Pilih Cara Yang Mulia


Dunia keorganisasian sering kali dihadapi pada persaingan antara pro dan kontra serta mengakibatkan persaingan pada argumentasi bahkan berujung pada saling adu kekuatan masa masing-masing dari kelompok itu sendiri. Fenomena ini merupakan sesuatu yang wajar di anggap oleh banyak kalangan, baik itu organisatoris, akademis, bahkan orang yang pasif. Namun dibalik persaingan itu sering sekali terjadi perdebatan sengit bahkan berujung pada arogansi kelompok yang disebabkan karena tingkah laku, pola pikir yang tidak dewasa bahkan seringnya mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas oleh kelompok organisatoris yang mayoritas kaum-kaum intelektual tersebut.
Padahal dibalik lebel organisatoris tersebut tersimpan jiwa-jiwa intelektualitas yang seharusnya menjadi contoh teladan bagi orang-orang yang tidak bergelut dalam dunia organisasi. Seorang organisatoris biasanya memiliki intelektualitas yang lebih dibandingkan orang-orang yang tidak mengenal organisasi, disebabkan biasanya orang-orang organisasi dihadapkan pada banyaknya diskusi-diskusi sosial yang dapat menyebabkan bertumbuh kembangnya cara berpikir bahkan cara pandang seseorang hingga cara menganalisa sesuatu permasalahan sosial. Cikal bakal tersebut seharusnya dijadikan sebagai landasan untuk mempertonton yang baik kepada orang-orang yang tidak bergelut dalam organisasi, agar mereka pun tertarik dalam dunia ke organisasian. Karena jika saja yang di perlihatkan adalah sesuatu yang bersifat negatif bagaimana mungkin, organisasi akan dipandang sesuatu yang perlu untuk di ikuti.
Tidak ada yang salah dalam dunia persaingan yang kerap terjadi dalam dunia organisatoris untuk memperebutkan kekuasaan asalkan atas nama perubahan dan keinginan yang lebih untuk dapat memperbaiki tatanan kehidupan ataupun pendidikan untuk menjadi yang lebih baik. Kita harus mampu menjadi orang yang berpikir positif terhadap orang lain, karena hanya dengan berpikir positif kita menjadi orang yang dapat dihormati oleh orang.
Jangan menghalakan segala hanya untuk memperebutkan kekuasaan, karena masih banyak cara-cara yang baik yang mampu membawa kita pada tampuk kekuasaan,  masih banyak cara-cara yang mulia yang mampu mengantarkan kita pada kursi kemuliaan.

Jangan perebutkan kursi kemuliaan dengan cara-cara yang tidak mulia.
Karena akan mengantarkan kita pada kemunafikan.

Share: