Ketika Penuh Dengan Teori

Memang dalam kehidupan membutuhkan teori namun teori bukanlah sebuah kesuksesan bila tidak dilaksanakan,seperti kata albert estein “jenius hanya 1% keberhasilan sedangkan melakukan 99% target dari keberhasilan yang kita capai” aneh tapi nyata banyak manusia yang hanya membicarakan perubahan dan kerja keras nya tapi orang lain tidak pernah merasakan manfaat apa yang telah dilakukannya dan lebih lucunya lagi bila ada manusia yang hanya mengatakan bahwa dia adalah orang yang telah membawa perubahan tapi orang lain tidak pernah mengingat apa perubahan yang telah dia lakukan

Manusia yang hanya pandai ber reteorika tapi hanya bisa berkoar tanpa melaksanakan perubahan apakah orang orang yang disekitarnya hanya membutuhkan retorikanya saja saya rasa tidak……!!!!!!
Banyak hal terjadi di mahasiswa yang mengakunya agen of change namun namanya tidak pernah muncul dalam sejarah kampus itu sendiri bahkan dia hanya pandai menghayal perubahan namun tidak pernah berani muncul dalam perubahan sebagai pelopor karena selalu sembunyi dibalik tirai yang ketakutan dan merasa dirinya adalah orang yang hebat yang selalu mengatakan dimana saja dialah orang yang telah membawa perubahan apakah kehidupan ini dibutuhkan teori tanpa sebuah kepastian perubahan.

Ketika mahasiswa hanya disibukkan dengan kuliah,kantin,pulang (KKP) apa yang bisa kita banggakan diri kita sebagai mahasiswa yang seharusnya banyak hal yang meski kita lakukan dengan gelar agen of change dan agen of control,banyak sekali permasalahan kampus tak pernah terselesaikan oleh mahasiswa bahkan mahasiswa hanya acuh tak acuh mengharapkan orang lain yang menyelesaikan nya namun bagaimana dengan kata sebutan agen of change dan agen of control apakah gelar ini tidak bisa kita sandangkan lagi pada masa masa reformasi seperti ini,
Se akan mahasiswa tidak mengenal siapa dirinya dan apa yang meski dilakukannya ketika melihat rakyat nya menderita dengan kondisi bangsa yang terus mengikat leher mereka, bahkan tangisan rakyat pun menjadi angin lalu bagi mahasiswa dengan seolah olah mereka tak mengetahuinya,

Bahkan diskusi diskusi dikampus sangat jarang kita mendapatnya dengan penuh mahasiswa yang hadir didalam ruangan,karena mahasiswa lebih memilih duduk dikantin sambil bergosip perubahan ketimbang menghadiri diskusi tersebut,akhirnya perubahan hanya menjadi wacana bagi kampus dan bangsa yang kaya ini untuk dirasakan oleh rakyat yang tertindas dinegara yang telah 66tahun merdeka.

Seperti halnya peringatan hari buruh sedunia di aceh hanya beberapa mahasiswa yang masih peduli memperjuangkan suara rakyat yang nyatanya hingga sekarang rakyat masih banyak tertindas dan tidak mendapatkan upah yang layak seperti apa yang telah ditetapkan “UMP” oleh pemerintah aceh padahal mereka mahasiswa pada umumnya orang tuanya adalah seorang buruh,tetapi mereka tidak mengerti bagaimana kondisi kaum buruh hingga saat ini.

Apa yang rakyat harapkan dari mahasiswa pada saat ini telah menjadi mimpi yang telah jauh dari bayangan dan tak akan menjadi kenyataan dari realiatas mahasiswa sekarang yang apatis dan fatalis dari kondisi yang terjadi,dan yang kita sayangkan sosial mahasiswa terhadap rakyat pelan pelan menjadi hilang sedangkan rakyat semakin jauh dari kemerdekaan untuk dirasakan dan para kaum kapitalis semakin tertawa melihatnya karena ancaman semakin menghilang bagi mereka untuk melakukan sesuka hati mereka terhadap rakyat miskin ini.


Share:

Arsip Blog

Tulisan Lainnya