Bendera Merah Putih Di Ubah Lebih Rocker

Merah putih merupakan bendera yang disegani oleh masyarakat Indonesia pada umummnya, masyarakat yang nasionalismenya tinggi akan menghargai dan memperlakukan bendera merah putih dengan baik. Bahkan bendera merah putih di atur dalam undang undang yang mempunyai kekuatan hokum yang tak bisa di ubah ubah secara sembarangan oleh masyarakat tanpa kecuali.

Bagi masyarakat Indonesia yang memperlakukan bendera merah putih dengan sesuka hati mereka, misalnya merubah merah putih dengan menempelkan tulisan ataupun gambar lainnya makan akan dijerat dengan hokum yang berlaku di Indonesia.

Mari Kita Simak Baik-Baik, UU Nomor 24 tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara dan Lagu Kebangsaan adalah bertentangan dengan Pasal 24 huruf d yang berbunyi setiap orang dilarang mencetak, menyulam, dan menulis huruf, angka, gambar atau tanda lain dan memasang lencana atau benda apapun pada Bendera Negara.



Kasus pelecehan terhadap bendera merah putih bukan saja terjadi satu atau dua kali, banyak sudah terjadi kasus pelecehan atau melanggar ketentuan undang undang pada pemberlakuan merah putih oleh orang orang yang tidak bertanggung jawab, seperti Bos PT Kreasijaya Adhikarya yang berujung pada aksi mahasiswa. Bahkan Dewa 19 pernah di anggap melecehkan bendera merah putih pada tahun 2008 lalu.

Kali ini giliran personel Band Metalica yang melakukan pelecehan terhadap bendera merah putih. Band Metalica yang konser di stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta dengan leluasa dan tanpa bersalah bahkan tak adapun terjadi teguran kepada personel Band Metalica tersebut setelah melakukan pelecehan terhadap bendera merah putih tersebut.

Pihak kepolisian pun diam, ibarat penggemar yang lagi dicium oleh artis yang menjadi penggemarnya. Lupa terhadap tugas dan tanggungjawabnya dalam melaksanakan penegakan hokum. Band Metalica yang membentangkan bendera merah putih dengan bertulisan Metalica Solo-Indonesia tentu telah menyalahi undang undang nomor 24 tahun 2009 yang diberlakukan oleh Indonesia terhadap pelindungan bendera merah putih yang di anggap sebagai kebanggaan rakyat Indonesia.


Euforia terhadap Metalica dan juga dihadiri mantan Wali Kota Solo Joko Widodo nampaknya tidak lepas dari pengibaran bendera ini “Metallica dan Solo-Indonesia”. Sepertinya mereka hendak menyampaikan pesan dukungan terhadap Jokowi yang malam itu juga hadir dalam konser tersebut untuk menjadi calon presiden. Padahal, tindakan menulis dan menggambar dalam bendera merah putih bertentangan dengan Undang-undang.

Jokowi beserta pejabat lainnya yang hadir pada malam konser tersebut pun tampaknya lupa terhadap pelecehan yang dilakukan oleh Band Metalica terhadap Indonesia. Entah lupa ataupun pura pura lupa, yang pasti pelecehan tersebut terjadi dihadapan para pejabat pejabat dan masyarakat yang menonton konser tersebut.


Rasanya begitu tidak adil jika ada yang punya materi atau orang terkenal yang melecehkan bendera merah putih meski dihadapan public tidak terjadi penindakan hokum sebagaimana di atur dalam undang undang nomor 24 tahun 2009.
Share: