• I am an introvert who like to read books and also writing, interest in politics and photography a master student of Industrial Engineering of Syiah Kuala University

  • Do not give up just because it failed at the first opportunity. Something precious you will not have it easily. Keep trying

  • Happiness is a choice. You can choose to be happy. There’s going to be stress in life, but it’s your choice whether you let it affect you or not

  • Kebaikan dalam kata-kata menghasilkan kepercayaan diri, Kebaikan dalam berpikir menghasilkan kebesaran, Kebaikan dalam memberi menghasilkan cinta – Lao Tzu

  • Saya percaya bahwa setiap kejadian dalam hidup terjadi dalam kesempatan untuk cinta, bukanlah ketakutan - Oprah Winfrey

Bendera Merah Putih Di Ubah Lebih Rocker

Merah putih merupakan bendera yang disegani oleh masyarakat Indonesia pada umummnya, masyarakat yang nasionalismenya tinggi akan menghargai dan memperlakukan bendera merah putih dengan baik. Bahkan bendera merah putih di atur dalam undang undang yang mempunyai kekuatan hokum yang tak bisa di ubah ubah secara sembarangan oleh masyarakat tanpa kecuali.

Bagi masyarakat Indonesia yang memperlakukan bendera merah putih dengan sesuka hati mereka, misalnya merubah merah putih dengan menempelkan tulisan ataupun gambar lainnya makan akan dijerat dengan hokum yang berlaku di Indonesia.

Mari Kita Simak Baik-Baik, UU Nomor 24 tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara dan Lagu Kebangsaan adalah bertentangan dengan Pasal 24 huruf d yang berbunyi setiap orang dilarang mencetak, menyulam, dan menulis huruf, angka, gambar atau tanda lain dan memasang lencana atau benda apapun pada Bendera Negara.



Kasus pelecehan terhadap bendera merah putih bukan saja terjadi satu atau dua kali, banyak sudah terjadi kasus pelecehan atau melanggar ketentuan undang undang pada pemberlakuan merah putih oleh orang orang yang tidak bertanggung jawab, seperti Bos PT Kreasijaya Adhikarya yang berujung pada aksi mahasiswa. Bahkan Dewa 19 pernah di anggap melecehkan bendera merah putih pada tahun 2008 lalu.

Kali ini giliran personel Band Metalica yang melakukan pelecehan terhadap bendera merah putih. Band Metalica yang konser di stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta dengan leluasa dan tanpa bersalah bahkan tak adapun terjadi teguran kepada personel Band Metalica tersebut setelah melakukan pelecehan terhadap bendera merah putih tersebut.

Pihak kepolisian pun diam, ibarat penggemar yang lagi dicium oleh artis yang menjadi penggemarnya. Lupa terhadap tugas dan tanggungjawabnya dalam melaksanakan penegakan hokum. Band Metalica yang membentangkan bendera merah putih dengan bertulisan Metalica Solo-Indonesia tentu telah menyalahi undang undang nomor 24 tahun 2009 yang diberlakukan oleh Indonesia terhadap pelindungan bendera merah putih yang di anggap sebagai kebanggaan rakyat Indonesia.


Euforia terhadap Metalica dan juga dihadiri mantan Wali Kota Solo Joko Widodo nampaknya tidak lepas dari pengibaran bendera ini “Metallica dan Solo-Indonesia”. Sepertinya mereka hendak menyampaikan pesan dukungan terhadap Jokowi yang malam itu juga hadir dalam konser tersebut untuk menjadi calon presiden. Padahal, tindakan menulis dan menggambar dalam bendera merah putih bertentangan dengan Undang-undang.

Jokowi beserta pejabat lainnya yang hadir pada malam konser tersebut pun tampaknya lupa terhadap pelecehan yang dilakukan oleh Band Metalica terhadap Indonesia. Entah lupa ataupun pura pura lupa, yang pasti pelecehan tersebut terjadi dihadapan para pejabat pejabat dan masyarakat yang menonton konser tersebut.


Rasanya begitu tidak adil jika ada yang punya materi atau orang terkenal yang melecehkan bendera merah putih meski dihadapan public tidak terjadi penindakan hokum sebagaimana di atur dalam undang undang nomor 24 tahun 2009.
Share:

Korupsi Dan Artis Dadakan

Korupsi di Indonesia telah menjadi trending topics sebagai pembahasan dan diskusi dimana mana, baik itu ketika masyarakat sedang berkumpul maupun di media online, cetak dan social. Sepertinya isu seputar korupsi tidak akan habis habisnya dibahas di Nusantara ini. Belum habis hebohnya kasus hambalang dengan artis dadakannya Nazaruddin sang Bendahara Umum Demokrat terjadi lagi kasus korupsi suap impor daging dengan actor terbarunya Ketua Umum PKS Luthfi Hasan Ishaq. Kasus suap impor daging mengalahkan isu Nazaruddin sehingga membuat Nazaruddin ditinggalkan oleh penggemarnya seketika. Tidak ada lagi pembahasan tentang Nazaruddin di media media. Padahal pemulangan Nazaruddin dari luar negeri menghabiskan anggaran milyaran rupiah, dengan penyewaan sebuah jet. Nazaruddin pulang ibarat artis dunia yang segera melakukan konser di Indonesia.

Meredamnya isu kasus daging impor kini tampil lagi artis baru yang melibatkan seorang professor. Professor Rudi Rubiandini ini dikenal sebagai orang yang idealis, idealis tentu merupakan kata kata yang sempurna bagi seorang intelektual. Apalagi seorang yang sudah bertitle professor. Dia akan di anggap sebagai orang yang akan memberikan dedikasinya kepada bangsa dan Negara tanpa akan melakukan hal hal yang merugikan Negara. Apalagi korupsi, karena korupsi bagi orang idealis adalah hina.

Tidak ada yang menyangka seorang professor yang dikenal idealis tersebut akhirnya harus juga berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi karena licinnya minyak sehingga membuat dia terpleset korupsi. Ada juga yang mengatakan jika sang professor yang idealis saja dapat terpleset dengan kasus korupsi apalagi yang lainnya.

Begitulah ternyata, idealis atau tidak seseorang. Dia akan dapat berubah haluan dalam sekejap jika sudah berurusan dengan nilai rupiah. Nilai rupiah (milyaran) dapat membuat orang lupa akan kepercayaan yang diberikan kepadanya oleh rakyat maupun atasannya.

Hebohnya isu SKK migas yang melipatkan Prof. Rudi Rubiandini lagi lagi mengalahkan isu Luthfi Hasan Ishaq, kasus korupsi daging impor itu kini lagi lagi ditinggalkan oleh penggemarnya seketika. Bahkan media tidak lagi menarik untuk membahas sejauh mana perkembangan proses hokum yang dilakukan kepada Nazaruddin dan Luthfi Hasan Ishaq.

Jikapun media mengeluarkan pemberitaan mengenai Nazaruddin dan Luthfi Hasan Ishaq, pemberitaan tersebut tidak lagi menjadi trending topic pembaca, bahkan isinya minim orang yang berkomentar bahkan minim pula orang orang membaca. Tentu berbeda dengan ketika kasus Nazaruddin dan Luthfi Hasan Ishaq baru muncul, semua orang yang membaca panas, rasanya ingin segera di adili oleh penegak hokum bahkan, orang orang tidak sabar dan tidak ingin menunggu hari esok terhadap pemberitaan yang melibatkan mereka.

Lalu bagaimana dengan kasus korupsi yang melibatkan Professor Rudi ini, pasti akan bernasib sama dengan kasus korupsi yang melibatkan Nazaruddin dan Luthfi Hasan Ishaq, jika nanti muncul artis baru yang menghebohkan, maka kasus Profesor Rudi juga akan segera ditinggalkan oleh penggemarnya. Bahkan juga sepi pembaca dan komentator terhadap pemberitaan Prof. Rudi.

Banyak kasus kasus korupsi besar yang terjadi di Indonesia tidak diselesaikan secara tuntas. Bagi actor koruptor sebenarnya akan merasa menang jika dirinya nanti tidak lagi menjadi pembahasan public. Memanasnya isu koruptor di masyarakat tentu mempersulit actor koruptor dalam bergerak untuk melawan hokum melalui kekuasannya, baik kekuasaan materi maupun kekuasaan jabatan yang dimiliki oleh orang orang disekelilingnnya.

Ketika koruptor tersebut tidak lagi menjadi perbicangan di publik tentu sang koruptor tersebut dapat maju selangkah dalam melakukan penyelewengan terhadap penegakan hokum. Karena rakyat sebagai komentator tidak lagi memusatkan perhatiannya pada actor tersebut.

Rasanya menjadi koruptor itu tidak jauh berbeda dengan menjadi artis dadakan yang sering muncul melalui youtube, akan di idolakan seketika dan ditinggalkan juga seketika. Briptu Norman yang menjadi artis dadakan melalui youtube setelah di unggah videonya sedang memperagakan nyanyian salah satu lagu hindia membuat Briptu Norman diidolakan secara seketika oleh masyarakat Indonesia. Namun tidak lama setelah meninggalkan profesi nya sebagai Polisi Briptu Norman harus menerima kenyataan bahwa dia ditinggalkan oleh penggemarnya seketika. Bahkan pembahasan seputar Briptu Norman tidak lagi menjadi menarik bagi rakyat Indonesia.

Lalu apakah rakyat Indonesia harus terus bersikap seperti ini dalam melihat seputar permasalahan korupsi yang menjerat pejabat Negara. Begitu mudah rakyat Indonesia melupakan kejadian kejadian besar yang merugikan Negara dan berdampak terhadap pertumbuhan serta perkembangan Indonesia. Sikap cepat lupa rakyat Indonesia terhadap koruptor salah satu penyebab actor actor koruptor tidak jera. Sebab mereka dengan mudah setelah keluar dari masa tahanan kembali menjalani kehidupan normal layaknya bukan koruptor.

Bahkan mantan mantan koruptor dapat pula hidup berkembang kembali dan dengan mudah menjalani kehidupan sebagai orang yang tidak pernah terlibat dalam kasus kasus memalukan. Berbeda dengan orang orang yang tersandung kasus curi ayam dan pencurian kecil lainnya. Mereka yang paling sulit dilupakan oleh masyarakat, masyarakat akan terus melebelkal dirinya sebagai mantan pencuri.
Share:

Arab Saudi Larang Cium Tangan Selain Orang Tua

Budaya orang indonesia kental dengan ramah tamah, gotong royong, saling hormat menghormati dan bermusyarawarah itu kerap kali kita lihat dari budaya masyarakat indonesia. walaupun bangsa indonesia terdiri dari beberapa ras, budaya, serta tradisi masing masing yang sudah dipastikan berbeda. 

Berbicara soal tradisi, meskipun suku-suku di Indonesia memiliki perbedaan adat istiadat dan budaya tapi ada satu tradisi yang hampir semua suku menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari yaitu tradisi mencium tangan.

Praktik cium tangan  di Indonesia merupakan hal yang sering terjadi dan mudah kita temui sebab dengan mencium tangan berati kita menghargai dan menghormati orang tersebut.

Namun jika kamu tinggal di Arab Saudi jangan sekali sekali kamu mencium tangan orang lain selain mencium tangan orang tua kamu sendiri sebab raja Arab Saudi Abdullah bin Abdulaziz melarang praktik mencium tangan ke orang lain selain ke Orang tua. “Saya menyatakan menolak praktik ini dan meminta semua orang mengikuti apa yang saya lakukan. Mencium tangan hanya boleh dilakukan kepada orang tua sebagai bentuk penghormatan,” kata dia dalam pernyataan baru-baru ini. Sebagian orang di Arab Saudi menyatakan jika hanya orang tua dan keluarga yang sudah tua saja yang berhak di cium tangannya sementara orang di luar keluarga tidak pantas untuk di cium tangannya.


Ulama adel al-Kalbani, mantan imam besar Masjidil Haram menyatakan praktik cium tangan merupakan tradisi sufisme sebagai bentuk kesetiaan. Praktik ini juga biasa dilakukan di wilayah Hijaz dan tidak terlalu banyak berkaitan dengan kebiasaan masyarakat Saudi.
Share:

Benarkah Orang Aceh Malas

Siapa yang tidak pernah dengan kata-kata “orang aceh malas” karena ini yang sering dilontarkan oleh orang orang non Aceh, bahkan saat ini kata kata tersebut semakin sering terdengar ketika Aceh telah menjadi daerah yang mulai ramai pendatang, media-media juga tidak mau kalah membahas permasalahan budaya orang Aceh yang pemalas ini, hampir rata rata ketika kita mendengar orang non aceh yang sudah berkunjung ke Aceh mengatakan bahwa orang orang aceh itu pemalas, dan lebih memilih duduk di warung kopi ketimbang bekerja, tapi benarkah orang Aceh malas?.

Muhammad Nazar (Wakil Gubernur Aceh Periode 2006-2011) pernah mengatakan Konflik berkepanjangan masa lalu di Provinsi  Aceh, kini masih menyisakan empat persoalan buruk. Empat persoalan itu adalah kemiskinan, kebodohan, cepat marah, malas bekerja, dan sikap saling curiga yang berlebihan. 

Padahal, sifat buruk itu bukanlan karakter asli masyarakat Serambi Mekah. Itu terbentuk secara tidak sengaja selama koflik berkepanjangan sehingga menumbuhkan harapan-harapan yang tidak pasti.

Dan menurut catatan Muhammad Nazar Aceh telah berperang selama 115 tahun dan baru hidup dalam damai 13 tahun itupun termasuk setelah adanya Mou Helsinky. Menurut ilmu teoristis untuk mengembalikan karakter masyarakat kepada mulanya, dibutuhkan waktu sama dengan seberapa lama daerah tersebut berperang.

Dalam catatan sejarah pada masa kerajaan saya tidak pernah membaca dimana dikatakan bahwa Bangsa Aceh adalah sebagai bangsa pemalas, dimana mereka lebih memilih duduk dirumah ketimbang pergi bekerja ke ladangnya, hal ini tidak ada sedikitpun catatan yang menyatakan bahwa bangsa aceh sebagai bangsa yang pemalas, bila kita kembali menelusuri sejarah Aceh, baik pada masa sultan iskandar muda yaitu puncak kejayaan aceh terlihat jelas disitu berbagai peran dimainkan baik rakyatnya maupun pemimpin negeri aceh, dimana terlihat semua giat bekerja memakmurkan negeri aceh, setelah itu ketika perang melawan penjajahan kolonial belanda, rakyat aceh jugalah yang paling gigih bertempur mengusir kolonial belanda sehingga indonesia mendapatkan kemerdekaan.

Dari sudut pandang manapun terlihat tidak ada yang mengatakan bahwa bangsa aceh sebagai sebuah negeri yang dihuni oleh orang orang malas, namun kenapa saat ini banyak masyarakat non aceh yang mengatakan bahwa orang aceh malas malas, melihat dari kisah perjalanan aceh perlu kita telusuri dimana bahwa perubahan karakter telah terjadi selama ratusan tahun, yaitu aceh tidak pada kondisi yang aman dan damai, konflik berkepanjangan telah mengubah karakter rakyat aceh jauh dari wujud aslinya.

Ada perubahan karakter dan budaya yang besar di alami oleh rakyat aceh ketika konflik yang bekepanjangan tersebut, bukankah ketika masa kesultanan aceh dikenal dengan bangsa yang hebat dan gigih dalam aspek apapun.

Sangat tidak adil ketika saat ini aceh diklaim sebagai daerah yang dihuni oleh penduduk malas, karena konfliklah yang telah mengubah segalanya, hal ini akan dialami oleh setiap individu manusia, misalnya ketika seseorang libur dari aktifitasnya seperti biasa selama satu bulan, nah ketika pada hari pertama dia melakukan pekerjaannya kembali pasti rasa malas ada dibenak orang tersebut, padahal itu baru satu bulan.

Lalu bagaimana dengan aceh yang telah mengalami konflik selama 115 tahun, tentunya telah mengubah semuanya, disaat konflik rakyat aceh tidak bisa melakukan pekerjaan, lalu ketika damai seperti ini tentunya rasa malas dan perubahan karakter negatif pasti akan terjadi pada masyarakat aceh seperti cepat marah, malas bekerja, dan sikap saling curiga yang berlebihan.
Hal ini merupakan hal yang wajar di alami oleh masyarakat yang hidup dalam konflik, apalagi konflik yang di alami oleh masyarakat aceh sangat berkepanjangan, sehingga butuh waktu yang panjang pula untuk mengembalikan karakter dan budaya masyarakat aceh.

Lalu beranjak dari hal ini, masih pantaskah orang aceh dikatakan malas, tanpa menelusuri dan memahami aceh seutuhnya, ada benarnya seperti apa yang dikatakan oleh Arif Ramdan pengarang buku ACEH di Mata Urang Sunda “Memahami Aceh Tidak Mudah Tapi Mencintai Aceh Sangatlah Mudah”, pendatang yang telah menetap di Aceh belum tentu memahami karakter dan budaya masyarakat Aceh namun orang yang baru menginjak kaki ke Aceh sangat mudah dan cepat mencintai Aceh.
Share:

Generasi Aceh Malas Membaca ?

“Mahalnya harga buku, dulu menjadi persoalan rendah minat membaca di Aceh, akan tetapi seiring perkembangan Kota Banda Aceh, internet menjadi alternatif bagi generasi Aceh untuk memperkaya ilmu pengetahuan”

Rendahnya minat membaca generasi Indonesia tidak bisa dipandang sebagai persoalan biasa-biasa saja, ternyata hal ini akan membuat banyak masalah kedepan, untuk saat ini minat membaca tingkat dunia Indonesia berada pada rangking 110, ini suatu peringkat yang mengecewakan sebagai Negara yang sedang berkembang, tentunya perlu perhatian serius untuk mengoptimalkan generasi dewasa hobi membaca ini. Indonesia masih kalah dari negara tetangga kita seperti malaysia sedangkan Jepang berada pada peringkat pertama minat membaca.

Di Aceh sendiri minat membaca generasi muda tentunya jauh dari harapan pemerintah, pada saat ini remaja Aceh lebih memilih untuk bermain facebook ketimbang membaca sesuatu yang dapat memperkaya ilmu pengetahuan, padahal kita lihat dari perkembangan Aceh khususnya Banda Aceh saat ini dipenuhi dengan jaringan internet seperti wifi, seharusnya  dengan perkembangan jaringan internet tersebut dapat dipergunakan dengan maksimal untuk memperkaya ilmu pengetahuan, namun hal itu tidak berpengaruh dengan maksimal minat membaca generasi muda Aceh.

Rendahnya pengetahuan generasi Aceh tentunya berhubungan dengan kurangnya minat pembaca di Aceh, pada saat ini meski Pemerintah Kota Banda Aceh berupaya meningkatkan minat pembaca di Aceh dengan berbagai macam cara, baik dengan memasang jaringan internet di taman-taman kota maupun yang lainnya, tapi hal itu juga tidak dapat memaksimalkan hasil seperti yang diharapkan pihak Pemkot, karena kebanyakan dari para remaja yang menggunakan jaringan internet bukan untuk memperkaya ilmu pengetahuan akan tetapi hanya untuk bermain facebook, twitter dan game.

Mahalnya harga buku, dulu menjadi persoalan rendah minat membaca di Aceh, akan tetapi seiring perkembangan Kota Banda Aceh, harga buku bukan menjadi persoalan utama untuk mempersoalkan tentang peningkatan minat membaca di Aceh, internet menjadi alternatif bagi generasi Aceh untuk memperkaya ilmu pengetahuan, tetapi hal itu juga tidak memaksimalkan pengaruh minat membaca.

Nah ini menjadi pertanyaan dan persoalan serius yang perlu di carikan solusi bersama, apa yang menyebabkan generasi Aceh malas membaca,,? Itu menjadi persoalan kita bersama untuk terus memberi pemahaman kepada generasi Aceh tentang pentingnya membaca.

Kurangnya minat membaca di Aceh mempengaruhi kondisi pendidikan di Aceh pada yang akan mendatang, banyak remaja saat ini yang menyibukkan diri dengan suatu hal yang kurang bermanfaat, apalagi jarang sekali ketika kita lihat remaja Aceh yang meluangkan waktunya sehari untuk membaca meski itu hanya untuk membaca 10 menit  saja perhari.

Remaja Aceh saat ini lebih memilih melakukan sesuatu aktifitas yang lain ketimbang meluangkan waktu untuk membaca, kondisi ini tentunya tidak dapat di biarkan, seiring dengan pesatnya perkembangan globalisasiketika remaja aceh tidak suka membaca tentunya Aceh akan terus ketinggalan informasi dan perkembangan yang ada, apalagi ketika kita berhadapan dengan Negara ataupun Provinsi lain tentunya kita jauh ketinggalan perkembangan.

Satu kasus yang ingin saya contohkan adalah dikampus kampus, banyak sekali mahasiswa yang menghabiskan waktunya dikantin, di parkiran, dan nongkrong dengan teman teman tanpa ada hasil yang bermanfaat setelah itu dan jarang sekali kita melihat mahasiswa yang menghabiskan waktu untuk membaca di waktunya yang luang sibuk dengan jam kuliah


Share:

Aceh Budaya Bar Bar Dan Mengumpat

Ketika melihat kehidupan masyarakat Aceh ada sesuatu hal yang patut dipertanyakan, benarkah karakter dan budaya orang Aceh seperti sekarang ini yang diwariskan oleh para endatu, memang karakter dan budaya masyarakat Aceh saat ini ada sisi positifnya juga, ketika kita melihat dari satu sisi dimana dengan karakter dan budaya masyarakat Aceh seperti ini, setidaknya dapat meminimalisirkan pelanggaran Syariat Islam di Aceh, tapi ada sesuatu yang patut kita pertanyakan dimana budaya kheun keugop “mengumpat” seperti apa yang Rasulullah S.A.W. bersabda yang bermaksud "Mengumpat itu ialah apabila kamu menyebut perihal saudaramu dengan sesuatu perkara yang dibencinya." (Hadis Riwayat Muslim).

Budaya mengumpat yang terjadi di Negeri Syariat Islam ini bukan hanya dalam bentuk mulut kemulut, banyak cara yang dilakukan oleh masyarakat Aceh yang telah menjadi budaya membanggakan masyarakat Aceh ini, seperti maraknya penemuan kasus Video dan Foto pelanggaran Syariat Islam di Aceh yang dipublikasikan oleh masyarakat Aceh sendiri.

Aceh Budaya Bar Bar Dan MengumpatPadahal Sabda Rasulullah S.A.W. mengatakan : Awaslah daripada mengumpat kerana mengumpat itu lebih berdosa daripada zina. Sesungguhnya orang melakukan zina, apabila dia bertaubat, Allah akan menerima taubatnya. Dan sesungguhnya orang yang melakukan umpat tidak akan diampunkan dosanya sebelum diampun oleh orang yang diumpat" (Hadis riwayat Ibnu Abib Dunya dan Ibnu Hibbad). Jelas Nabi bersabda bahwa orang yang mengumpat lebih besar dosanya dari pada orang yang melakukan zina dan sesungguhnya orang yang mengumpat akan mendapatkan kerugian besar di hari Akhirat.

Melihat dari sabda Rasulullah S.A.W jelas, dimana karakter dan budaya masyarakat Aceh yang membanggakan mengumpat ternyata tidak sesuai dengan Syariat Islam yang di agung agungkan oleh masyarakat Aceh saat ini, padahal orang yang yang sering mengumpat orang lain tersebut perilakunya lebih buruk dari pada orang yang di umpat tersebut, ini sudah menjadi kondisi yang lazim di Aceh ketika ada sesuatu kejadian pelanggaran Syariat Islam di Aceh lalu orang yang mengetahuinya akan menceritakan kepada orang lain dengan panjang lebar dan secara detail.

Bila kita merujuk pada sabda Rasulullah S.A.W ini suatu kondisi yang memprihatikan dan tidak sesuai dengan budaya masyarakat islam secara keseluruhan, bahkan lebih hina dari pada orang yang melakukan pelanggaran syariat islam tersebut.

Budaya mengumpat tersebut saat ini semakin lazin dilakukan oleh masyarakat Aceh, apalagi ketika Syariat Islam diberlakukan pada Provinsi ini, padahal pemberlakuan Syariat Islam di Aceh seharusnya mengurangi perilaku yang menyimpang dari ajaran Islam, tapi kenyataannya budaya dan karakter masyarakat Aceh semakin jauh dari ajaran Islam.

Kondisi budaya masyarakat Aceh mengingatkan saya pada sebuah Film Drama Indonesia berjudul “Perempuan Berkalung Sorban” yang diperankan oleh Revalisa S Temat (Annisa), namun saya tidak menceritakan keseluruhan dari cerita film tersebut, saya ingin mencontohkan ketika pada cerita film tersebut Annisa dituduhkan melakukan zina oleh suaminya disebuah gubuk, sehingga sang suami meminta istirnya untuk dihukum secara bar-bar, hampir saja hukuman bar-bar itu terjadi, lalu apa yang terjadi, seorang ibu yang merawat Annisa sejak kecil menyelamatkannya dengan mengambil satu batu lalu menanyakan kepada semua orang yang berada pada lingkaran Annisa “Siapa Yang Tidak Pernah Berdosa” ambil batu ini lemparkan kepada dia, ternyata tidak ada satupun yang mengambil batu pada ibu tersebut untuk melemparinya.

Singkat cerita Annisa pun di usir dari pesantren tersebut, sehingga dia menjadi lebih terbuka dengan kehidupan barunya, dia bersama pemuda tersebut menjadi lebih baik dari pada suami yang pernah menuduhnya melakukan zina.

Cerita singkat Film Perempuan Berkalung Sorban tersebut menginspirasikan kita untuk tidak menjadi orang yang selalu menuduh, memfitnah bahkan mengumpat orang lain, karena pada kenyataannya kita tidak lebih baik dari pada orang lain. Islam tidak mengajarkan kita untuk saling fitnah, islam tidak mengajarkan kita untuk saling menghormati, menghargai dan Islam juga mengajarkan kita untuk menegur seseorang itu dengan perkataan lembut ketika apa yang dilakukan salah dan tidak sesuai dengan syariat islam, bukan dengan cara penegakan Syariat Islam secara kasar, seperti yang terjadi di Aceh saat ini, karena kekerasan tidak pernah menyelesaikan permasalahan.

Share:

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434H

Idul Fitri adalah merupakan hari raya umat Islam yang jatuh pada bulan Syawal, setelah umat Islam melaksanakan sebulan lamanya menjalankan ibadah puasa Ramadhan, maka sungguh sangat senang dan bahagia umat Islam di saat datang hari raya Idul Fitri, karena bagi umat Islam hari raya Idul Fitri mempunyai makna yang sangat mendalam dan kehadirannyapun senantiasa disambut dengan penuh antusias. 

Antusiasme penyambutan lebaran idul fitri akan terlihat di Negara Negara mayoritas ummat muslim, eforia akan sebuah hari kemenangan “lebaran” tampaknya akan terus menjadi tradisi ummat muslim, tapi perbedaan antusiasme lebaran di perkotaan dengan diperdesaan akan terlihat semakin berbeda dari tahun ketahun.

Kota yang menjadi tempat berbising dan penuh kendaraan sehingga membuat jalan jalan macet pada hari biasanya berbanding terbalik pada hari lebaran, pada hari lebaran jalan jalan dikota terlihat lengang bak kota tak berpenghuni.

Perdesaan yang hari biasanya sepi dan penuh sunyi dihari lebaran disulap bak kota dadakan, hari lebaran diperdesaan penuh sesak suara kendaraan dari orang orang wajah yang jarang lihat sebelumnya.

Tradisi ini sudah menjadi biasa bagi masyarakat muslim, dimana kota yang selalu sepi ketika hari lebaran Karena ditinggal mudik oleh penghuni kota yang dominan para pendatang sebagai pengadu nasib dikota kota.

10 hari menjelang lebaran jalan jalan dipenuhi oleh para pemudik dengan tujuan keberbagai daerah daerah atau perdesaan.

Idul Fitri merupakan hari yang disongsong dan dinanti oleh begitu banyak manusia, khususnya yang beragama Islam dan terlebih yang menunaikan puasa bulan Ramadan.

Idul Fitri memiliki arti kembali kepada kesucian, atau kembali ke asal kejadian. Idul Fitri diambil dari bahasa Arab, yaitu fithrah, berarti suci. Kelahiran seorang manusia, dalam kaca Islam, tidak dibebani dosa apapun. Kelahiran seorang anak, masih dalam pandangan Islam, diibaratkan secarik kertas putih. Kelak, orang tuanya lah yang akan mengarahkan kertas putih itu membentuk dirinya. Dan dalam kenyataannya, perjalanan hidup manusia senantiasa tidak bisa luput dari dosa. Karena itu, perlu upaya mengembalikan kembali pada kondisi sebagaimana asalnya. Itulah makna Idul Fitri.

Momentum Idul atau Lebaran ini kita mari jadikan sebagai sarana meminta maaf dan memaafkan orang lain dengan bersilaturrahim (menyambung kasih sayang) baik kepada suami atau istri, kedua orang tua, anak, keluarga, sanak kerabat, tetangga serta teman dan relasi kita ketika ada kebencian terhadap mereka.

Semoga kita sebagai muslimin selalu dapat menyambut hari raya idul fitri dengan penuh kemenangan dan suka cita atas rahmat yang diberikan oleh sang kuasa dan menjadikan idul fitri sebagai tempat saling memaafkan antar manusia.



Share: