Aku Pendusta

aku dan kalbu
seperti indah mawar itu
di batang hijau pot hitamku
subur digemburi cacing di lahan dustaku
yang kau lihat dari indahku
yang kau dengar dari indahku
yang kau rasa dari indahku
itu karena keindahanmu
sedangkan aku karena cacing cacing itu

aku dan langkah kaki
seperti tapak pasir pantai ini
tercetak tak abadi
membekas tapi sekali
bukan injakan mengering pasti

aku dan kamu
aku
yang dusta dengan wangiku
yang dusta dengan kekar batangku
yang dusta dengan cacing di pot hitamku
kamu
yang bijak petik wangi itu
sobek mawar itu dimata agar kutau
yang bijak patahkan batang itu
agar remuknya hijau menyadarkanku
yang bijak menusuk cacing itu
mengubur di indah fenomena sebelum gelapku
yang bijak inginkan yang baru
seperti rumah sang raja yang dirindu
yang tulus kupun rindukan itu

aku dan waktu
dalam kerugianku
ingin sepertimu
banyak mengingat satu
menang dengan diammu
karena kau tunjukan satu
yang kau tangisi karena dosaku

aku dan takdir ini
aku dan sandiwara ini
aku dan misteri hati

dosa pujangga muda
hidup penuh dusta
walau sadar semua kan kembali padanya


Share: