaah dikalangan pemerintah sehingga membuat aceh menjadi peringkat pertama terkorup di Indonesia tapi disaat aceh pula menerima dana otsus yang berjumlah trilyunan. Mantan pejuang aceh merdeka malah memperlihatkan kemewahannya didepan rakyat aceh yang masih hidup dibawah kemiskinan.

Ditahun 2012 dan 2013 dibawah kepemimpinan Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf kondisi Aceh semakin parah. Kondisi perekonomian rakyat Aceh seperti mati, pengangguran semakin meningkat. Konflik antar rakyat Aceh semakin terbuka lebar dan rasanya dibiarkan begitu saja. Penolakan dan pengecaman terhadap pemimpin terjadi dimana mana. Perubahan terhadap kesejahteraan rakyat Aceh sepertinya lagi lagi hanya menjadi mimpi mimpi manis bagi rakyat Aceh. Korban korban konflik seperti janda, anak yatim terlantar begitu saja. Tapi disisi lain banyak para tokoh GAM yang menjadi orang kaya mendadak. Rumah rumah mewah dan mobil mobil mewah didapatkan secara mendadak ibarat pemenang lontre dan ada pula yang kembali menjadi miskin mendadak. Miskin mendadak biasanya dari kelompok kelompok yang tidak sepaham dengan penguasa saat ini.

Kita akan menyaksikan pada siapa rakyat Aceh menaruh harapan besar setelah April 2014. Jika para mantan pejuang aceh merdeka yang pada umumnya bergabung dalam Partai Aceh tidak lagi menjadi harapan rakyat aceh. Lalu partai politik makanakah yang akan menjadi idaman rakyat aceh pada tahun 2014 atau kembali menaruh harapan pada partai politik yang sama dengan niat semoga periode mendatang mereka taubat.
Share: